
Yan Xin pun memasuki dunia yang berbeda, dimana dia berada di taman bunga dengan berbagai macam bunga, harum semerbak dari para bunga yang ada di taman itu menabrak hidung Yan Xin dengan aroma harumnya.
"Ini adalah tempat pertanyaan yang akan diajukan selanjutnya, maka dengarlah dengan baik puisi ini dan kau harus menebaknya sebelum sesuatu terjadi" jelas Zazragah dengan suara dari dunia asli
"Semua barang palsu bagaikan racun yang menggrogoti tubuh....."
"Yang terlihat dari luar ternyata busuk di dalam...."
"Perkataan yang diucap dengan manis ternyata itu hanya bualan belaka...."
Yan Xin pun kembali berfikir dengan serius sambil melihat-lihat sekitar yang penuh dengan bunga-bunga indah itu.
"Hahaha.... ternyata tidak perlu berfikir lama, jawabannya sudah ada di depan mata" tawa Yan Xin
"Berhentilah berpura-pura para bunga-bunga yang indah...." ucap Yan Xin
Tiba-tiba suasana berubah menjadi mencekam, dan bunga-bunga indah itu berubah menjadi tumbuhan pemakan manusia, serbuk sari yang di terbangkan tumbuhan pemakan manusia itu terlihat dapat melelehkan berbagai macam benda yang ada.
"Jawabannya adalah benda yang cantik dari luar belum tentu cantik di dalam" jelas Yan Xin
"Jawaban benar, kau akan dialihkan lagi ke tempat yang berbeda untuk menjawab pertanyaan yang ketiga" jelas Zazragah
________
Yan Xin pun beralih tempat lagi, kali ini dia berada di di gunung dengan bambu ungu berusia 150.000 tahun, jika seseorang berkultivasi dengan bambu itu maka kultivasinya akan meningkat dan akan menjamin masa depan.
__ADS_1
"Sekarang adalah kau harus menebak arti puisi ini, waktumu hanya terbatas, maka dengarkanlah puisinya dengan baik" jelas Zazragah
"Induk burung yang menyelamatkan anaknya dari ancaman musuh...."
"Makanlah, *maka sebutir beras pun be**rlipat ganda* di dalam tubuh...."
"Menjadi nirwana di malam terang, bagai mimpi di siang malam...."
"Bait pertama pasti berhubungan dengan bambu ungu berusia 150.000 tahun ini, karena kulihat di sekitar sini tidak ada barang berharga lagi" ucap Yan Xin
SYUTT !!
Tiba-tiba pedang kecil menyerang Yan Xin dengan cepat dari arah belakang.
"Aku rasa ini bukan hal mudah, tapi tentu saja akan aku nikmati" seringai Yan Xin
"Minggir lah iblis!, bambu ungu berusia 150.000 tahun itu milikku!, jangan mengganggu dan enyahlah dari sini" sentak kakek itu
Yan Xin hanya bingung mendengar perkataan kakek itu dengan ekspresi datar.
"Hei apakah kau tidak mendengar!, cepatlah pergi!" sambung kakek tua itu
Yan Xin pun tersenyum kecil.
"Hehe untuk apa aku memberikan barang berhaga itu ke orang tua renta sepertimu, aku rasa itu akan sangat sia-sia" smirk Yan Xin
__ADS_1
"Beraninya kau mengatakan hal lancang krpadaku yang sudah senior ini!, kau harus diberi pelajaran!"
"Tekhnik Gempa Tanah"
Tiba-tiba tanah retak bergetar hebat bagai guncangan ombak yang murka,
ZRRRGGG !!
Tanah itu membelah bak jurang dan menerjunkan Yan Xin di dalamnya.
"Hahaha, dasar iblis yang terlalu meninggikan diri, memang semua iblis itu sama saja!" gelak kakek tua itu
"Tekhnik tutup semula !"
BREG !!
Tanah yang membelah seperti jurang itu krmbali menutup dengan sangat keras dengan Yan Xin di dalamnya.
Kakek tua itu pun berjalan ke arah bambu ungu untuk menebangnya.
"Hahaha, akhirnya bambu sakti ini menjadi milikku, jika aku berlatih dengan ini maka kultivasiku akan menaik dengan cepat!" ucapnya
SPALSH !!
Tiba-tiba tubuh kakek itu ditebas sampai mati dari belakang oleh Yan Xin menggunakan pedangnya.
__ADS_1
"Heh dasar kakek tua, kau kira aku bisa dikalahkan semudah itu, mimpi saja!" ucap Yan Xin
"Bait pertama sudah aku laksanakan, sekarang saatnya melakukan bait kedua" sambung Yan Xin