
"Tidak, Kau pasti bohong!" seru Isabella kepada Hilma yang berada di depannya.
"Saya tidak bohong, Nyonya. pria itu telah membuat rencana itu begitu lama, semenjak anda pertama kali USG di rumah sakit." jawab Hilma.
"Lalu, Mengapa kau dan dokter mu itu tidak mengatakan padaku!" seru Isabella yang darahnya sudah mulai mendidih.
"Kami diancam akan dibunuh, bahkan keluarga dokter yang menangani kehamilan anda telah disekap oleh pria itu." jawab Hilma.
"Lalu kenapa monitor Rumah sakit memperlihatkan kalau janinku hanya satu!" seru Isabella.
"Itu semuanya siasat dokter Barco yang diancam, Nyonya. kami semua tidak berdaya.. pernah dokter Barco akan melarikan diri, namun salah satu putranya ditembak. Hal itu membuat dokter Barko menuruti semua permintaan pria itu." jawab Hilma.
"Lalu Mengapa baru sekarang kau mengatakannya!" seru Nana kepada Hilma.
"Dokter Barco ingin pergi dari negara ini, nyonya. namun pria itu telah mengetahuinya saat dokter Barco membawa keluarganya pergi." jawab Hilma.
"Lalu apa yang terjadi dengan keluarga pria itu?" tanya Isabella.
"Dua anak yang tersisa dari dokter barco mengalami depresi, karena melihat orang tuanya dan 1 saudara mereka dibunuh di hadapan kedua anak Dokter Barco." jawab Hilma.
"Lalu Mengapa kau masih hidup?!" seru Isabella.
"Saya menuruti semua perkataan pria itu, Nyonya. namun saat saya tahu Dokter Barko dibunuh, saya melarikan diri.. setiap hari saya harus merasakan ketakutan jika pria itu menemukan saya." jawab Hilma.
__ADS_1
"Apakah kau tahu bagaimana ciri-ciri pria itu?" tanya Isabella.
"Saya tahu, Nyonya. Saya tahu persis.. namun dia memakai tahi lalat palsu." jawab Hilma.
"Kenapa kau tahu kalau itu tahi lalat palsu?" tanya Antonio.
"Karena saya Seorang perawat di bidang kulit, Tuan. jadi saya tahu." jawab Hilma.
Akhirnya Hilma menceritakan semuanya masa lalu yang dilakukan bersama Dokter Barco atas ancaman seorang pria.
"Tunggu sebentar aku akan menelpon seseorang!" seru Isabella.
"Apakah kau ingin menelepon salah satu anak buahmu itu, sayang?" tanya Antonio.
"Jika benar kita mempunyai 1 Putri lagi, maka dia harus mengembalikannya kepada kita!" seru Isabella. terlihat Isabella tangannya sudah gemetar, dadanya berdegup tidak karuan saat mendengar kabar yang diberikan oleh wanita asing itu.
"Duduk dan lakukan apa yang kuperintahkan seperti ditelepon tadi!" seru Isabella.
Akhirnya Hilma mengatakan Bagaimana ciri-ciri pria itu begitu detail, hingga membuat anak buah Isabella yang melukis itu nampak mereka menatap seorang pria tampan yang berasal dari tempat ini.
"Apakah kau kenal pria itu, sayang?" tanya Antonio setelah menatap lukisan yang dibuat oleh anak buahnya berdasarkan kata-kata dari Hilma.
"Arthur!" ucap Isabella saat melihat lukisan pria itu.
"Apakah kau mengenalnya, sayang?" tanya Antonio.
__ADS_1
"Coba Kau hilangkan tahi lalat itu!" perintah Isabella kepada anak buahnya. saat polesan putih dicoret kan ke tahi lalat lukisan itu, terlihat lah jelas kalau pria yang ada di lukisan itu adalah Arthur rekan bisnis dari Aslan.
Brakkk...
Isabella menggebrak meja tempat Mereka. terlihat wanita itu kepalanya sudah pusing, darahnya mendidih, dia tidak bisa mengatakan apapun karena yang terlihat lukisan itu benar-benar lukisan Arthur. seorang pria yang menjadi rekan bisnis Aslan.
"Brengsek, pria ini benar-benar brengsek!" seru Isabella yang terlihat nafasnya mulai tidak teratur.
"Tenangkan dirimu, istriku." ucap Antoni yang kemudian mencoba menenangkan sang istri,
"Ternyata selama ini kita telah diikuti oleh pria itu!" seru Isabella.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan?" tanya Antonio.
"Aku tidak akan membiarkan pria itu mengambil putriku!" seru Isabella.
"Tenangkanlah dirimu dahulu, setelah kau tenang kita akan mencoba untuk mencari keberadaan pria itu." ucap Antonio.
Isabella tidak bisa menenangkan pikirannya, apalagi dia mengetahui kalau dia telah melahirkan sepasang anak kembar. pikirannya sudah kacau saat dia mengetahui salah satu putrinya telah diculik oleh Arthur. Isabella mengambil ponselnya, Wanita itu sudah sangat marah bahkan kemarahan nya lebih menakutkan daripada saat dia menghadapi para mafia dan penjahat.
Isabella langsung menelpon seluruh anak buahnya yang berasal dari kalangan mafia.
"Aku telah memberikan foto pria itu kepada kalian, Aku minta Kalian cari pria itu sampai ketemu. Jika perlu buat dia tersiksa jangan bunuh. berikan dia padaku!" seru Isabella yang telah memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Arthur.
Antonio juga tidak ingin ketinggalan, pria itu langsung menelpon anak buahnya untuk mencari keberadaan pria yang telah dilukis oleh anak buah Isabella.
__ADS_1
Isabella menutup ponsel itu, Hilma yang melihat raut wajah Isabella yang sudah berubah.. terlihat Wanita itu sangat takut, dia baru melihat kemarahan seorang wanita yang begitu menakutkan.
** bersambung **