
Para gadis menangis dengan sejadi-jadinya dan terus menyumpahi Yan Xin.
"Hehe ini sangat seru sekali" Yan Xin dalam hati
Tiba-tiba datanglah ibunda ratu dan pangeran Luo Chun dari kerumunan para gadis ini.
Melihat itu semua gadis pun memberi penghormatan.
"Oww?, kakak ipar kenapa ada begitu banyak sekali para gadis disini?" tanya Luo Chun
Yan Xin hanya diam dengan tajam sambil duduk dengan anggun.
"Mereka adalah para gadis yang akan menjadi selir kakak mu Anming, walaupun dia sudah menikah dengan seseorang tentu saja dia berhak memiliki selir, benar kan Luo Chun apa yang ibundamu katakan ini" ucap Ibu Ratu
"Haha, benar apa kata anda ibunda, tapi bukankah kita perlu berbincang dahulu mengenai hal ini kepada kakak ipar Yan Xin?" sambung Luo Chun
__ADS_1
"Hal itu tidaklah ada gunanya untuk dibahas dengan gadis tak punya identitas seperti dia, keputusan ini tentu tidak perlu untuk meminta persetujuan dengannya, karena aku adalah ibunya, aku berhak atas kehidupan anakku" sambung Ibu Ratu sinis
Semua gadis pun mulai berbisik senang karena Ibu Ratu berada di pihak mereka.
Yan Xin yang yang sedang duduk di kursi kayu itu pun mulai menopangkan satu kakinya di meja.
"Apakah anda Ibunda Ratu di kerajaan ini, kau sungguh lucu, walaupun Anming adalah anakmu, sekarang dia adalah suamiku, tentu saja sekarang kau sebagai ibunya akan dikesampingkan, jadi jangan banyak basa-basi untuk bermain trik, dan ada satu hal lagi yang perlu aku ingatkan, aku tidak akan menerima para gadis yang sangat lemah tak berdaya ini menjadi selir suamiku, mereka hanya akan menjadi sampah hiasan yang berada di suatu kediaman yang lama-kelamaan baunya akan menyengat" seringai Yan Xin
Ibu Ratu pun menyipitkan matanya dengan sinis dan amarah.
"Dan kenapa kau menjadi marah, apakah ada dari kata-kataku yang menyinggungnya, perkataanku tadi adalah hal yang benar dan nyata jadi aku peringatkan kepadamu jangan bersembunyi di balik selimut hitam" tajam Yan Xin
"Apa yang kau maksudkan!" tanya Luo Chun
"Kau pikirkan saja sendiri dengan otakmu itu, tapi yang jelas ingatlah kau hanya nomor dua dan bukannya nomor satu" Tajam Yan Xin yang bangkit dari kursinya dan bersiap memasuki kediaman
__ADS_1
Tapi langkan Yan Xin terhenti dan membalikkan badannya kembali.
"Ah aku lupa memberi tahu bahwa Anming suamiku tersayang sedang tidak ada disini, jadi aku sangat tidak enak karena menyuruh Ibu Ratu kembali" senyum Yan Xin langsung masuk dan menutup pintu
Semua gadis pun kaget tidak percaya bahwa Yan Xin bisa melawan Ibunda Ratu yang sangat diagung-agungkan di kekaisaran Huajun.
Muka Ibu Ratu yang menahan marah itu memperingatkan para gadis untuk bubar.
Seketika para gadis pun bubar dan keluar dari kediaman Gongzu.
"Ibunda ayo kita kembali terlebih dahulu dan redakan emosi anda, kakak ipar Yan Xin baru saja tiba disini, dia belum belajar tentang tata krama, mohon ibunda memakluminya" ucap Luo Chun
"Cih!"
Ibunda Ratu pun berbalik badan dan pergi.
__ADS_1
"Ternyata kakak iparku ini bukanlah orang yang hanya mementingkan keanggunan, bagiku dia sangat menarik, tapi perkataannya itu membuatku marah" Luo Chun dalam hati berbalik badan dan pergi