
"Urusan penting?, urusan penting apa sehingga kau berkunjung ke Paviliun Gongzu ku pada malam hari?" Yan Xin memojokkan lagi
"Ta, tadi malam aku berniat untuk mencari angin karena tidak bisa tidur, tapi aku melihat salah satu pelayan mondar-mandir di gerbang paviliun kakak ipar, rupanya dia ingin memberikan selimut kepada kakak ipar, karena katanya di paviliun kakak ipar hanya terdapat satu selimut yang sudah lama dan perlu diganti, dia tidak memberikannya langsung karena dia bilang dia takut pada kakak ipar, maka dari itu a, aku berinisiatif membantunya membawakan selimut untuk kakak ipar, tapi pada saat aku masuk ke halaman paviliun aku melihat jejak kaki sepatu pria, aku mengetuk pintu paviliun untuk memberitahu kakak ipar, tapi tidak ada sahutan" jelas Luo Chun
"Kau bilang urusan penting, apakah memberikan selimut itu adalah urusan yang sangat penting?" tanya Yan Xin
"Te, tentu saja itu sangat penting, karena aku menghkhawatirkan kakak ipar kedinginan di malam hari"
"Benarkah begitu, tapi pangeran kedua kau bilang tadi malam kau bertemu salah satu pelayan, tapi apakah kau lupa kemarin pagi ada penggeledahan pelayan dan semua pelayan berkumpul di ruang introgasi istana, tentu saja itu membutuhkan waktu satu hari satu malam untuk melakukan introgasi karena pelayan diistana sangat banyak" Yan Xin menyipitkan matanya
Semua gadis yang berdemo pun saling berbisik.
"Benar juga apa yang dikatakannya, kemarin pagi semua pelayan yang ada diistana di minta untuk ke ruangan introgasi istana karena salah satu selir Kaisar kehilangan perhiasannya"
"Benar aku juga mendengar itu, itu tidak masuk akal jika pangeran kedua melihat seorang pelayan di malam hari" bisik para gadis
Luo Chun pun berkeringat dan kehabisan kata-kata untuk membalas perkataan Yan Xin.
"Apa pentingnya itu!, sekarang yang terpenting adalah kau pergi keluar dengan pria lain!, jangan mengalihkan topik!" ucap ibu Ratu
__ADS_1
"Aku mengalihkan topik?, kau yang mengalihkan topik, dengan seenaknya kau menjadikan suamiku Anming sebagai anakmu, tapi aku ingin bertanya satu hal kepada anda ibu Ratu, apakah Anming..... pernah mengakuimu sebagai ibunya?" seringai Yan Xin
Ibu Ratu pun tertegun dengan perkataan Yan Xin.
"Ah! maaf aku memang orang yang tidak bisa menahan mulutku, tapi apakah kau pernah mendengar kata 'ibu' dari mulut Anming sendiri kepadamu?, lagipula kau mengaku bahwa kau adalah ibu Anming supaya kau bisa memanfaatkannya kan" senyum Yan Xin
Ibu Ratu hanya tertegun mendengar kata-kata dari Yan Xin
"Maka diamlah dan terus tertegun, aku ingin menyelesaikan masalah tidak berguna ini secepatnya" tajam Yan Xin
"Dasar tidak tahu diri!, setidaknya kau menghormati ibunda jika kau memang tak mau mengaku kabur dengan pria lain!" marah Luo Chun
"Sudahlah pangeran kedua, jangan bersembunyi di balik selimut putih, apa yang kau lakukan tadi malam di paviliunku?" tanya Yan Xin
"Aku membantu salah-satu pelayan memberikan selimut kepadamu!" ucap Luo Chun
"Oh benarkah?, tapi lihatlah yang ada di tanganku ini" senyum Yan Xin
Di tangan Yan Xin terlihat suatu kertas mantra berwarna merah.
__ADS_1
"Aku akan 'jujur' kepada kalian, tadi malam aku memang pergi keluar sampai menjelang pagi karena aku mengejar pengawal bayangan yang dikirim oleh seseorang, tapi setelah aku kembali ke paviliun dan tidak berhasil menangkap pengawal bayangan tersebut, aku menemukan gundukan tanah di samping paviliunku, karena curiga tentu saja aku menggali gundukan tanah itu dan menemukan kertas mantra yang jika terus tertanam di rumah seseorang maka sang penghuninya akan mati dengan perlahan" jelas Yan Xin
Semua gadis pun gaduh.
"Sangat kejam sekali, apakah itu berarti pangeran kedua bohong dan tadi malam dia diam-diam mengubur kertas mantra itu?"
"Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar hari ini, aku tidak percaya pangeran kedua akan melakukan hal sekeji itu"
"Benar, padahal aku kira dia adalah seorang pangeran yang sangat baik karena sering sekali membantu orang, ternyata yang di luar putih belum tentu di dalamnya juga putih" semua gadis berbisik
"Apa yang kau katakan!, itu semua bohong dan tidak benar!, untuk apa aku menanam kertas mantra di paviliunmu!" marah Luo Chun
"Biar aku luruskan disini pangeran kedua, kau mengirim pengawal gelapmu ke paviliunku untuk memancingku keluar dari paviliunku dan melancarkan rencanamu karena cemburu kakakmu Anming selalu dekat denganku dan kau terabaikan, kau kesal kepadaku dan membeli kertas mantra perenggut nyawa ini dari seorang petapa gelap, saat malam tiba kau mengendap-endap ke paviliunku yang gerbangnya lupa aku kunci, dan kau menanam kertas mantra ini di samping paviliunku, tapi karena kau pikir menanam kertas mantra saja tidak membuatmu puas maka kau berniat memfitnahku dengan membuat tapak kaki palsu dengan sepatu pria yang berbeda di halamanku, apakah benar begitu.... pangeran kedua Luo Chun" seringai Yan Xin
"Kakak ipar kau yang memfitnahku!, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu di istana karena kertas mantra sangat dilarang di istana, ayahanda kau jangan percaya kepadanya!, aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu!" ucap Luo Chun
"Pengawal!, cepat seret pangeran kedua ke penjara bawah tanah, hukumannya akan kuberitahukan setelah tiga hari!" perintah Kaisar
Beberapa pengawal pun maju dan menyeret Luo Chun dengan paksa.
__ADS_1