
"Wah wah, rencanamu sangat amat cerdik putri, kau mengatakan jika kau hanya bisa menyelamatkan salah satunya agar Jianheeng memohon padamu dan merasa berhutang budi" Rang Rang bertelepati
"Sekarang burung telah terjerat, setelahnya mari kita kurung di kurungan besi" seringai Yan Xin
"Tentu saja ada, tapi ini akan sulit, perjalanan nasibmu sangat tidak baik, salah satu tragedinya inilah yang terjadi" Yan Xin
"Nasib tidak baik?, bagaimana mungkin pemimpin perguruan putih bernasib tidak baik, nasib pemimpin perguruan sangat baik, contohnya adalah dia telah menjadi pemimpin perguruan putih yang makmur selama berpuluh-puluh tahun" ucap tetua Qi
"Memang benar, tapi setiap orang memiliki nasib baik dan nasib tidak baik, tapi aku melihat di dalam diri pemimpin perguruan putih, dia memiliki sebagian besar nasib tidak baik, atau bisa dibilang nasib buruk" jawab Yan Xin
__ADS_1
"Katakan padaku, bagaimana cara aku menyingkirkan nasib burukku ini, jika itu bisa menyelamatkan nyawa Lien Hua, maka aku akan melakukan segala cara" ucap Jianheeng
"Sebagian nasib burukmu dikarenakan kesalahanmu sendiri, akibat dari kesalahan itu kau menjerumuskan seseorang ke jalan yang tersesat, nasib burukmu itu akan terus terikat jika kau belum menerima perminta maafan dari dia" jawab Yan Xin
"Apakah kau tahu siapa orang itu?" tanya Jianheeng
"Kau yang harus memikirkannya sendiri karena itu adalah ulahmu di masa lampau, aku hanya bisa membantu sampai disini. dan untuk Minghao dan Mingmei serta Nuwa, tolong jaga Huanran disini" ucap Yan Xin langsung melebur menjadi kelopak mawar dan menghilang
Malamnya di ruang baca pemimpin, Jianheeng duduk di kursi bacanya sambil memikirkan apa kesalahan yang ia perbuat sehingga nasibnya menjadi tidak baik dan hampir merenggut nyawa Lien Hua.
__ADS_1
"Apakah ini kutukan darimu Yueyin?" gumam Jianheeng
"Andaikan kau tau yang sebenarnya terjadi pada saat aku ingin memenuhi janjiku untuk bertemu denganmu, sebenarnya sebelum aku bertemu denganmu aku memang sudah dijodohkan, tapi saat itu aku menolak karena bagaimana mungkin aku menikahi orang yang tidak aku kenal dan tidak aku cintai, tapi saat aku menjalankan tugas dan berteduh dirumahmu karena hujan, belum beberapa jam aku sudah tepikat oleh tingkah lugumu, seharusnya aku tidak terburu-buru untuk memberikan janji kepadamu, pada saat aku ingin menemuimu kembali, utusan dari perjodohanku datang dan aku ditahan oleh para pengawal sehingga aku tidak bisa menemuimu, tetapi kalau aku pada saat itu memberontak mungkin aku memang akan berhasil menemuimu, tapi aku takut peperangan di antara perguruan putih dan perguruan timur terjadi, jadi aku hanya bisa menuruti perintah ayahku" gumam Jianheeng
"Setelah aku resmi menikah, aku mencoba menemuimu kembali, tapi rumahmu seketika hilang seperti lenyap di telan bumi bersama yang meninggalinya, aku mencoba mencarimu di semua tempat yang pernah kau kunjungi, tapi aku tak pernah sekalipun menemukanmu" lanjut Jianheeng
"Yueyin apakah kau sekarang masih hidup.... jika iya dimana kau sekarang..." Jianheeng
Terlihat dari atap ruang baca, Yan Xin sedang mendengarkan menggunakan barier pelindung agar tidak ketahuan.
__ADS_1
"Astaga sungguh pedih sekali kisah cinta pemimpin perguruan putih, kalau aku menjadi Yueyin maka aku akan menemuinya dan memintanya bertanggung jawab terhadap janjinya" ucap Hillis kesal
"Haha bagaimana bisa begitu, Yueyin tidak menemuinya pada saat itu karena dia pikir itu hanya akan sia-sia karena itu hanya sebuah janji belaka, tapi berbeda jika Jianheeng sang pemimpin perguruan putih ini menghamilinya" Yan Xin