
Di balai pertemuan perguruan Bixi telah duduk Tetua Mora, Tetua Mahma, dan Tetua Suli dan para murid Mo Lin, Hye Yu, Tu Tu, dan Sin Si.
"Karena sekarang kalian sudah berkumpul mari kita mulai rapat kali ini, biarkan saja para anak itu berlatih" ucap Tetua Mora
"Baru-baru ini Raja Tandras berulah lagi, ada kabar dia akan mengambil inti sari air di bumi ini, tentu saja itu tidak bisa kita biarkan" sambung Tetua Mora
"Apakah kabar itu benar Tetua Mora?, dan apa itu inti sari air?" tanya Tu Tu
"Inti sari air adalah pusat dari segala mata air yang berada di bumi ini, inti sari air terdapat di dalam tanah dengan kedalaman yang tidak dapat diukur, dari zaman ke zaman, inti sari air membagi mata airnya di seluruh penjuru bumi, jika inti sari itu diambil dari tempatnya maka air yang berada di bumi akan kering" jawab Tetua Mora
"Ini memang sangat gawat dan mengkhawatirkan, Raja serakah sialan itu tidak puas dengan tambang emas dari perguruan bixi dan dia sekarang berencana mengambil inti sari air untuk disalahgunakannya" ucap Tetua Suli
"Jangan gegabah tetua Suli, Tandras sekarang berada di ranah Galaksi, kita tidak bisa mengalahkannya dengan mudah" sambung tetua Mahma
"Tetua apakah jika kita ingin mengalahkan raja Tandras kita harus menemukan orang dengan ranah yang lebih tinggi dibandingkan dia?" tanya Mo Lin
"Ranah tidak menentukan kita bisa menang melawan musuh, yang terpenting adalah akal kita dan cara berfikir kita, memang mengembangkan kekuatan adalah cara untuk kuat, tapi jangan sampai kau kehilangan kecerdikanmu dan akal mu, bila kau kehilangan itu maka kuatmu itu tidak akan berguna dama sekali" jawab tetua Mahma
__ADS_1
UHUK !
Tetua Mora batuk disertai dengan darah
"Tetua Mora kau kenapa!?" panik tetua Suli
UHUK !
"Ini pasti karena kau berkultivasi terlalu lama dan melupakan makanmu!" ucap tetua Mahma
"Uhuk... ini tidak ada apa-apanya... aku harus mengalahkan si Tandras raja bajingan itu... uhuk!" jawab tetua Mora
"Baik Tetua Suli!" semua serempak
Ketiga Tetua pun menghilang dengan cepat meninggalkan balai pertemuan.
"Dasar raja tidak berguna!, bagaimna bisa si tamak itu menjadi raja di kota daun!" marah Mo Lin
__ADS_1
"Tidak ada gunanya kau marah kakak seperguruan Mo Lin, tetua Mora sedang tidak baik-baik saja, setelah tetua Mora kembali baik-baik saja mari kita fikirkan bersama nanti" ucap Tu Tu
"Benar apa yang dikatakan Tu Tu, sebaiknya kita menunggu terlebih dahulu" sambung Hye Yu
*BRAK !
"Aaaaahh!!" teriak Hye Yu*
Mo Lin mendorong Hye Yu sampai terjatuh.
"Apa kau gila!, kapan kita akan terus bersabar menghadapi permasalahan ini!, ini sudah bertahun-tahun sejak si Tndras bajingan itu berkuasa!, bagaimana bisa aku harus bersabar!" teriak Mo Lin
PLAK !!
Sin Si menampar Mo Lin dengan amat kesal.
"Bagaimana bisa kau begitu kasar terhadap wanita!!, jika kau memang tidak bisa bersabar kalahkan saja sendiri Raja Tndras!!, kau hanya beromong kosong dengan mulut besarmu itu!!, omong kosongmu itu terus bergema setiap hari dan setiap menit!!, tidak bisakan kau diam dan bekerjasama!!, kami sudah muak dengan mulut busukmu itu yang selalu bergema tentang permasalahan yang tiada habisnya ini!!, jadi aku mohon DIAMLAH!!" marah Sin Si sedangkan Hye Yu terus menangis
__ADS_1
Mo Lin hanya berdiam dengan kaku dan langsung menghilang meninggalkan Sin Si, Hye Yu dan Tu Tu.