
"Te, ternyata ini adalah akar mawar!, tetua Xiang sebagai tetua yang terkuat diantara kami kumohon kau melakukan cara supaya kita bisa bebas dari sini!, aku merasa akan terjadi sesuatu yang sangat dasyat!" kaget Tetua Mei
"Nak, mohon tenangkan dirimu terlebih dahulu!, mari kita berbincang sebentar untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini" mohon tetua Xiang kepada Yan Xin
"Tidak perlu untuk memohon pada murid tetua, biar aku saja yang melawannya sekaligus membalaskan dendamku!" ucap Kang Nam yang turun dari area penonton ke arena
"Aku menantangmu!" tunjuk Kang Nam pada Yan Xin
Yan Xin hanya tersenyum Smirk di balik cadarnya.
PAK !
Yan Xin menyatukan lagi kedua tangannya dengan serempak.
Tiba-tiba mawar yang mekar kembali menguncup dan semua akar hitam di arena kembali ke dalam tanah.
Semua tetua pun merasa lega dengan nafas dari huidung yang membara karena mereka pikir mereka sudah terbebas dari semua mencana dasyat.
"Kau ingin menantangku, apa yang akan kudapatkan jika aku menantangmu?" Yan Xin datar
__ADS_1
"Aku bertaruh terhadap perguruan Qeingyu ini!" tegas Kang Nam percaya diri
Semua tetua dan murid yang menonton terkaget-kaget akan ucapan dari Kang Nam.
"Apa yang kau katakan!, kau bukan pemimpin di perguruan Qeinygu ini!, beraninya kau mengatakan hal yang merendahkan perguruan!" marah tetua Xie
"Tak apa, aku menyetujuinya, lagipula Kang Nam adalah murid Genius nomor satu di perguruan Qeingyu ini, kalian semua para tetua tidak perlu khawatir, aku yakin Kang Nam akan menang" ucap Nang Gong
"Apakah anda salah bicara pempin?, walaupun Kang Nam adalah murid Genius nomor satu di perguruan Qeingyu ini, tapi aku merasakan murid bercadar itu sungguh sangat kuat" timbrung tetua Hong
"Benar pemimpin, kau tidak boleh gegabah, bisa saja nanti kau menyesal apa yang kau katakan ini, aku takut...."
Nang Gong pun mendekati Kang Nam.
"Kang Nam sebagai murid nomor satu di perguruan Qeingyu aku menerima perguruan ini ditaruhkan di pertarungan ini" Nang Gong memegang pundak Kang Nam
"Terima kasih atas kepercayaan pemimpin perguruan, aku tidak akan mengecewakan pemimpin!" ucap Kang Nam
"Tapi aku juga ingin bertanya kepadamu, apa yang kau taruhkan jika aku menang?" tanya Kang Nam
__ADS_1
Yan Xin yang hanya menyeringai di balik cadar pun menengadahkan tangannya ke depan.
SRIIINGGG~
Muncullah Pil emas bercorak naga di tangan Yan Xin.
Semua tetua pun menjadi gempar.
"Bu, bukankah itu adalah Pil naga kepala sepuluh!" kaget tetua Xie
"Benarkah itu Pil naga kepala sepuluh, Pil itu sangat amat langka karena semua alkemis di daratan ini mulai menipis dan tidak ada yang bisa membuatnya!" kaget tetua Hong
Pil Naga Kepala Sepuluh adalah Pil yang amat langka sekali karena kesulitan yang dibuatnya, bebrapa alkemis yang diketahui di benua Jarfi ini pernah mencoba ribuan kali membuan Pil naga kepala sepuluh, tapi sampai sedikit lagi hari Pil itu terbentuk, pil itu hancur lebur di dalam tungku.
Nang Gong yang melihat Pil iti di tangan Yan Xin mulai memperlihatkan ekspresi marahnya lagi.
"Beraninya kau.... beraninya kau mencuri Pil itu dari pagoda giok perguruan Qeingyu!" teriak Nang Gong
"Aku tidak percaya jika murid sepertimu dapat mencuri barang berharga dari perguruan ini!" sambungnya lagi
__ADS_1