
"Ingatlah kakek tua aku tidak ada waktu untuk bermain-main denganmu" datar Yan Xin
"Benar, aku juga tidak ada waktu untuk bermain-main dengamu, aku rasa semua tekhnik yang kumiliki tidak akan mempan untuk membunuhmu, TAPI SEMUA MURIDKU BISA!!, MURID-MURIDKU KELUARLAH DAN BUNUH DIA!!" teriak kakek Gunung
Semua murid dari kakek gunung pun bergerombol keluar dan membentuk formasi mengelilingi Yan Xin.
Para murid itu pun menggigit jari mereka hingga mengeluarkan darah dan darah itu diusapkanya ke tanah.
"TEKHNIK FORMASI TENTARA MAYAT HIDUP!"
(teriak para murid kakek gunung bersama-sama)
Seketika terbentuklah sinar pola yang ditengahnya terdapat Yan Xin yang berdiri.
Dan seketika itu pula muncullah para tentara mayat hidup dengan baju zirah dan dengan kudanya memegang senjata yang tajam, tentara mayat hidup itu diperkirakan berjumlah ribuan.
Yan Xin yang sadar akan jumlah dari tentara mayat itu, semua tekhniknya tidak akan berguna melawan tentara mayat itu, tapi dengan keadaan tenang, Yan Xin memuncukan pedang yang diberikan ayah angkatnya.
Pedang yang hanya setengah itu langsung memberikan kepercayaan diri kepada Yan Xin.
"Hahaha, untuk apa kau memunculkan pedang jelek yang sudah rusak itu?" kakek gunung meremehkan
Semua mayat hidup tentara itu pun langsung berlari dengan kudanya menuju Yan Xin dengan menyerbu.
__ADS_1
Yan Xin hanya fokus ke dalam dirinya dan mengalirkan semua aura yang dimilikinya ke dalam pedang itu.
SRIIIIIIINGGGGGGG~
Pedang itu pun bersinar bagaikan bintang terang benderang.
"A, apa ini!?, sinar itu membuat mataku hampir buta!" teriak kakek gunung
Begitupun para murid yang membentuk formasi mengeluh karena sinar putih dari pedang Yan Xin itu.
Dengan percaya diri Yan Xin pun menanjapkan setengah pedang itu ke tanah.
BLASHHHH !!!
Semua tentara mayat hidup dan para murid yang membuat formasi itu lenyap di terpa ombakan sinar putih dari pedang yang ditancapkan Yan Xin.
Yan Xin pun mencabut kembali pedang itu.
"Pe, pedang apa itu?, a, aku ingin mengetahuinya" tanya kakek gunung terpata-pata karena sekarat
"Untuk apa kau ingin mengetahuinya?, kau juga akan mati, toh tidak ada gunanya untuk memberi tahumu"
BLASHH !
__ADS_1
Yan Xin menusuk kakek gunung menggunakan pedang itu dan menusuk jantungnya.
TING!
"Selamat pemain berhasil menyelesaikan misi rahasia, pemain dihadiahi 50.000 poin belanja, total poin belanja pemain sekarang berjumlah 59.000"
"Bagus, tidak sia-sia aku membalas dendam kepada kakek tua ini, dan mari kita untuk menyerap kekuatannya, sudah lama sekali aku tidak berkultivasi untuk menaikkan ranahku, Sistem kau harus berjaga"
"Baik putri"
Yan Xin pun bersila di hadapan mayat kakek gunung dan mulai berkultivasi dengan menyerap energi dan aura dari dalam tubuh kakek gunung.
Keesokan harinya di perguruan Qeingyu, paviliun Yan Xin...
"Hoamm... setelah menyerap energi dan aura dari kakek tua itu ranah ku naik pesat dari yang ranah semesta tingkat satu menjadi galaksi tingkat dua" ucap Yan Xin yang baru bangun
"Kau memang tak tanggung-tanggung putri" ucap sistem
TOK TOK TOK
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Nah sekarang yang kita tunggu sudah datang, masuklah Xiu Er palsu" senyum Yan Xin
__ADS_1
Xiu Er pun masuk dan mendekat kepada Yan Xin
"Salam majikan, saya sudah mendapat beberapa informasi mengenai rencana Gang Li" ucap Xiu Er