
"Terserah jika kau mau percaya atau tidak, itu bukan urusanku!" Alkemist tua Hien pergi
Tiba-tiba Jianheeng bangkit.
"Anda akan pergi kemana pemimpin?" tanya Tetua Tertas
"Walaupun disebut sebagai legenda, tapi aku akan tetap mencari Maharatu Pill" Jianheeng
"Jangan pergi kemana-mana pemimpin, jika terjadi sesuatu kepada nyonya, kita tidak bisa melakukan apa-apa" cegah tetua Tuoli
"Maka sebaliknya jika aku hanya terus berdiam diri, maka istriku akan tetap dalam keadaan bahaya!" Jianheeng
"Benar apa yang dikatakan tetua Tuoli, jika anda pergi dan tiba-tiba nyonya memanggil anda, apa yang bisa kami lakukan" tetua Teratas
"Aku tetap dalam keputusanku untuk mencari Maharatu Pill" Jianheeng
"Maafkan aku Maharatu, karena kesetiaanku kepada pemimpin perguruan selama bertahun-tahun, aku tidak bisa lagi menyembunyikan keberadaanmu!" Tetua Teratas bersimpuh kepada Yan Xin
"Tetua teratas kenapa kau bersimpuh kepada wanita ini!, dimana kehormatanmu sebagai tetua teratas!" ucap tetua Yimin
"Jaga bicaramu!, simpuhku ini tak ada apa-apa, sebaliknya harusnya aku mencium kakinya!" ucap tetua Teratas
"Pemimpin perguruan, dia adalah Maharatu Pill, dia adalah orang yang anda cari" Tetua Teratas
"Apakah benar kau adalah Maharatu Pill, jika kau Maharatu Pill untuk apa kau mendatangi perguruan Putihku!" tanya Jianheeng waspada
__ADS_1
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya, dan terbuatlah halangan suara, jadi pembicaraan Yan Xin dengan Jianheeng tidak akan terdengar oleh orang lain.
"Kaili.... " ucap Yan Xin pendek
"Kaili...?, itu adalah nama pemimpin dari perguruan hitam, apakah kau utusan dari dia!?" Jianheeng
"Aku bertanya kepadamu, apakah kau mengenal Kaili?" tanya Yan Xin
"Tentu saja, dia adalah wanita jahat yang bersekutu dengan iblis demi mendapatkan kekuasaan, dia selalu berusaha menyerang perguruan Putihku tanpa alasan, dan menewaskan beberapa orang muridku, dia juga adalah ancaman terbesar bagi beberapa perguruan lain" jelas Jianheeng
"Haha, ternyata kau masih belum mengetahuinya, aku datang ke perguruan putihmu ini untuk menyelesaikan suatu masalah, apakah kau bisa memberiku tempat tinggal untukk sementara?" Yan Xin
"Tentu, tapi aku ingin bertanya satu hal kepadamu, apakah kau beenar adalah Ratu Mawar sang Maharatu Pill?" tanya Jianheeng
"Apa maksudmu" Jianheeng mengerutkan kening
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya lagi, dan halangan suara pun hilang.
"Apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Maharatu kepada pemimpin, aku sangat penasaran?" Tetua teratas dalam hati
Yan Xin mendekati Lien Hua yang terbaring di ranjang.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah pedang menghalangi Yan Xin.
"Lancang sekali!, Apa yang mau kau lakukan kepada temanku!" cegah tetua Yimin
"Tetua Yimin!, kaulah yang lancang!, beraninya kau mengahalangi Ratu Mawar!" tegas Tetua Teratas
"Tetua Teratas, aku memang menghormatimu, tapi melihat wanita ini mendekati temanku Lien Hua!, aku tidak akan segan membumuhnya, dan lagi bukti apa yang dia miliki jika dia adalah Ratu Mawar sang Maharatu Pill" ucap tetua Yimin menarik sudut bibirnya
Semua tetua yang berada disitupun seketika merasa ragu dengan hanya mendengar perkataan tetua Yimin.
Seketika wajah Yan Xin berubah menjadi tanpa ekspresi.
Melihat itu Tetua teratas bersujud dan memohon pengampunan.
"Tolong Maharatu jangan mendengarkan perkataan tak pantas dari tetua junior itu, aku akan menghukumnya ketika masalah ini selesai!" sujud tetua Teratas
"Kau tidak bisa menghukumku tetua Teratas!, aku adalah sahabat dari Lien Hua, jika dia mengetahuinya maka dia juga akan menghukummu!" ancam tetua Yimin
"Dasar Manusia munafik, apa yang pantas darimu yang disebut dengan 'Sahabat', kau hanya memanfaatkan Lien Hua untuk kesenanganmu saja, dan kau pikir aku tidak mengetahuinya jika kau berusaha merebutku dari Lien Hua dengan rencana licikmu itu, jika bukan karena Lien Hua memintaku untuk menjadikanmu tetua di perguruan ini, aku tidak akan menjadikanmu apapun dan membiarkanmu menjadi gelandangan di jalanan!" ucap Jianheeng dengan tegas
"A, apa yang anda katakan pemimpin!, yang anda katakan itu tidak benar!" elak tetua Yimin
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Tiba-tiba dari rambut Tetua Yimin tumbuh satu bunga mawar berduri, dan bunga mawar itu meletus menyemburkan api dan membakar tubuh Tetua Yimin sampai lenyap.
Melihat itu para tetua yang berada disitu merasa ketakutan, dengan satu hentakan jari, Yan Xin bisa melenyapkan manusia di ranah semesta dengan begitu mudah.