
Sesaat kemudian, Jordan mengambilkan air mineral yang ada di mobilnya. pria itu menarik tubuh Isabella dan mengguyur kepalanya dengan air mineral.
"Brengsek, apa yang kau lakukan, Jordan!" seru Isabella.
"Maaf Nyonya, demi kebaikan Nyonya." jawab Jordan.
"Demi kebaikan apanya, bahkan kau mengguyurku seperti mengguyur orang yang sedang mabuk!" seru Isabella.
"Sama saja kan, Nyonya. sama-sama kepalanya pusing. Memangnya apa yang sudah Nyonya minum!" seru Jordan.
"Kalau aku tahu aku tidak akan seperti ini, Jordan." jawab Isabella.
Jordan membiarkan Isabella menyadarkan dirinya,
"Nyonya, sebaiknya kita segera pergi. kalau tidak.. anak buah Tuan Aslan akan menangkap kita berdua." ucap Isabella.
"Kau benar." jawab Isabella.
Sesaat kemudian, akhirnya Jordan membawa Isabella kembali ke kediamannya. terlihat pria itu sangat bersyukur karena penolongnya itu dalam keadaan baik-baik saja.
Nampak Jordan telah menggendong Isabella dan membawanya ke rumah tersebut, indah yang berada di rumah Isabella nampak wanita itu begitu terkejut.
"Ada apa Jordan, Ada apa dengan Isabella?!" tanya Indah kepada Jordan.
"Nampaknya Tuan Aslan akan melakukan sesuatu kepada Nyonya Isabella." jawab Jordan.
Deg..
"Pria itu benar-benar tidak punya harga diri, Bahkan dia ingin melakukan sesuatu kepada saudariku ini!" seru indah yang kemudian menyuruh Jordan meletakkan Isabella di ruang tamu. di sofa berukuran jumbo itu Isabella sudah mulai terlelap.
"Ambilkan air dingin, serta ambilkan obat sakit kepala!" perintah Indah kepada para pembantu yang ada di rumah. nampak para pembantu langsung berhamburan untuk mengambil barang yang diminta oleh Indah.
__ADS_1
"Memangnya apa yang terjadi dengan Nyonya Isabella, Nyonya?" tanya salah satu pembantu.
"Kelihatannya ada seseorang yang berniat jahat kepada Nyonyamu." jawab Indah.
Para pembantu menatap Isabella, sesaat kemudian Indah mulai membersihkan wajah Isabella. terlihat wanita itu sedikit demi sedikit mulai membuka matanya.
"Auhh...sakit."
Isabella yang terbangun dari tidurnya, terlihat wanita itu masih ih memegang kepalanya. indah memegang punggung Isabella, terlihat wanita itu bajunya sedikit basah.
"Jordan, Kenapa baju Isabella basah?" tanya indah.
"Saya mengguyur Nyonya dengan air, Nyonya Indah." jawab Jordan.
"Mengapa kau menyirami Isabella?" tanya Indah.
"Nyonya tadi mengalami sesuatu yang membuat saya harus mengguyur air, Nyonya." jawab Jordan.
"Ambilkan aku air dingin sama makanan, perutku sudah mulai kelaparan." ucap Isabella di sela-sela dia membuka matanya.
Para pembantu yang ada di rumah Isabella langsung berlari untuk mengambilkan majikannya itu makanan, sesaat kemudian memberikan kepada Isabella.
"Apa yang terjadi Nyonya?" tanya para pembantu.
"Aku hampir mengalami musibah bi." jawab Isabella.
Indah menatap wanita itu,
"Memangnya ada apa?" tanya Indah.
"Pria brengsek itu hendak melakukan sesuatu padaku, Kak." jawab Isabella.
"Lalu?" tanya Indah.
__ADS_1
"Untungnya aku telah mengajar dia sampai tidak terbentuk lagi." jawab Isabella. nampak indah menghembuskan nafasnya, rasa kekuatirannya tiba-tiba hilang seketika saat Isabella mengatakan hal itu.
"Kau tenang lah, Kak. kau tidak usah khawatir seperti itu, Aku tidak akan membiarkan diriku disakiti lagi dan terus-menerus oleh pria itu." jawab Isabella.
"Aku senang kalau kau tidak apa-apa, Bella." ucap Indah yang kemudian menatap Isabella. terlihat wanita itu sedikit merasakan kalau Isabella bisa menjaga dirinya.
Malam itu terjadi kehebohan di rumah Isabella, karena Isabella menceritakan semua kejadian yang terjadi pada dirinya. oleh karena itu Isabella menyarankan kepada seluruh pembantunya pria ataupun wanita untuk melakukan pelatihan karate, dengan begitu semuanya akan bisa membela dirinya sendiri kalau mereka sedang berada dijalan.
Nampak Isabella merupakan majikan yang begitu luar biasa, karena tidak hanya memikirkan dirinya. namun wanita itu juga memikirkan Bagaimana menyelamatkan orang-orang yang bekerja padanya.
Malam telah membuat Isabella terlelap, sedangkan di tempat lain.. nampak Aslan mengerang kesakitan karena kepalanya telah dipukul oleh Isabella dengan botol minuman keras yang ada di mobilnya. Ingin rasanya Aslan langsung menyekap Isabella dan menjadikan wanita itu piaraannya.
"Saya tidak pernah menyangka bos, Kalau Anda bisa dikalahkan oleh wanita itu!" seru anak buah Aslan.
"Aku juga tidak menyangka, kalau istri Antonio itu bisa melakukan bela diri. bahkan bela dirinya sangat hebat, aku saja sampai tidak bisa menghindari semua pukulannya." jawab Aslan. nampak seorang wanita telah mendatangi Aslan, menatap wajah pria yang selalu memberikan kehangatannya.
"Lihatlah, wajahmu yang tampan kini menjadi seperti ini. seperti apakah wanita yang kau kejar itu, hingga membuat Wajahmu sangat menakutkan." ucap Dona..
"Sudah jangan banyak bicara, aku sedang tidak ingin membicarakan hal itu." jawab Aslan.
"Apakah karena itu kau begitu penasaran dengan wanita itu, hingga membuatmu ingin melakukan sesuatu. padahal hanya dengan menyuruh anak buahmu untuk menyekap wanita itu." ucap Dona.
Nampak Aslan langsung menatap wanita itu.
"Aku tidak akan pernah mengizinkan para anak buahku untuk menyentuhnya, karena dia hanya akan menjadi milikku!" seru Aslan yang kemudian menarik rambut Donna. tentu saja wanita itu langsung berteriak.
"Sakittt.."
Dona yang berteriak karena rambutnya langsung dijambak oleh Aslan. begitu kasar pria itu, bahkan tidak terbersit di pikiran Dona kalau sifat asli Aslan adalah kasar. karena yang dia pikirkan pria itu begitu lembut, bahkan saat mereka sedang melakukan hubungan pun nampak pria itu selalu memperlakukan wanita dengan kelembutan.
"Jangan pernah mendikte ku soal wanita itu karena dia adalah milikku!" seru Aslan.,
** bersambung **
__ADS_1