
"Ke, kekuatan apa yang dimiliki anak ini?!, a, aku sampai gemetar dibuatnya!" Gumam alkemis Hyang
Tiba-tiba Xing Yang datang dengan memapah pangeran Leo yang sudah di ujung tanduk.
"Putri gawat!, tubuh pangeran sangat dingin!" Khawatir Xing Yang
Yan Xin pun duduk bersimpu di tanah.
"Tidurkanlah dia di pangkuanku" Ucap Yan Xin
Xing Yang pun menidurkan Leo ke pangkuan Yan Xin.
"Siapa namamu?" Tanya Yan Xin kepada alkemis tua Hyang
"Salam, aku adalah alkemis tua Hyang"
"Beritahu kepada semua yang datang untuk membuat lingkaran dan menyinari suamiku yang akan pergi ke dunia atas" Ucap Yan Xin
Si tua Hyang pun langsung memberitahu semua yang datang.
"Ti, tidak... uhuk!... aku tidak mau pergi ke dunia atas tanpamu" Ucap Leo dengan badan gemetar di pangkuan Yan Xin
"Tubuhmu sudah tidak kuat lagi, percayalah padaku kalau aku akan menyusulmu ke dunia atas hingga waktunya tiba" Senyum Yan Xin
"Apakah kau akan mencari para selir?... uhuk!" Tanya Leo
"Hei dengarkanlah istrimu ini, aku berjanji aku tidak akan meniduri selir-selirku, walaupun aku ingin memberi selirku anak, aku akan memberikannya tanpa bersentubuh" Jawab Yan Xin
"Uhuk!, apakah benar begitu?, baiklah sekarang aku bisa pergi dengan... uhuk! tenang"
Beratus-ratus alkemis dan orang kuat sudah membuat lingkaran yang sangat besar.
"Buka mulutmu dan makan Pil separuh nyawa ini" Yan Xin memberi makan Leo Pil separuh nyawa yang dibuatnya
SSIIIINGGGG!!
__ADS_1
Badan Leo bersinar seperti cahaya putih pertanda dia sudah mencapai ranah surga.
Tiba-tiba di langit terbentuklah gerbang besar berwarna biru yang berarti gerbang menuju dunia atas.
GREP!
Leo pun berdiri dari pangkuan Yan Xin dan memeluknya.
"Kau harus menyusulku ke dunia atas!, jangan membuatku menunggumu sangat lama" Bisik Leo
"Haha, baiklah aku akan segera menyusulmu di sana" Tawa Yan Xin
Leo pun melepas pelukannya dan terbang perlahan menuju gerbang biru, para alkemis dan orang kuat yang hadir menjulurkan tangan mereka dengan mengeluarkan sinar putih dari telapak tangan mereka sampai Leo benar-benar menghilang.
"Pergilah... aku akan menyusulmu" Gumam Yan Xin dengan mata berkaca-kaca
"Hiks... tuan sudah pergi dan aku sekarang sendirian... hiks!" Tangis Xing Yang
"Hei sudahlah, aku akan meminta kepada kaisar agar kau menjadi pengawalku"
"Iya benar, kau akan mengikutiku ke perguruan Bixi"
"Hiks... terima kasih putri" Terharu Xing Yang
TIT TIT TIT
"Aww... kenapa kepalaku mendadak sangat sakit?" Yan Xin menahan sakit
TIT TIT TIT
"Dan... dan suara apa itu?"
BRUK!
Yan Xin pun pingsan.
__ADS_1
*Esoknya d**i paviliun Zaku, kediaman Yan Xin*...
"Uuhhh ini... apakah ini sudah pagi?" Tanya Yan Xin yang baru saja membuka mata
"Tiba-tiba kepalaku sakit, mungkin karena kelelahan membuat Pil separuh nyawa" Optimis Yan Xin
BLASSHH!
"Majikan kau sudah bangun?" Tanya kanggi yang baru saja keluar dari Cincin
"Hoaamm iya ini aku sudah bangun, ada apa? tidak biasanya kau keluar saat aku memanggilmu" Tanya Yan Xin
"Hiks... majikan... Hueee!!" Tangis kanggi
"Ka, kau kenapa kanggi?, kenapa kau tiba-tiba menangis?" Tanya Yan Xin kebingungan
"majikan aku akan sangat merindukanmu... hiks, aku mendapatkan kabar ini sudah sangat lama... hiks, tapi aku baru berani mengatakannya sekarang kepadamu"
"Kau mendapatkan kabar apa?, katakan saja kepadaku"
"Hiks... majikan aku mendapatkan panggilan aura dari dunia atas dan mereka menyuruhku untuk pulang... hiks" Jawab kanggi meringis
"Maka pulanglah ke dunia atas" Santai Yan Xin
"Ta, tapi kan majikan, nanti siapa yang akan menemanimu?... hiks"
"Haha, kau sama seperti Ting Ning, kalaupun kau pulang ke dunia atas, aku pasti akan bertemu lagi denganmu suatu hari nanti, pulanglah kanggi, dan sekalian kau jagalah Leo untukku disana" Senyum Yan Xin
"Hiks... b, baiklah majikan, terima kasih atas semuanya... hiks, aku akan sangat merindukanmu, sampai jumpa!"
BLASSHH!
Kanggi pun menghilang.
"Haissh kenapa pengikutku tidak ada yang bertahan sangat lama?" Bingung Yan Xin
__ADS_1