
Malam pun tiba, suara burung gagak yang samar-samar membuat Yan Xin yang berkultivasi membuka matanya dengan tubuh terisi penuh dengan aura.
"Sistem muncullah, gantilah pakaianku ini dengan pakaian pria, aku berncana akan melihat sekeliling untuk melihat situasi"
"Sistem memakaikan pakaian pria kepada tubuh pemain... Memproses...."
SRIINGG~
Yan Xin sekarang menjadii sangat tampan dengan pakaian tuan muda itu.
"Sudah kuduga pakaian pria lebih baik dan nyaman, sekarang ayo kita beraksi!" Yan Xin menghhilang sekejap mata
____________
Di atap kediaman....
Yan Xin pun melihat sekeliling dari atas.
"Apakah ini kekaisaran?, nati kita amati dengan baik"
Yan Xin pun melompat dari satu atap kediaman ke atap kediaman yang lain sampai dia berhenti karena melihat sesuatu.
"Kediaman itu sangat mewah, hehe, bagaimana kalau sebelum pergi kita membawa hadiah untuk murid-muridku terlebih dahulu" cengir Yan Xin
Yan Xin sekarang sedang mengintip dari salah satu jendela kediaman pangeran Anming.
__ADS_1
Terlihatlah pangeran Anming yang sedang melepas pakaiannya yang sedang mengganti baju
"Hehe aku tidak menyangka akan mendapatkan terapi mata di saat malam, lihatlah otot perut dan otot lengannya, dan juga dia sangat tampan, aku beri dia poin 100, haha" gumam Yan Xin
Tapi dengan tak sengaja Yan Xin mundur dan menginjak kayu yang rapuh dan meenimbulkan bunyi yang membuat pangeran Anming kaget.
"Siapa disana!" panggil pangeran Anming
Sekarang Yan Xin sedang menutup mulutnya dengan berkeringat.
"Kayu sial!, aku dendam sekali kepadamu!" ucap Yan Xin dalam hati
Beberapa saat kemudian pangeran Anming tidak menunjukkan suaranya, dengan nafas lega akhirnya Yan Xin membuka mulutnya yang ditutupi tangannya itu.
"Haihh untung saja aku tidak ketahuan, kalau ketahuan mungkin aku akan dituduh sebagai pria cabul" ucap Yan Xin
tapi ketika dia membalik badan, terlihatlah Anming di hadapannya dengan muka marahnya.
Dengan terkejut Yan Xin pun berbalik menatap muka Anming dengan tatapan menggoda.
TSINGG !
Anming memnuculkan oedangnya siap menebas Yan Xin.
"Siapa kau!, aoakah kau pengintai dari negara tetangga!" tanya Anming
__ADS_1
"Tenanglah pria tampan, aku hanya datang untuk melihat ketampananmu yang rupawan ini, apa yang kau bilang itu benar, aku adalah pengintip yang hanya mengintipimu untuk berganti baju" senyum cabul Yan Xin
"Jangan beromong kosong!" tegas Anming
"Yah aku memang beromong kosong, karena aku sedang mengulur waktu untuk lebih lama dekat denganmu" Yan xin mengedipkan ssalah satu matanya
SYUTT !!
Anming mengayunkan pedangnya kepada Yan Xin.
Tapi dengan gampang Yan Xin menahan pedang itu dengan mengapit pedang itu dengan kedua jarinya.
"Ternyata kau adalah seorang yang tidak sabaran mengetahui identitasku, kepribadianmu yang tegas dan dingin itu aku sangat menyukainya, bagaimana jika kau menjadi selir ketiga ku" senyum cabul Yan Xin
"Kau gila!" ucap Anming
"Hei jangan marah, baiklah aku tidak akan berbasa-basi lagi, aku kesini hanya untuk melihat-lihat apa kau puas" ucap Yan Xin
"Siapa orang yang akan percaya dengan alasan seperti itu!" ucap Animng
"Memang benar, tapi bagaimana jika aku mengganti alasabku dengan ingin melihat tubuhmu yang menggida itu" senyum cabul Yan Xin
"Kau kira aku akan tergoda dengan omong kosong pria selertimu" datar Anming
"Haha tapi terserah apa katamu" ucap Yan Xin
__ADS_1
BLASHH !!
Yan Xin pun melebur menjadi kelopak mawar dan menghilang.