
"Apakah perasaanku saja atau sikap dia tidak seperti anak kecil lagi?" pikir Yan Xin
"Ibu inilah calon istri keduaku, namanya adalah Yan Xin" Xiao Ge memperkenalkan
Yan Xin pun mendekati Lei Cia.
"Salam bibi, aku harap kau menerima salamku ini" Yan Xin membungkukan badan
"Hoho, anak yang sopan, kau membawa calon menantu yang bagus anakku, nak Yan Xin kenapa kau memakai cadar dihadapanku ini, cepatlah buka cadarmu agar bibi bisa melihat wajahmu" senang Lei Cia
"Maafkan ketidak sopananku bibi, tapi ini permintaan Xiao Ge, aku sebagai calon istrinya tidak bisa tidak menurutinya" tunduk Yan Xin
"Hahaha, Xiao Ge kau membawa calon yang sangat anggun dan sopan!, ibu sangat senang akan hal itu" tawa Lei Cia
"Baguslah kalau ibu senang, Yan Xin kesinilah, aku akan memperkenalkanmu kepada Xiu Er" senyum Xiao Ge
"Tunggu sebentar, bibi ini hadiah untukmu dariku sendiri"
__ADS_1
Yan Xin mengambil buket bunga mawar dari kantong lengan bajunya.
"Woahhh~, bunga mawar ini amat sangat indah dan anggun!, warnanya yang merah legam itu sangat cocok denganku" girang Lei Cia
"Baguslah kalau bibi menyukainya, aku membuat buket bunganya sendiri dengan tanganku, kebetulan aku juga sangat menyukai bunga mawar" senyum Yan Xin
"Memang benar-benar calon menantu yang sangat istimewa!, ternyata kesukaan kita itu sama!" girang Lei Cia
"Cih!, dasar wanita ular!, bagaimana bisa dia baru saja datang bisa mencuri perhatian bibi sedangkan aku tidak bisa!?" ucap Xiu Er dalam hati
"Dan bibi aku harap kau tahu benda ini.... aku menemukannya disekitar taman perguruan saat melihat-lihat tadi" Yan Xin mengeluarkan sesuatu dari kantong lengan bajunya
"Dan bisa-bisanya dia menemukan sisir kayu usang itu!, padahal aku sudah membuangnya karena kesal pada wanita tua itu!" ucap Xiu Er dalam hati
"Sukurlah jika kakak bisa menemukan sisir kesayangan bibi, emm.... sebetulnya aku yang menghilangkannya" timbrung Xiu Er dengan wajah merasa bersalah
"Sudahlah Xiu Er, aku bilang kau tidak bersalah, aku yang bersalah dalam hal ini" ucap Xiao Ge
__ADS_1
"Huh!, jangan salahkan terus dirimu anakku, memang wanita itulah yang salah!" ucap Lei Cia mengarahkan matanya kepada Xiu Er
"Memang, ini sangat menarik, aku tidak menyangka jika ibu Xiao Ge sangat tidak suka dengan Xiu Er, dan muka menjijikan wanita bernama Xiu Er itu sangat menjanjikan, ayo kita ikut dalam drama ini, ini pasti sangat seru!" ucap Yan Xin dalam hati sambil tersenyum di balik cadarnya
"Sudahlah ibu, ibu jangan menyalahkan Xiu Er terus-menerus, sisir nya kan sudah ketemu, aku mohon ibu jangan marah-marah dan menyalahkan semuanya pada Xiu Er lagi" mohon Xiao Ge
"Xiao Ge apakah ini adalah orang yang kau bicarakan terus-menerus kepadaku?" tanya Yan Xin
"Benar Yan Xin, ini adalah Xiu Er, calon istriku yang pertama" jawab Xiao Ge
"Salam kepada kakak Xin, namaku Xiu Er, aku harap kau dan aku bisa bersahabat untuk kedepannya" bungkuk Xiu Er dengan ekspresi lugu
Yan Xin memutarkan matanya yang merah legam.
"Aku harap juga begitu, Bunga juga akan cepat mati kan?, jadi kau tidak perlu khawatir kecuali bunga itu bunga kertas, yang harus kau jaga saja agar tidak rusak dan tidak kau siram" senyum Yan Xin
"Apakah perasanku saja atau dia sedang mengejekku?" Xiu Er dalam hati
__ADS_1
"Haha, aku rasa calon menantuku yang kedua ini tidak menyukai wanita ******* itu sama sepertiku, kita memang ditakdirkan untuk menjadi keluarga, memang anakku tidak salah memilih, ibumu bangga kepadamu nak, dan mari kita saksikan pertunjukan yang akan dimainkan oleh calon menantu keduaku ini" ucap Lei Cia dalam hati sambil tersenyum bangga