Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 41 (Season 1)


__ADS_3

Yan Xin pun masuk kedalam gubuk itu, di dalam gubuk itu sangat berserakan dengan lumpur kering dan juga baju yang sudah koyak, terdapat anak kecil berumur enam tahun yang terbaring di daun sebagai alas tikar, Anak itu kelihatan sangat gelisah, tubuhnya tidak bisa diam dan memunculkan samar-samar asap hitam.


"Aku merasakan ada aura iblis di tubuh anak ini" Ucap Yan Xin


"Hiks... benar, ayahnya bersekutu dengan iblis hiks... sehingga yang terkena imbasnya adalah cucuku!, sekarang dia sudah pergi entah kemana hiks!"


"Majikan, tampaknya anak itu kekurangan aura, coba saja kau alirkan aura kepada tubuh anak itu dan memberikannya Pil penenang" Ucap Kanggi bertelepati


"Semua aura yang ada di dalam tubuhku tidak cukup untuk anak ini, karena ini sudah berhubungan dengan iblis, aku hanya bisa menggunakan 'kembang kantil lembayun' yang sudah ku isi penuh dengan aura sampai saat ini" Gumam Yan Xin


Yan Xin pun mendekati anak yang terbaring itu dan duduk di sebelahnya dan merogoh lengan bajunya. di ambillah kotak kecil berwarna hitam yang terdapat kembang kantil lembayun.


"Hiks... sebenarnya sayang juga aku harus memberikan kembang kantil lembayun yang sudah kuisi aura dengan cara bertahap ini, tapi apalah daya, aku harus menyelamatkan hidup anak ini" Gumam Yan Xin


Yan Xin pun menaruh kembang kantil lembayun itu ke hidung anak itu sehingga auranya bisa terhirup.


SWOOSHH! SWOSSHH! SWOSSHH!


Pancaran putih bermunculan ketika anak itu menghirup kembang kantil lembayun.


"u... uhhh... nenek..." Panggil anak itu membuka mata

__ADS_1


Nenek itu pun berlari ke cucunya dan memeluknya.


"Hiks syukurlah kau selamat nak, nenek sampai mati karena khawatir padamu!"


"Ini sekotak Pil penenang untuk cucu anda" Ucap Yam Xin memberikan


"Terima kasih, kalau tidak ada nona, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Cucu laki-laki saya"


"Tidak apa-apa, itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang tabib, eh... tunggu, darimana kau tahu aku adalah seorang perempuan?"


"Aku sudah tahu dari mukamu, seorang nenek sepertiku sudah sangat hafal dengan wajah seseorang"


"Aku ingin bertanya, apakah di sekitar sini ada sebuah kota?"


"Tentu ada nona, kota itu ada di sebelah utara, nama kota itu adalah kota Sarfuni"


"Apakah ini masih di benua Jarfi?"


"Tentu ini masih di benua Jarfi, kenapa nona sangat bingung?"


"Ah tidak, kalau begitu aku akan pergi dulu" Ucap Yan Xin melangkahkan kaki

__ADS_1


"Tunggu nona!, tolong ambillah ini"


"Ini... ini adalah tanaman Lonceng!, ini sangat langka!, aku tidak bisa menerimanya nenek"


"Tidak, kau harus mengambilnya, ini adalah warisan turun temurun dari nenek moyangku, kau telah menyembuhkan cucuku, maka ambillah ini sebagai bayarannya"


"Haiihh~ baiklah jika nenek memaksa"


Di perjalanan menuju Goa...


"Kau sangat licik, nenek itu tadi tidak memaksa!" Ucap kanggi bertelepati


"Apakah kau tidak melihatnya?, nenek itu memaksa, jadi aku harus menghormatinya dan mengambil Tanaman Lonceng ini, dan untuk kembang kantil lembayunku yang telah mengering aku akan mengisinya dengan aura lagi secara bertahap agar dia segar kembali"


"Aku tidak menyangka kau memiliki kembang kantil lembayun, darimana kau mendapatkannya?" Tanya kanggi


"Kau tidak perlu mengetahuinya, eh... apakah ini jalan yang benar menuju Goa?"


"Iya ini jalan yang benar, kau hanya tinggal lurus dan setelah itu sampai"


"Baiklah, kita akan beristirahat di Goa ini semalam dan berangkat menuju kota Sarfuni"

__ADS_1


__ADS_2