
"Maaf terlambat memperkenalkan, namaku Mao Mao, tuan muda bisa memanggilku Ne Mao, dan ini cucuku Ah Ze" jawab Ne Mao
"Baiklah, kalau begitu panggil saja aku Yan Xin"
Malam pun tiba tak jauh dari gubuk, Yan Xin terbangun dan masuk ke dalam dimensinya untuk melihat perkembangan para lebah-lebah iblis dan keluar kembali bersila untuk berkultivasi.
Tak lama sebuah pergerakan muncul di balik semak-semak.
"Keluarlah Ah Ze, kenapa kau menyusul?" Yan Xin masih menutup mata dan bersila
"Um.... aku... a, aku hanya menyampaikan pesan nenek, kata nenek ini sudah malam seharusnya anda tidur" Ah Ze gemetar
"Kau tidur duluan saja, nanti aku akan menyusulmu, aku harus berkultivasi sebentar lagi" sambung Yan Xin
"Baiklah.... ta, tapi...." gugup Ah Ze
"Kenapa kau masih berdiri disitu?" tanya Yan Xin masih fokus berkultivasi
"Aku... aku ingin meminta.... meminta tolong padamu untuk... me... MENYEMBUHKAN NENEK!" teriak Ah Ze
"Kenapa kau percaya aku bisa menyembuhkan nenekmu?"
"Ka, kau bilang kau akan mengikuti lomba alkemis... ja, jadi sudah pasti kau adalah ahli dalam pengobatan atau membuat pil" jawab Ah Ze
"Hahaha anak kecil yang lugu, benar jika aku memang seorang alkemis tapi apa aku bisa menyembuhkan penyakit nenekmu yang sudah menyebar di dalam tubuhnya itu"
__ADS_1
"a, Aku percaya padamu!" ucap Ah Ze
"Haha anak kecil ini bukan soal kepercayaan tapi apa yang bisa kau berikan sebagai gantinya?"
"a, apapun yang kau inginkan aku akan memenuhinya, jika kau ingin membunuhku maka bunuhkah saja saat kau berhasil menyembuhkan nenek!"
"Hahahaha!" tawa Yan Xin
"Untuk apa aku membunuh anak kecil sepertimu, jangan anggap serius perkataanku, aku hanya bercanda denganmu karena kau sangat lucu" senyum Yan Xin
"Ja, jadi kau akan meyembuhkan nenek!?" kaget Ah Ze
"Tentu karena kalian telah memberikanku tempat untuk berteduh, tendu aku akan membalas kebaikan kalian, tapi dengan datu syarat kau harus membantuku" jawab Yan Xin
Yan Xin pun membuka matanya dan selesai berkultivasi.
"Uhhh!~, badanku ini sangat pegal, dan untuk mrnaiki ranah selanjutnya memang butuh perjuangan yang sangat dasyat, ayo kita pulang nak, aku sangat ngantuk, hoamm~"
"Baik!" Ah Ze bersemangat
"Hihi anak kecil seperti dia begitu bersemangat sangat lucu" Yan Xin dalam hati
...*****...
Hari esok tiba dengan Yan Xin yang keluar gubuk dan meregangkan semua badannya.
__ADS_1
"Hallo tuan, apakah tidurmu semalam nyenyak, maaf hanya bisa beralaskan tikar jerami" ucap Ah Ze
"Jangan khawatir, karena tidurku sangat nyenyak, dan panggil aku kakak saja" jawab Yan Xin
"Baik kak Yan, nenenk subuh-subuh sekali pergi ke ladang untuk memeriksa gandum yang ia tanam beberapa hari yang lalu jadi apakah kakak Yan akan menyembuhkan nenek saat nenek tiba?" semangat Ah Ze
"Aku tak percaya bocah ini sesemangat itu untuk menyembuhkan neneknya" Yan Xin dalam hati
"Baiklah, ayo turuni bukit dan kita belanja bahan obat di pasar, tapi aku yakin ada beberapa bahan yang tidak ada jadi nanti kita akan mencarinya di hutan" ucap Yan Xin
"Baiklah, ayo kita menuruni bukit!" semangat Ah Ze
...*****...
Sesampainya Di pasar kekaisaran gama, semua orang tampak berhimpitan saking penuhnya pasar.
"Tak disangka pasar ini begitu sangat ramai di oagi hari ini, bisa jadi bahaya kalau aku membuat Ah Ze berjalan di keramaian ini, aku takut dia akan terhipit oleh semua orang dan menghilang" Yan Xin dalam hati
"Ah Ze kesinilah" panggil Yan Xin
Ah Xe pun diangkat dan didudukkan di pundak Yan Xin.
"Ke, kenapa kakak Yan menggendongku, aku bisa berjalan sendiri, nanti kakak Yan akan pegal"
"Sudah jangan banyak bicara, duduk saja di pundakku, itu akan sangat membantu daripada nanti kau menghilang" jawab Yan Xin
__ADS_1