
Di gerbang kediaman keluarga Xin...
"Sudah sangat lama aku tidak menemui ayah di kediaman keluarga Xin" Yan Xin berjalan menuju pengawal penjaga gerbang
"Salam putri!" Bungkuk kedua pengawal penjaga gerbang itu
"Bangunlah kalian" Perintah Yan Xin
"Kami sangat senang putri kembali lagi ke kediaman keluarga Xin!" Senang pengawal Fen
"Banar, mungkin putri bisa merubah patriac menjadi lebih baik seperti semula!" Sambung pengawal Kiew
"Apa yang kalian maksudkan?, apakah terjadi sesuatu di kediaman keluarga Xin?" Tanya Yan Xin berekspresi datar
"Beberapa minggu yang lalu patriac menurunkan perintah untuk mengundang para gadis dari keluarga lain untuk pemilihan selir karena selir di kediaman keluarga Xin semakin sedikit karena banyak yang meninggal dengan penyakit aneh yang tidak diketahui, dan pemilihan selir pun tiba, patriac memilih gadis dari keluarga Li yaitu Liangyi dan gadis dari keluarga Huan bernama Huan Qian, dari banyak gadis dari keluarga lain yang tak kalah cantik, patriac hanya memilih kedua gadis tersebut" Jelas pengawal Fen
"Dan setelah pemilihan selir tersebut, patriac memutuskan untuk tidur dengan selir Liangyi terlebih dahulu, besoknya setelah tidur dengan selir Liangyi, patriac menjadi berubah, emosinya sering tidak terkendali dan cepat sekali marah, bahkan suatu hari saat pelayan tidak sengaja menumpahkan setetes air, patriac langsung menghukumnya dengan hukuman gantung, dan selir Huan Qian terabaikan begitu saja di paviliun danau biru" Sambung pengawal Kiew
"Bukakan gerbangnya untukku, aku ingin melihat situasi di dalam"
GRAAGG
"Silahkan putri" Ucap kedua pengawal itu telah membukakan gerbang
Yan Xin pun melangkah masuk, situasi di kediaman itu masih sama seperti sebelumnya, tapi ada satu kekurangan yaitu keramaian, biasanya setiap di pagi hari para pelayan akan mundar-mandir menyiapkan makanan untuk makan pagi, tapi sekarang sunyi dan senyap seperti tidak ada kehidupan.
BLETASS!
__ADS_1
BLETASS!
BLETASS!
Yan Xin mendengar suara cambuk seperti ada yang sedang mencambuki seseorang. suara itu berasal dari pinggir danau kecil keluarga Xin, Yan Xin memutuskan untuk mengintip di tanaman yang berada di dekat situ untuk melihat situasinya.
BLETASS!
"Hentikan!, hiks... itu sangat sakit" Rintih pelayan wanita yang tersungkur di tanah
"Huh!, ini sudah menjadi tugasku sebagai pelayan wanita selir Li untuk menghukummu pelayan rendahan agar jera karena membuat makanan tuanku kotor!"
BLETASS!
"Hiks... hentikan!... hiks, aku hanya ingin sedikit makanan... hiks, tuanku belum makan selama dua hari... hiks"
Pelayan wanita yang tertindas itu langsung pergi dengan badan berdarah akibat dicambuki melewati gerbang Paviliun.
"Hiks... sekarang bagaimana aku bisa mencari makanan untuk tuanku?, dia pasti kelaparan, aku tidak bisa diam saja, aku sudah mengahmpiri paviliun semua selir tapi tidak ada yang memberikan makanan untuk tuanku, dapur kediaman Xin pun menolak untuk memberikan makanan kepadaku... hiks" Putus asa pelayan itu
SRAK SRAK
Yan Xin pun keluar dari tempat persembunyiannya.
"Apakah kau mencari makanan?" Ucap Yan Xin
"Si, siapa kau?, a, apakah kau mau memukuliku juga?... hiks, apakah kau salah satu selir dari kediaman Xin?" Takut pelayan itu gemetar
__ADS_1
"Tenanglah, aku bukan salah satu dari mereka, aku adalah nona pertama dari keluarga Xin" Jawab Yan Xin dingin
"a, apakah kau nona pertama?!" Kaget pelayan itu lalu membungkuk
"Sa, salam nona pertama!"
KRUYUK KRUYUK
Bunyi perut pelayan itu.
"Ma, maaf sa, saya..." Gugup pelayan itu
"Siapa namamu dan pelayan dari mana?" Tanya Yan Xin dengan ekspresi datar
"Na, nama saya Xia He, saya pelayan dari selir Huan Qian di paviliun danau biru"
Yan Xin merogoh saku pakaiannya.
"Makanlah Pil penyembuh ini" Yan Xin menjulurkan tangan
"Ti, tidak putri, Pil penyembuh sangat mahal aku tidak bisa menggantinya"
"Ternyata pelayan ini tahu bahwa aku seorang putri" Yan Xin dalam hati
"Siapa bilang kau perlu menggantinya, makanlah dan tunjukan dimana paviliun danau biru, aku yakin paviliun itu baru dibangun"
"B, baiklah tuan putri"
__ADS_1
"Aku tidak menyangka tuan putri datang kesini, ekspresi mukanya sangat dingin, dan dilihat dari caranya berbicara dia sangat tegas" Pikir Xia He dalam hati