Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 117 (Season 3)


__ADS_3

Yan Xin yang mendengar dirinya diomongkan hanya terus berjalan menaiki tangga kayu.


Dan tampaklah pintu-pintu ruangan berlatih yang lebih besar dari pada sebelumnya, dan benar saja di pintu itu tertulis 'khusus terkuat'.


Yan Xin pun berniat membuka salah satu pintu itu.


"Apa yang kau lakukan!?, siapa kau!?" cegah seseorang


Yan Xin pun membalikkan badannya, ternyata itu adalah Kang Nam, dan segerombolan senior lainnya.


"Aku hanya ingin memilih ruangan latihan ini" jawab Yan Xin dengan ekspresi datar


"Apakah kau tidak tahu dari garis bawah menara itu, di atasnya sudah di cap sebagai ruangan latihanku!?" tegas Kang Nam


"Menara latihan ini khusus untuk murid berlatih, jadi siapa kau yang berhak memiliki semua ruangan di atas ini?" ucap Yan Xin datar


"Berani sekali kau berbicara seperti itu kepadaku yang berada di atasmu!, sepertinya aku harus memberi pelajaran pada wanita buruk rupa ini!" geram Kang Nam


"Tunggu dulu Kang Nam, bagaimana bisa kau kasar terhadap wanita?" cegah Xu Lau dengan senyuman cabulnya


"Kita nikmati terlebih dahulu tubuhnya baru kita membunuhnya, toh tidak ada yang akan berani datang ke sini" sambungnya lagi


"Haha, Xu Lau apakah kau yakin menginginkan wanita buruk rupa ini, lihatlah dia, saking buruk rupanya dia sampai memakai cadar, hahaha" tawa Ling Gu


"Hei mana kau tahu sebelum kau melepaskan cadarnya?, mungkin dia adalah wanita yang dangat cantik, lihatlah mawar yang terselip di telinganya dan matanya yang berwarna merah sama dengan mawar itu, meurutku dia adalah wanita yang cantik" senyum Xu Lau cabul


"Terserah mau dia cantik atau jelek, yang jelas dia sudah menghinaku dengan mulutnya itu, tidak akan bisa kumaafkan!" ucap Kang Nam

__ADS_1


SEK !


Kang Nam pun mengambil kuas dari sakunya dan menggambar sesuatu di udara kosong, dia menggambar panah dari kuas itu, seketika satu panah yang digambarnya berlipat ganda.


Panah-panah dari tinta itu pun melayang siap untuk menyerang Yan Xin.


"Inilah akibatnya kalau kau berani melawanku!"


"Panah Kuas Legendaris!"


Panah-panah dari tinta itu pun meluncur terbang ke arah Yan Xin.


"Bunga Mawar Raksasa Pelindung~"


Dengan lembut Yan Xin memanggil mawarnya, seketika dari bawah kaki Yan Xin tumbuhlah mawar raksasa dan menguncup menutupi tubuh Yan Xin.


Panah-panah tinta itu pun gagal menembus Yan Xin.


"Cih!, dia berhasil menahannya!" geram Kang Nam


"Tapi lihatlah ini!...."


Kang Nam pun menggambar lagi di udara dengan kuasnya, kali ini dia menggambar jarum yang sangat tipis.


"Hm!, pasti bunga mawarmu itu tidak akan bisa menahan jarum tintaku yang tipis ini" ucapnya


"Jarum Tinta Penembus Kulit!"

__ADS_1


Seketika jarum-jarum itu meluncur terbang ke arah Yan Xin.


"Lapisan Pelindung Bunga Mawar~"


Seketika muncul lagi bunga mawar raksasa di mawah Yan Xin dan menguncup menutupi tubuh Yan Xin


TING! TING! TING! TING!


Lagi-lagi serangan dari Kang Nam gagal melukai Yan Xin.


"Apakah ini murid yang selalu dipuji oleh pemimpin perguruan dan dihormati oleh semua orang?, aku rasa kau itu sungguh tidak berguna" seringai Yan Xin


"Huh!, kau belum melihat kekuatanku yang sesungguhnya, aku sebagai murid senior yang dihormati disini menantangmu di pertarungan hidup mati, disana aku akan lebih serius melawanmu" ucap Kang Nam sombong


"Tentu, aku akan menerimanya, tapi sebelum itu kau harus menerima balasannya karena kau sudah berani menyerangku" ucap Yan Xin dengan senyum menakutkannya


PAK!


Yan Xin pun menyatukan kedua tangannya seperti orang hindu yang sedang berdoa.


SRET! SRET! SRET! SRET!


Seketika muncullah akar mawar yang berduri menyelimuti lantai atas menara latihan itu.


Dari akar berduri itu tumbuhlah kuncup mawar raksasa dengan jumlah yang sangat banyak.


"Kuncup mawar raksasa yang ditumbuhkannya ini terlihat berbahaya!, dan... dan aku merasakan di dalamnya akan keluar sesuatu" Kang Nam dalam hati

__ADS_1


"Nikmatilah balas dendam dariku, hahahaha!" gelak tawa Yan Xin yang menakutkan


__ADS_2