
Di pavilliun danau biru...
"Aku ingin bertanya kenapa paviliunmu terlihat sangat kumuh dan kering?" Tanya Yan Xin sambil menyeruput teh persik yang di sediakan Xia He
"Saat saya baru datang kemari saya dijebak oleh selir Li dan ditempatkan di paviliun yang sudah lama ini" Jawab selir Huan menyeruput teh
"Apa aku tidak salah dengar?, anda bilang bahwa paviliun ini sudah sangat lama?, tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya sebelumnya?" Tanya Yan Xin
"Putri tidak salah dengar, memang ini adalah paviliun yang sudah lama dan usang, mungkin putri tidak pernah melihatnya karena batu gaib" Jawab selir Huan
Batu gaib adalah batu yang mempunyai kekuatan menghilangkan benda sehingga benda tersebut terlihat transparan, batu gaib sudah sangat jarang ditemui dan hanya dimiliki oleh orang berkepunyaan.
"Batu gaib?, kenapa aku tidak melihatnya, dimana batu gaib itu ditempelkan?"
"Batu itu tidak ditempelkan, melainkan dikubur di depan pintu paviliun ini sehingga tidak ada yang bisa menemukannya" Ucap selir Huan
"Jadi aku tidak pernah bertemu paviliun ini karena batu gaib?" Pikir Yan Xin
__ADS_1
"Bagimana dengan teh buatanku putri?, maaf karena hanya ada teh persik, kepala pelayan sangat pelit kepada kami" Cemberut Xia He
"Teh persik juga sangat enak, ini adalah salah satu teh kesukaanku" Senyum Yan Xin
"Baguslah kalau anda suka putri, kepala pelayan hanya memberi kami teh ini saja" Ucap selir Huan
"Nona kau harus memberi tahu putri yang sebenarnya, kalau tidak hari-harimu akan sangat berat!, biar aku yang memberitahu..."
"Jangan Xia He!, kita sudah merepotkan putri terlalu banyak!, kalau kita meminta bantuannya lagi aku merasa tidak enak kepadanya" Cegah selir Huan
"Baiklah aku mengerti perasaan kalian, tapi kita harus memancing ikan dulu sebelum memasaknya, ikuti rencanaku dan berektinglah bersamaku" Seringai Yan Xin
Keesokan harinya...
Hari ini adalah hari dimana keluarga Xin mengadakan upacara rasa syukur kepada langit karena telah diberikan keberkahan dan kemakmuran bagi keluarga Xin.
Mereka berkumpul disuatu tempat dan menyajikan persembahan di pinggir danau teratai.
__ADS_1
Di paviliun danau biru...
"Hari ini adalah hari yang suci dan semua harus hadir dan berdoa kepada langit di pinggir danau teratai, menurutmu pakaian apa yang harus kupakai di hari ini Xia He?" Tanya selir Huan
"Menurut saya anda bagus dengan pakaian berwarna kuning terang nona" Senyum Xia He yang sedang menyisir rambut selir Huan di hadapan cermin
"Jangan memakai pakaian mencolok, pakailah pakaian dengan satu warna dan tidak perlu memakai perhiasan" Ucap Yan Xin yang baru muncul
"Salam putri, tapi kenapa anda menyarankan memakai gaun yang polos?, ini hari yang sangat spesial, dan hari yang spesial berkaitan dengan gaun yang indah" Tanya Xia He
"Haha, apakah kau tidak tahu, hari ini memang hari spesial, tapi di keluarga Xin ketika menghadiri upacara persembahan harus memakai pakaian yang polos untuk menghargai langit" Jawab Yan Xin
"a, apakah yang anda katakan benar?, hampir saja aku mencelakai nonaku" Syukur Xia He
"Ingatlah rencana yang kita bahas selir Huan, aku sangat menunggu aksimu" Seringai Yan Xin
"Anda tenang saja putri, aku akan menjalankan rencana ini dengan sangat baik" Yakin selir Huan
__ADS_1