
Pada tengah malam di kamar sang pemimpin Kaili...
"Haha, selamat pemimpin!, anda sudah mendapatkan korban murid lainnya, nagaimana performanya saat diranjangmu, haha" ucap tetua Jierui
"Huh!, dia biasa saja tapi nafsunya besar sekali, aku kurang nyaman tidur dengan anak ini!" ucap Kaili
"Yang terpenting anda sudah membunuhnya, biar aku bawa mayatnya dan mengambil darahnya agar anda bisa mensucikan diri anda, hi.. hi.. hi" Jierui
"Cepatlah, aku takut 'Ratu' akan marah jika terlalu lama" Kaili
"Sesuai perintahmu" tetua Jierui
__________
Kini di ruangan bawah tanah terdapat satu ruangan yang dipenuhi aura hitam yang sangat pekat, hanya dengan menciumnya sudah tertebak bahwa ruangan itu adalah tempat pemujaan iblis.
__ADS_1
Dinding ruangan itu tertutup kain hitam berukir ular raksasa bertanduk.
Di ruangan itu terdapat cermin rias besar yang terkutuk, di dalammya bersemayam Ratu Iblis Dayuna yang sangat mementingkan kecantikan, dia menjanjikan kepada setiap gadis atau wanita, jika mereka memuja dirinya maka dia akan mengubah bentuk tubuh dan wajah agar menjadi cantik tiada banding hingga bisa menghipnotis setiap pria untuk menurut dan mengikuti keinginannya.
Pintu ruangan itu terbuka, terlihat Kaili yang mengenakan baju kain putih dan melangkah masuk ke dalam ruangan.
Dia bersujud kepada cermin rias tersebut dan membaca suatu mantra dari kerajaan asing.
Tiba-tiba terlihat asap hitam yang keluar dari kaca cermin tersebut dan terlihatlah sang iblis dayuna.
"Bagus!, sangat bagus!, kau sudah melakukam ritual pengorbanan dan mandi dengan darah korban itu, kau memang sangat patuh muridku, hahaha!" tawa iblis Dayuna
"Sesuai perintahmu Ratu, setelah selesai akan kuberikan darahku kepadamu" Kaili
"Hahaha!, sangat bagus!" senang iblis Dayuna
__ADS_1
"Tapi aku mempunyai permasalahan, bertahun-tahun aku sudah menyerang perguruan Putih, tapi aku tetap kalah telah oleh si tua bangka Jianheeng itu" Kaili
"Itu memang bukan hal mudah, si tua Jianheeng itu memiliki benda pusaka yang bisa melindungi perguruannya selama berabad-abad, selama pusaka itu belum rusak atau berpindah tangan, takkan ada yang bisa menjatuhkan perguruan putihnya" iblis Dayuna
"Tapi aku percaya kepadamu ratu, pasti akan ada cara untuk menjatuhkannya..." Kaili
"Hahaha!, inilah yang kumau!, inilah yang kumau!, kau sangat percaya sekali denganku, aku senang akan hal itu, kau tidak perlu merasa cemas dengan hal itu, sebelum kau kemari, aku sudah menebak keinginanmu itu, aku sudah membuat langkah pertama, yaitu membuat istrinya menyetujui persyaratanku karena dia ingin sekali mempunyai anak laki-laki, dengan aku mengabulkannya, maka bayarannya adalah setiap aura kehidupannya akan kuserap perlahan dan akan membuat ia meninggal dengan perlahan, dan kau tenang saja, aku akan mengendalikannya untuk membunuh si tua Jianheeng itu, Hahaha!" iblis Dayuna
"Aku memujamu Ratu!, karena keinginanku sudah terpenuhi, maka kembalilah ke cermin ular bertanduk itu" Kaili
Seketika iblis dayuna berubah menjadi asap hitam dan masuk kembali ke dalam cermin.
Kaili menyayat tangan kirinya dan mencipratkan darahnya ke cermin tersebut.
"Teruslah bersenang-senang untuk sekarang Jianheeng, pada saat kau kehilangan semuanya maka jangan salahkan aku jika aku menyerang perguruan putihmu yang kubenci itu!" gumam Kaili menyeringai
__ADS_1