
Hari pernikahan pun tiba, semua keluarga dan pejabat kota Tian Xing menghadiri upacara pernikahan itu tak lupa juga warga-warganya, Keadaan sangat ramai di lapangan istana luar.
Keluarga Xuan yang duduk di salah satu barisan para keluarga...
"Kejadian seru sudah hampir dimulai, wanita jalang yang merebut pangeranku akan hancur karena malu sebentar lagi, bagaiamana tidak?, gaun pernikahannya sudah aku akali!"
Keluarga Xuan dikenal salah satu keluarga kaya karena penjualan kain sutra atau gaunnya yang laris dipasaran ataupun di luar kota Tian Xing. gaun pernikahan berwarna merah muda yang dibeli pangeran Leo untuk Yan Xin dibeli langsung dari keluarga Xuan, kainnya terbuat dari sutra yang sangat mahal dan indah.
"Woahh aku penasaran bagaimana rupa pasangan pangeran Leo itu"
"Benar, dengar-dengar pangeran Leo sendiri yang meminta dinikahkan dengan wanita itu"
"Hei apakah kalian tidak tahu bahwa wanita itu adalah anak dari salah satu keluarga terkaya di kota Tian Xing ini?"
"Apakah yang kau katakan benar?, siapa marga keluarganya?, setauku di undangan hanya bertuliskan pangeran Leo akan menikah saja"
"Aku pun tidak tahu, tapi aku yakin pasangan pangeran Leo ini bukan dari keluarga sembarangan"
"Eh lihat-lihat!, bukankan itu tandu dari keluarga Xin?"
"Iya itu memang tandu dari keluarga Xin"
Seseorang pun keluar dari pintu tadu tersebut.
"Waahh apakah itu Nona ke tiga dari keluarga Xin?, Lihatlah gaunnya, cantik sekalii!"
"Benar, warna merah mudanya itu sangat cocok dengan motif bunga sakura"
"Aku ingin bertanya dimana dia membelinya!"
Para gadis yang hadir terpukau melihat gaun yang dikenakan Xin Er.
__ADS_1
"Haha, dengan gaun yang sangat indah ini aku akan memukau pangeran Leo, dan dia pasti akan membatalkan pernikahannya dengan si jalang Yam Xin itu" Gumam Xin Er lalu duduk di salah satu barisan
"Selamat datang keluarga Xin" Sapa kasim Gui yaitu kasim kepercayaan kaisar
"Salam kasim gui, tidak usah repot-repot anda menyambut kami" Jawab Xin Ende yaitu patriac keluarga Xin
"Tidak, aku disuruh oleh kaisar sendiri untuk menyambut mu, berapa orang dari keluargamu yang hadir?"
"Aku hanya membawa anakku Xin Er dan istriku Su"
"Setauku istri anda nyonya Su mempunyai satu orang putri lagi, kenapa kau tidak membawanya?"
"Haha, itu anakku bernama Xin Ruo, dia tidak hadir karena sakit" Sambung selir Su
"Ternyata begitu, silahkan anda sekalian duduk dahulu"
Keluarga Xin pun duduk.
"Tenang saja ibu, aku akan membalas dia dengan sangat kejam saat aku menjadi istri pangeran Leo"
"KAISAR SUDAH TIBA!" Pengumuman kasim Gui
"Salam sejahtera kaisar!, Semoga anda berumur panjang!" Bungkuk semua orang yang hadir
"Selamat datang, aku sangat senang melihat kalian semua hadir pada hari pernikahan anakku pangeran ketiga ini haha"
"Kami juga sangat senang kaisar, pangeran ketiga adalah orang yang sangat kuat dan usianya sudah tepat untuk menikah, semoga keluarga kerajaan senantiasa diberikan umur panjang" Ucap patriac keluarga Long
"Baiklah silahkan kalian menikmati hidangannya dulu"
"Terima kasih kaisar!"
__ADS_1
Pangeran Leo pun tiba terlebih dahulu dan menuju tempat duduk mempelai.
"Waahh lihatlah pangeran, dia sangat tampan memakai baju pernikahan berwarna biru itu, apakah kau sependapat denganku?"
"Ya dia sangat tampan~, Beruntung sekali wanita yang akan menikahinya hari ini~"
"Aku sangat iri, benar-benar sangat iri, pangeran Leo adalah orang terkuat dan berjasa terhadap kerajaan, kalau kau menikahinya kehidupanmu akan terjamin dan selalu damai~"
Wanita-wanita sesekali melirik pangeran Leo untuk mendapatkan perhatiannya.
"Ini saatnya melancarkan rencanaku!"
CRAKK!!
"AHH!!"
Xin Er menjatuhkan gelas teh dengan sengaja sampai membasahi karpet merah.
Melihat itu Leo pun memutuskan untuk membantu Xin Er karena dia adalah salah satu keluarga Yan Xin.
"Apakah kau tidak apa-apa?" Tanya Leo dengan muka dinginnya
"a, aku tidak apa-apa pangeran, tapi..."
Xin Er pun mencoba menggapai baju Leo.
PLAK!
"Jaga sopan santunmu nona, kita tidak ada hubungan apa-apa, jangan sekali kali-menyentuhku"
"Ma, maafkan aku pangeran"
__ADS_1
"Apakah aku salah lihat, bagaimana bisa pangeran tidak terpesona oleh kecantikanku!" Pikir Xin Er