
"Nona!, apakah tadi aku sudah salah melihat!?, kau mnggunakan elemen spesial 'Pengganda', padahal kau baru bisa menggunakan semua elemen Spesial saat kau menembus ranah Surga!?" kaget Rang Rang
"Seharusnya kau tidak kaget melihat itu, aku sadar bahwa ketika aku akan sampai di ranah Surga, aku akan bisa membuka beberapa kekuatan spesial dalam diriku" jawab Yan Xin
"Waah, aku telat meyadarinya tapi ucapanmu itu benar putri, aku telah memeriksa meggunaan sinar mata biru suci dan yang kau katakan itu benar" kagum Rang Rang
"Dan Putri, bukannya aku ingin buru-buru, tapi kusarankan agar kau cepat enyelesaikan misi dari Sistem, kau harus menembus ranah Surga secepatnya, aku takut jika ada orang yang lebih kuat darimu akan meghambatmu" sambung Rang Rang
"Kau tidak perlu khawatir soal itu, apakah kau tahu alasan aku membantu pak tua Gu dan anaknya untuk membuat tempat makan ini ramai pengunjung?" Yan Xin
"Aku sengaja membuat tempat makan ini ramai agar bisa membuka cabang-cabang tempat makan dis ekuruh dunia, kau harus tahu, jika itu terjadi maka akan banyak pengunjung yang berdatangan dan tentu saja jika itu terjadi maka kita akan mendaptkan sebuah informasi yang berguna, dengan membuka banyak cabang tempat makan Gu, maka kita bisa mendapatkan informasi berguna apapun" jelas Yan Xin
__ADS_1
"Tapi bukankah ada aku, aku bisa mmberikan infrmasi apa saja kepadamu" Rang Rang
"Hei apakah aku ini bodoh, setiap aku mnginginkan atau menanyakam sesuatu kepada Sistem pasti ada bayarannya, dan utu agat mahal, aku tidak mau bergantu untuk ini kepada Sistem, dan juga alasan lainnya aku mebantu pak tua Gu tentu saja karena Uang, jika aku membuka bayak cabang tepat makan, bukan cuma informasi tapi juga uangku akam terus mengalir Hahaha!" tawa Yan Xin
"Putri benar-benar sudah gila..." Rang Rang
...***...
"Kakak, kenapa kau memanggil kami kemari?, apakah ada sesuatu hal yang penting?" tanya Mo Heng
"Benar, aku akan keluar untuk pergi ke Paviliun bunga (Rumah Bordil), untuk menikmati wanita cantik, tapi playanmu daang a berkata aku harus menemuimu" sambung Mo Huang
__ADS_1
"Kalian hanya memikirkan kesenangan kalin sendiri dan bukannya malah takut, apakah kalian lupa sebentar lagi hari 'itu' akan tiba" ucap Mo Yan
"A, apa!?, apakah secepat ini!, hari itu akan tiba!?, ini tidak bisa dibiarkan!, jangan sampai si anak pembawa sial itu terpilih!" marah Mo Heng
"A, apa yang kalian bicarakan?!, hari apa!?" Mo Huang bingung
"Benar, hari terpilihnya seorang kaisar baru masa depan, jika ayahanda mati, maka seseorang diantara kitalah yang akan menduduki singgasana" Mo Yan
"Tapi kenapa kalian khwatir dan menebak-nebak jika Feng Yin lah yang akan menjadi kaisar, sudah jelas di dalam tubuhnya tidak ada darah keluarga kekaisaran" Mo Huang
"Walupun begitu apakah kita bisa diam saja, memang itu sudah membuktikan bahwa si anak sial itu tak memenuhi syarat untuk duduk di singgasana, tapi apakah kau tidak tahu watak ayah?, dia sangat menyayangi anak pembawa sial itu, dan kau juga tahu bahwa perintah kaisar tidak boleh disanggah, bagaimana jika Ayahanda meerintahkan Feng Yin yang menggantikan posisinya selanjutnya!" jelas Mo Heng
__ADS_1