
Sebuah senyum terukir saat dia sudah memastikan waktu yang tepat itu, saat kerumunan mulai bersebaran. tatapan matanya menatap keberadaan Antonio dan sesaat kemudian.
Dor..
Dor..
slep
Terlihat tubuh Antonio langsung terkapar saat salah satu peluru itu mengenai dadanya.
Antonio telah terkapar dengan tubuh yang dipenuhi dengan darah, nampak pria itu terus memegang dadanya yang telah ditembus peluru.
"Suamiku!" seru Isabella yang melihat sang suami telah bersimbah darah.
Nampak Antonio terus memegang dadanya, terlihat pria itu mengerang kesakitan karena dadanya telah tertembus peluru. Isabella terus berteriak untuk mencari pertolongan, wanita itu terus memegang tubuh Sang suami sambil meminta pertolongan.
Tak lama kemudian datang beberapa pria yang menjadi petugas keamanan di sana, mereka langsung menelepon ambulans dan membawa tubuh Antonio ke dalam ambulans tersebut.
Antonio terus mengatur nafasnya, Karena dia sudah mengira kalau Aslan akan melakukan hal ini.
"Bertahanlah suamiku, bertahanlah." ucap Isabella yang telah meneteskan air matanya. terlihat wanita itu begitu ketakutan saat sang suami telah ditembak oleh orang yang tidak dikenal.
"Tenanglah istriku, aku akan baik-baik saja demi dirimu." ucap Antonio yang menenangkan sang istri. karena terlihat wajah Isabella begitu pucat.
Isabella terus menangis, bahkan Wanita itu sudah tidak mampu untuk bernafas saat tubuh Sang suami dipenuhi darah begitu banyak.
Nampak Isabella telah sampai di sebuah rumah sakit, wanita itu terus berlari saat sang suami telah dibawa ke sebuah ruangan. nampak di sana Isabella menelepon indah dan Paman Ridwan, juga ketiga pengawal mereka.
__ADS_1
15 menit kemudian
"Apa yang terjadi Isabella!" seru Paman Ridwan yang baru datang bersama Indah. bahkan 3 pengawal mereka Jimmy, Bobby dan Jordan juga berada di sana.
"Entahlah Paman, tiba-tiba sebuah peluru telah tertembak di tubuh suamiku." ucap Isabella dengan suara yang bergetar.
"aku akan membuat laporan di kantor polisi, kau Tenanglah.. Indah akan bersamamu." ucap paman Ridwan yang kemudian mengajak Jordan untuk membuat laporan di kepolisian. sedangkan Jimmy dan Bobby nampak mereka berdua ditugaskan untuk menjaga Isabella dan indah.
"Nyonya, apakah Tuan tidak mempunyai musuh?" tanya Jimmy kepada Isabella. nampak wanita itu tidak bisa menjawab pertanyaan 2 pegawainya itu.
"Sudah jangan tanyakan itu lagi, sekarang kalian belikan Nyonya kalian ini minuman!" seru Indah kepada 2 pegawai Isabella.
"Apa yang terjadi denganmu Bella?" tanya Indah kepada wanita itu. nampak Isabella langsung memeluk tubuh indah, wanita itu menangis meraung karena takut dia akan ditinggalkan Antonio.
3 jam kemudian
"Bagaimana keadaan suamiku, dokter!" seru Isabella kepada dokter yang mengoperasi Antonio.
"Tenanglah Nyonya, suami Anda baik-baik saja.. jangan khawatir dia telah keluar dari masa kritis, namun sekarang suami Anda masih dalam keadaan pingsan karena obat bius masih mempengaruhinya." jawab sang dokter.
Akhirnya Isabella memasuki ruangan tempat sang suami berada, terlihat disana wajah Antonia begitu pucat wajah Tampan itu tertutupi kesakitan yang luar biasa, 2 peluru telah menembus dadanya.
"Mengapa semua ini terjadi padamu suamiku, Jika sesuatu terjadi padamu maka aku tidak akan bisa hidup tanpa mu." ucap Isabella yang menangis di samping sang suami. sedangkan indah yang baru masuk nampak wanita itu langsung memeluk tubuh Isabella.
"Tenanglah Bella, semuanya sudah baik-baik saja. jangan khawatir kita akan mengetahui siapa dalang dari penembakan Antonio." ucap Indah kepada Bella.
"Aku yakin kalau semua ini dalangnya adalah pria brengsek itu." ucap Isabella kepada Indah. sedangkan Indah nampak mengerti siapa yang dimaksud oleh temannya itu.
"Sudahlah, yang lebih penting kita harus menunggu kesembuhan Antonio." ucap indah yang kemudian menemani Isabella. sesaat kemudian dua pengawal itu datang sambil membawakan 2 air mineral.
__ADS_1
"Kalian makanlah dulu, karena setelah ini akan banyak tugas yang akan kalian lakukan!" seru Indah yang membuat 2 pria tersebut menganggukkan kepalanya.
"Baik Nyonya." jawab Bobby dan Jimmy.
"Kalian jangan terlalu jauh dari tempat kami!" seru indah.
"Siap Nyonya." jawab Jimmy yang kemudian mengajak Bobby untuk mencari kopi.
2 jam kemudian
Akhirnya Paman Ridwan sudah datang bersama Jordan, nampak mereka berdua telah kembali dari pantai.
"Kau dari mana saja suamiku?" tanya Indah kepada Paman Ridwan.
"Aku bersama Jordan datang ke pantai mereka berada."ucap Paman Ridwan.
"Lalu apa yang kau dapatkan?" tanya Indah kepada sang suami.
"Nampak pria itu menggunakan alat peredam saat menembak Antonio, bahkan kemungkinan besar pria itu memiliki teknik menembak yang sangat hebat. lihat saja Bahkan di CCTV pantai tersebut tidak menampakan tanda-tanda yang mencurigakan." jawab Paman Ridwan.
"Aku yakin Aslan adalah dalang dibalik penembakan Ini, Paman!" seru Isabella yang tidak terima.
"Tenang Bella, kita akan mencari cara untuk mengungkap dalang dibalik penembakan ini." jawab Paman Ridwan.
"Kita tidak usah mencari bukti mengenai penembakan Ini paman, jelas pria itu adalah dalangnya!" seru Isabella kembali. Nampak Paman Ridwan mencoba menenangkan Isabella yang sudah kehilangan kontrol karena melihat sang suami yang tertembak.
** bersambung ***
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih 😊👍👍👍❤️❤️❤️😊🎶
__ADS_1