
"Benar, Ayahanda terlau memaksakn diri sapai jarang sekali keluar, ini kesempatan bagus untuk meghirup udara luar, untuk kesenangan ini biarkan aku mengisi cangkir ayahanda dengan teh" seringai Mo Yan
"Haha, baiklah anakku yang berbakti, apakah kalian sudah mempersiapkan diri untuk perlombaan Daun Emas?" tanya Kaisar sambil meneguk teh itu
Melihat Kaisar yang sudah meminum teh itu, ketiga pangeran langsung saling memandang.
"Tentu saja ayah, aku sudah berlatih sangat keras setiap hari" senyum Mo Huang
"Bagus, walupun di hari itu kalian bersaing sesama saudara, aku harap kalian tidak curang dan selalu membantu sesama" ucap Kaisar
"Tentu ayah, hubungan kami ini seperti benang nirwana yang tidak akan pernah putus" sambung Mo Heng
"Ayahanda, apakah tadi pekerjaan anda berat, kulihat ada sangat lelah?" tanya Mo Yan
"Tidak usah dipikirkan, tadi aku hanya megajukan bahwa adik bungsu kalian Feng Yin akan ikut dalam hari Daun Emas, tapi para pejabat menolak, tentu ayah langsung marah dan megatakan, apapun yang terjadi semua anakku harus megikutinya, tak masalah di dalam tubuhnya tak ada darah keluarga kekaisaran, yang terpnting aku meganggapnya sebagai anakku" Kaisar
"Benar apa yang Ayahanda katakan, tak penting jika tak ada hubungan darah, yang terpenting adalah ikatan kasih sayangnya" Mo Yan
__ADS_1
"Ayahanda, aku rasa kau sangat lelah, salah kami jika mengajakmu pada saat yang tak tepat" Mo Huang cemas
"Tak apa, Ayahandamu ini akan memejamkan mata sebentar" Kaisar memejamkan matanya dan terlelap
"Baiklah Ayahanda, kami akan menjagamu" seringai Mo Yan
Mo Yan memunculkan sebuah kertas jimat dari tangannya dan menempelkannya ke meja tempat teh.
Lingkaran teleportasi terbentuk dan mereka pun serta Kaisar menghilang dari danau Teratai itu.
...*****...
"Hei kenapa kau tidak meminum tehmu dan terus melamun, apakah terjadi sesuatu?" tanya Yan Xin dengan sepotong kue kacang di tangannya
"Ti, tidak, sebenarnya kemarin setelah aku pulang dari hutan, aku bertemu kasim pribadi Ayahanda, dia mengatakan aku diizinkan untuk megikuti hari Daun Emas" jawab Feng Yin
"Lantas, kenapa kau gelisah?, apakah kau tidak ingin mengikutinya?" tanya Yan Xin
__ADS_1
"Aku ingin, tapi bukankah jika aku mengikutinya aku merada tak punya harga diri?, karena aku hanya anak angkat dan tidak ada ikatan darah keluarga Kekaisaran, apakah aku pantas?" cemberut Feng Yin
"Hei mengapa kau cemberut begitu, Kaisar ingin kau ikut berpartisipasi karena dia sangat menyayangimu, tak peduli kau anak angkat atau anak kandung, yang terpenting adalah kasih sayang yang Kaisar berikan, dia menginginkan kau ikut berarti dia mempercayaimu" jelas Yan Xin
"Benar apa yang istriku katakan, aku akan ikut dalam lomba itu!" senang Feng Yin
"Baiklah, sekarang bersiaplah dan ikut aku untuk berterima kasih kepada Kaisar" Yan Xin
"Baiklah, aku akan masuk dan mengganti pakaianku!" semangat Feng Yin
_______
Sesampainya di depan kediaman Kaisar, entah kenapa mereka dilarang masuk oleh kedua pengawal dengan menyilangkan tombak mereka.
"Maaf Putri Yin, kaisar berkehendak tidak ingin menemui siapapun" Pengwal
Tiba-tiba kasim Gu kepercayaan Kaisar muncul dari dalam.
__ADS_1
"Sangat tepat sekali anda datang kesini Pangeran Feng Yin, ada yang ingin dibicarakan Kaisar di dalam, semua orang sudah menunggu, mari ikuti saya, dan untuk Putri Yin, saya harap anda langsung pulang aja ke kediaman anda" ucap kasim Gu
"Sudah kuduga pasti ada yang tidak benar, kaiar tidak mungkin membiarkan Feng Yin masuk tanpaku" Yan Xin dalam hati