Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 163 (Season 4)


__ADS_3

"Keluarlah, aku sudah menangkapmu" ucap Yan Xin


Keluarlah Luo Chun dari semak-semak taman kediaman.


"Hehe maaf mengganggumu kakak ipar, aku hanya berkunjung karena mendengar Kakak menikah, semua yang mendengar tidak percaya akan gosip itu, makannya aku berusaha mencari tahu dengan datang kesini" cengir Luo Chun


"Baiklah, aku kakak iparmu Yan Xin, kau pasti Luo Chun adik seibu Anming kan, Anming sudah tidur sekarang sebaiknya kau kembali lagi esok hari" datar Yan Xin


"Haha kau benar kakak ipar, aku sangat tidak sopan dengan mengunjungi kakak di tengah malam, kalau begitu aku permisi, besok aku akan membawa ibunda juga kemari" ucap Luo Chun lalu pergi


"Dasar manusia bertopeng, senyumanmu itu terlihat jelas sekali sangat palsu, dia kurang mempelajari berakting" ucap Yan Xi lalu berbalik badan masuk ke kedalam


___________


Pagi hari pun tiba di sambut dengan keramaian di luar kediaman Gongzu.


"Hoam~ apakah ini sudah pagi" Yan Xin yang baru saja terbangun


Setelah mengucek kedua matanya, dia pun menoleh ke ranjang yang terlihat kosong itu.


"Dimana suami bodohku itu pergi, dan suara apa yang sangat ramai itu?" Yan Xin bertanya-tanya


Yan Xin pun berdiri menggulung alas tikarnya dan membuka keluar pintu kediaman.

__ADS_1


Terlihatlah segerombolan gadis muda yang berdemo.


"Itu dia wanita yang akan menikahi pangeran!?"


"Bagimana bisa wanita yang baru saja datang kemari langsung mejadi istri pangeran Anming!"


"Kita harus memberi pelajaran kepadanya agar menjauhi pangeran Anming!"


"Benar, jangan sampai pangeran menikahi wanita tak tahu malu ini!"


Semua gadis pun berteriak kepada Yan Xin yang baru saja keluar dari kediamannya dengan nyawa yang masih belum terisi.


"*Ada apa ini!, kenapa ada banyak srkali gafis yang berdemo?" tanya Yan Xin


"Putri mereka berdemo karena tidak setuju kau akan menikah secara resmi dengan pangeran Anming" jawab Sistem


Para gadis terus berteriak dan berdemo kepada Yan Xin.


"Hei kenapa kalian membuat keributan di pagi hari, apakah kalian tidak punya pekerjaan?" tanya Yan Xin


"Jangan banyak bicara!, lebih baik wanita ******** sepertimu pergi dari sini!"


"Benar, wanita tak tahu malu sepertimu tidak pantas untuk pangeran Anming!, kau hanya akan menjadi beban untuknya!"

__ADS_1


Teriak Para gadis pendemo dengan pakaian cantik mereka.


Yan Xin yang berdiri pun kini mendudukkan badannya ke kursi.


"Haha!, untuk apa aku mendengarkan kalian yang tidak tahu apa-apa ini?" ucap Yan Xin


"Aww!" rintih Yan Xin memegangi pinggangnya


"Pinggangku sakit sekali, pangeran memang sangat luar biasa perkasa, dia bahkan tidak memberikan ampun tadi malam" ucap Yan Xin dengan ekspresi malu-malunya


Mendengar hal itu para gadis pun menjadi bengong tak percaya.


"Ahh maaf mrngabaikan kalian, tapi... aww! bibirku berdarah!" kaget Yan Xin berpura-pura


"Seperti yang dibicarakan pangeran Anming memang sangat ganas saat malam pertama bibirku sampai berdarah pagi ini akibat tadi malam" sambung Yan Xin dengan ekspresi kasihan


Mendengar itu para gadis pun meringis sejadi-jadinya.


Melihat itu entah kenapa membuat perasaan Yan Xin menjadi senang dan puas melihatnya.


Yan Xin pun membuka sedikit belahan baju lehernya.


"Ah lihatlah cupa**ng ini, ini sangat memalukan, bagaimana bisa aku keluar dengab cupa**ng di belahan dada, para gadis bagaimana aku menghilangkan cupa**ng yang begitu banyak ini" Yan Xin bertanya

__ADS_1


Para gadis menangis dengan sejadi-jadinya dan terus menyumpahi Yan Xin.


"Hehe ini sangat seru sekali" Yan Xin dalam hati


__ADS_2