
"Kuncup mawar raksasa yang ditumbuhkannya ini terlihat berbahaya!, dan... dan aku merasakan di dalamnya akan keluar sesuatu" Kang Nam dalam hati sambil gelisah
"Nikmatilah balas dendam dariku~" seringai Yan Xin menakutkan
Kang Nam pun bersiap-siap dengan kuasnya mengambil ancang-ancang.
Perlahan semua mawar raksasa pun terbuka kelopaknya, dan dari dalam mawar itu tampaklah semua orang tua dari Kang Nam dan teman-temannya yang ada disitu yang sudah meninggal.
TAK !
Kang Nam menjatuhkan kuasnya.
"a, ayah.... i, ibu.... kalian..." gagap Kang Nam tidak percaya
"Anakku apakah kau baik-baik saja selama kami tinggalkan?" tanya ayah dari Kang Nam sambil tersenyum
"Tidak!, hiks, hidupku tidak baik-baik saja!, kemana kalian pergi pada hari itu dan tidak pernah kembali!" teriak Kang Nam
"Nak dengarkan ibumu ini, saat itu kau masih agak kecil, jadi kau tidak mengerti apapun, pada hari saat ayah dan ibu bekerja di gunung, kami dihadang oleh bintang ajaib yang ganas, mereka memangsa kami, kau harus tahu nak, kami tidak bermaksud meninggalkanmu" jelas sang ibu
"Kang Nam kami selalu menyayangimu, kau adalah satu-satunya anak kami, bagaimana bisa kami meninggalkanmu" sambung sang ayah
"Hiks, a, apakah benar begitu, apakah yang kalian katakan benar?" tangis Kang Nam
"Tentu saja nak, ayolah ikut bersama ayah dan ibumu ini, kita akan berkumpul seperti dulu" senyum sang ibu
"Tidak!, aku tidak akan terpedaya, kalian hanyalah ilusi!" ucap Kang Nam
"Apa yang kau katakan nak?, apakah kau tidak mau hidup bersama kami lagi seperti dulu?" tanya sang ayah sedih
"Kang Nam kau membuat ibumu ini sedih, hiks, apakah kau sudah tidak menyayangi kami lagi?" tangis sang ibu
__ADS_1
"Aku... aku... aku tidak akan terjebak dalam hal palsu ini!, kalian tidak nyata!" teriak Kang Nam
Dengan perlahan mawar raksasa yang terdapat orang tua Kang Nam kembali menguncup.
Tapi berbeda dengan teman-teman Kang Nam, mereka memilih mengikuti orang tua mereka dan masuk ke dalam mawar raksasa.
"Kalian!, jangan termakan kata-kata manisnya!, mereka bukan orang tua kalian!" teriak Kang Nam kepada para temannya
"Hiks!, iya ibu aku akan mengikutimu, aku ingin merasakan kue yang dibuat oleh tanganmu lagi" tangis Ling Gu terkena ilusi dan berjalan ke dalam mawar raksasa
"Benarkah ayah?, hiks, kau tidak akan memukulku lagi dan menyayangiku?, baiklah aku ingin ikut denganmu" tangis Xu Lau terkena ilusi dan masuk ke dalam mawar raksasa
"Tunggu kalian!, kalian harus mendengarkanku!" teriak Kang Nam lagi berusaha mencegah satu-persatu temannya masuk ke dalam bunga mawar raksasa itu
Tapi tiba-tiba akar dari mawar itu melilit kaki Kang Nam dan dia hanya bisa diam melihat para temannya terkena ilusi.
Semua teman-teman Kang Nam yang ada disitu terkena ilusi dan masuk ke dalam mawar raksasa.
"Tidak!, kalian... kalian tidak boleh masuk ke dalam bunga itu!" gelisah Kang Nam
BRUK!
Kang Nam bersujud pada Yan Xin.
"Kumohon!, kumohon jangan!, aku... aku memang bersalah!, aku sudah bersalah padamu!, aku meminta maaf kepadamu!, jangan apa-apakan temanku!" mohon Kang Nam dengan badan gemetar
"Haishh kenapa kau jadi memohon begitu?, ini jadi tidak seru lagi" Yan Xin mengernyit
"Tidak!, kumohon jangan lakukan itu!" ucap Kang Nam lagi dengan meringis
"Sistem kenapa dia hanya diam saja dan tidak mengeluarkan kekuatan terkuatnya?" tanya Yan Xin bertelepati
__ADS_1
"Hmm... aku rasa dia mempunyai depresi putri, dia tidak bisa menggunakan tekhnik terkuatnya saat dalam keadaan gelisah atau ketakutan" jawab sistem
"Ohh, kalau begitu mari kita pancing dia" seringai Yan Xin
"Apakah kau ingin teman-temanmu kembali?, kalau begitu kau harus memenuhi syarat yang aku ajukan" Yan Xin tersenyum
"i, iya... a, aku ingin semua teman-temanku kembali, apapun syaratnya akan kukabulkan!" jawab Kang Nam dengan badan gemetar
"Baiklah, kalau begitu berbalik badanlah dan lihat bunga-bunga mawar raksasa yang didalamnya terdapat teman-temanmu itu" senyum Yan Xin
"Ba, baiklah aku akan berbalik badan" jawab Kang Nam berbalik badan dengan masih terduduk di lantai
Yan Xin menyeringai.
BOMM!
BOMM!
BOMM!
BOMM!
Satu persatu mawar raksasa yang didalamnya terdapat teman-teman Kang Nam itu meledak satu persatu, bukan api yang diledakkan mawar itu, melainkan darah yang mengaliri lantai atas menara latihan.
Kang Nam hanya terpaku dan air matanya mengalir tak karuan melihat darah dari teman-temannya menyiprat ke pakaiannya.
"Ah!, sayang sekali aku tidak bisa menahan mawar-mawar raksasa itu begitu lama" Yan Xin berpura-pura kaget
Yan Xin pun mendekatkan mulutnya ke telinga Kang Nam yang masih terpaku dan membisikkan sesuatu.
"Berlatihlah dengan keras, aku akan menunggumu di pertarungan hidup dan mati" seringai Yan Xin
__ADS_1
Perlahan tubuh Yan Xin melebur menjadi ribuan kelopak mawar dan lenyap seketika meninggalkan Kang Nam yang masih terpaku dengan badan gemetar.