
Setelah membunuh para kultivatir itu, Yan Xin pun mendekati burung Hulis yang terikat di bibir gua itu.
"Sepertinya para kultivator itu menemukan sarang burung Hilis di dalam goa ini, memang burung Hilis itu suka tempat gelap dan sunyi"
"Lihatlah burung Hilis yang telah menjadi taksasa karena marah ini, mereka mengikatnya dengan tali tembaga ajaib, ck ck ck, kau sangat kasihan" sambung Yan Xin
TAP
"Untuk membuatnya menurutiku, aku harus memindahkan sedikit auraku ke kepala burung Hilis ini, dan membiatkannya memakan sedikit darahku" Yan Xin menyentuh kening burung itu dengan telapak tangannya
SYUUU~
Aura Yan Xin menyalur ke telapak tangannya dan menyalur lagi ke kening burung Hilis itu.
"Fyuhh!, penyaluran aura telah selesai, sekarang tinggal memberikannya sedikit darah yang kupunya" Yan Xin mengambil batu tajam di tanah
SRET !
Menyebet tangan kanannya hingga mengeluarkan darah dan memekankannya kepada burung Hilis itu.
"Baiklah, sudah selesai" ucap Yan Xin
SYUUU~
SYUUU~
__ADS_1
Seketika terpancarlah aura kemerahan dari tubuh burung Hilis itu.
"PYAK!, PYAK!, PYAK!" amuk burung Hilis itu
"Sudah kuduga untuk menaklukanmu itu tidak semudah yang dibayangkan, jika itu yang kau mau maka baiklah, aku akan menunjukkan kekuatanku" senyum Yan Xin
Tidak mudah untuk menaklukan burung Hilis untuk mengakui seseorang sebagai tuannya.
Burung Hilis akan menguji kekuatan sang penakluk terlebih dahulu untuk melawannya di udara, jika penakluk menang maka burung Hilis akan tunduk, jika penakluk kalah maka penakluk, akan menjadi makanan sang burung Hilis.
Sekarang keduanya sedang terbang melayang diudara menghadap satu sama lain.
"Kau memang burung yang agresif, baiklah mari kita selesaikan ini dengan cepat" seringai Yan Xin
Setelah pertarungan yang tak habisnya...
TAP
Yan Xin turun dari udara.
"Baiklah sekarang aku sudah menang melawanmu, kau harus tunduk kepadaku sekarang" ucap Yan Xin
"PYAK!" tunduk burung Hilis itu
"Bagus, sangat bagus sekarang ubah bentukmu menjadi menjadi manusia" perintah Yan Xin
__ADS_1
SYUUUUUU~
Seketika burung Hilis itu menjadi wanita cantik yang kecantikannya tiada tara.
"Salam untukmu tuan, apakah boleh aku memuji tuan sekarang, tuan sangat amat tampan" genit burung Hilis itu
"Sudah, jangan macam-macam, aku tidak akan tergoda oleh tipu muslihatmu itu, sekarang ikuti aku" perintah Yan Xin
"Tunggu tuan, aku tidak mungkin meninggalkan telurku" ucap burung Hilis itu
"Apakah kau mempunyai telur didalam goa ini?" tanya Yan Xin
"Benar, aku lupa menutup auraku yang sangat kuat sehingga para kultivator itu menemukan keberadaanku, aku akan masuk dulu ke dalam goa untuk mengambilnya" Hilis pun berjalan masuk ke dalam goa diikuti Yan Xin
Setelah dilihat kedalam, terlihatlah sarang burung yang terbuat dari kristal dengan satu telur kristal merah.
"Kau hanya punya satu telur, dalam legenda, burung Hilis harusnya mempunyai 3 telur dalam 100 ribu tahun" ucap Yan Xin
"Kedua telurku yang lainnya pecah karena serangan para kultuvator itu, hanya satu inilah yang tersisa, anakku yang satu ini harus menetas dengan baik, bolehkah aku membawanya tuan?" Hilis dengan tatapan memelas
"Ck yasudah, cepatlah" jawab Yan Xin
"Hiks terima kasih tuan, tuan memang sangat baik dan tampan" ucap Hilis dengan satu kedioan mata
"Dan ingat jangan menggunakan kekuatanmu untuk hal yang tidak penting, atau menunjukkannya kepada orang lain, itu akan merugikanku!" tegas Yan Xin
__ADS_1
"Baiklah Tuan"