
"Benar kita harus memberinya hukuman cambuk, untuk hal tidak tahu malu yang telah dilakukannya!" saut gadis lainnya
"Tunggu, apa yang kalian bicarakan?" tanya Yan Xin sambil mengorek kupungnya dengan jari
"Kau masih bertanya?, sudah jelas kami tahu bahwa tadi malam kau tidak ada di Paviliunmu, sudah pasti wanita sepertimu bermain dengan pria lain di luar sana" jawab ibu Ratu
"Kakak ipar, kau tidak melakukan hal itu kan, saat aku berkunjung ke sini saat malam aku mengetahui bahwa kau tidak ada di Paviliunmu dan aku melihat ada jejak kaki pria di halaman paviliunmu, apakah pria itu membawamu keluar istana dan kalian bermesraan disana" sambung Luo Chun dengan ekspresi tidak bersalah
"Dan kenapa sang Kaisar juga ikut-ikutan, apakah hal ini sepenting itu sehingga anda juga datang berkunjung?" Yan Xin berjalan dan duduk di kursi
Kaisar hanya diam dengan ekspresi datar.
"Kau jangan banyak bicara!, akui saja jika kau berkhianat!, dan berpisahlah dari anakku!" ucap ibu Ratu
__ADS_1
"Haha, lihatlah orang-orang bodoh ini, ini pengecualian bagimu Kaisar" tawa Yan Xin
"Dasar tidak tahu malu!, beraninya kau tidak sopan kepada Kaisar!, seharusnya kau mempersilahkan Kaisar duduk dan bukannya kau sendiri yang duduk sedangkan Kaisar berdiri!, aku akan memberitahukan anakku Anming untuk menceraikanmu karena kau bersikap tidak sopan!" marah ibu Ratu
"TUTUP MULUTMU ITU WANITA TUA!" tegas Yan Xin dengan nada bergema
Seketika ibu Ratu merasa tekanan yang kuat dan mundur perlahan.
"Hiks... Kaisar lihatlah wanita itu, dia sangat tidak sopan terhadapku dan anda, bagaimana bisa anda mengizinkan dia menikahi anakku Anming" ringis Ratu
Kaisar hanya diam dengan ekspresi datar.
"Oh ternyata tikus menjijikan ini sudah melancarkan aksinya" Seringai Yan Xin dalam hati
__ADS_1
"Kau bilang aku dari desa?, dari mana kau tahu aku dari desa?, bukankah pengawal yang diutus kaisar hanya menemukanku di tepi jalan dan sedang pingsan?" tanya Yan Xin
"Ma, maksudku walau kau bukan dari orang berada seharusnya kau bersikap sopan santun kepada yang lebih berkuasa" gagap Luo Chun
"HAHAHAHAHAHA!!!" Yan Xin tertawa terbahak-bahak
Para gadis Ibu Ratu dan Luo Chun pun terheran-heran mendengar suara tawa Yan Xin yang sangat Nyaring itu.
"Hahaha, yaampun kau membuatku tertawa pangeran kedua, bicaramu itu berbalik-balik seperti angin, sebelum kau bicara sebaiknya kau cari tahu dulu tentangku dan jangan asal bicara seperti perempuan" ucap Yan Xin
"Jangan banyak bicara!, bukti kalau kau kabur dengan pria lain sudah terungkap karena Luo Chun yang melihatnya tadi malam di halaman kediamanmu!" ucap Ibu Ratu
"Tadi malam?, pangeran kedua kenapa kau ke Paviliunku pada malam hari?" tanya Yan Xin memojokkan
__ADS_1
"Itu... aku, aku ke paviliun kakak ipar malam hari karena ada urusan penting yang mau kubicarakan, sa, saat aku sampai ke paviliun kakak ipar, aku melihat jejak sepatu milik pria di halaman, dan saat aku mengetuk pintu paviliunnya, tidak ada yang menjawab" jawab Luo Chun
"Urusan penting?, urusan penting apa sehingga kau berkunjung ke Paviliun Gongzu ku pada malam hari?" Yan Xin memojokkan lagi