Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 247 (Season 5)


__ADS_3

Hari esok tiba di ruangan perkumpulan, disana berkumpul para tetua dan pemimpin yang memimpin jalannya perkumpulan.


"Aku yakin, pasti pemimpin akan memilih meyelamatkan anaknya" para tetua berdiskusi


"Tapi maharatu Pil mengatakan dia bisa menyelamatkan keduanya" para tetua berdiskusi


"Apakah kau tidak mendengarkan, Maharatu Pil mengatakan bahwa itu akan sangat sulit karena pemimpin memiliki nasib buruk, yang berarti jika cara itu dilakukan maka kemungkinan besar pemimpin akan kehilangan keduanya, itu amat sangat beresiko" para tetua berdiskusi


"Itu memang sangat masuk diakal, pemimpin pasti memilih menyelamatkan anaknya, karena pemimpin dijodohkan oleh pemimpin sebelumnya yang berarti pemimpin tidak mencintai istrinya" para tetua berdiskusi


Lonceng berbunyi pertanda perkumpulan akan segera dimulai.


"Aku mengumpulkan kalian disini ingin mendiskusikan siapa yang akan aku selamatkan antara anak dan istriku, memang yang dikatakan Maharatu Pil ada cara untuk menyelamatkan keduanya, tapi itu sangat beresiko dan jika gagal maka aku akan kehilangan keduanya, maka aku memutuskan..." buntu Jianheeng sang pemimpin

__ADS_1


Para tetua sangat percaya diri jika pemimpin akan menyelamatkan pewaris perguruan putih.


"Aku memutuskan akan menyelamatkan Istriku!" lanjut Jianheeng


Semua tetua berdiri dan terkejut.


"Saya keberatan akan hal itu pemimpin, apakah pemimpin tidak memikirkan nasib perguruan Putih untuk kedepannya?, jika sama sekali tidak ada keturuanan untuk perguruan putih ini, maka sia-sia jika kita menjaga citra perguruan ini selama berabad-abad lamanya!" Tetua Qu


Para tetua yang lain pun protes dan sependapat terhadap tetua Qu dan tetua Min.


"Aku sudah memikirkannya semalaman, untuk pewaris tidak perlu jika itu adalah darah dagingku, aku akan mengangkat seorang anak yang menurutku pantas dan menjadikannya pemimpin perguruan ini" Jianheeng


Semua tetua kaget dengan penjelasan yang diucapkan Jianheeng.

__ADS_1


"Pemimpin aku memang sangat mengormatimu, tapi apakah anda berfikir, bagaimana bisa anda menjadikan orang luar untuk memimpin pergruruan Putih ini, selama berabad-abad para pemimpin sebelumnya adalah anak dengan darah asli sang pemimpin perguruan putih ini, dan jika anda mengangkat seseorang dari luar dan menjadikannya pemimpin perguruan putih ini itu akan menodai para pemimpin sebelumnya, dan mungkin saja anak yang akan anda angkat itu memiliki niat jahat atau terselubung, tolong pikirkanlah lagi" ucap tetua Mogu


Jianheeng pun menelan nafasnya dengan panjang.


"Itu adalah keputusanku sang pemimpin perguruan Putih ini, jadi siapapun tidak boleh ada yang mengganggu gugatnya!, tetua Ciyu aku akan memberikanmu wewenang untuk memimpin perkumpulan ini saat aku pergi, perkumpulan ini aku akan menyerahkannya padamu!" ucap Jianheeng dan langsung menghilang meninggalkan bekas salju di tempatnya


PRANG!!!


"Dasar sial!, apakah orang bodoh itu (Jianheeng) tidak berfikir bahwa ucapannya akan dengan sangat singkat mengancurkan citra para pemimpin sebelumnya!, apakah dia tidak perfikir!" marah tetua Qu


"Kau tenanglah tetua Qu, sebaiknya kita singkirkan emosi kita untuk saat ini, keadaan saat ini sangat keritis, mata-mata pergrguan kita yang kita utus untuk memata matai perguruan hitam mendapatkan kabar bahwa perguruan hitam sedang menyiapkan pasukannya dan bisa jadi mereka akan menyerang kapan saja" tetua Ciyu


"Mereka memang tak ada habis-habisnya, memang dendam kusumat apa yang mereka punya terhadap perguruan putih kita, mereka menyerang tanpa alasan yang jelas!" ucap tetua Ange

__ADS_1


__ADS_2