
"Dan untuk Ibu Suri dan ketiga pangeran itu, aku sangat yakin cepat atau lambat mereka akan membalas dendam, aku sangat menunggu aksi mereka" seringai Yan Xin
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.
"Hoho ternyata calon suamiku sangat tidak sabar untuk bertemu denganku" senyum Yan Xin
Yan Xin membuka pintu itu dan terlihatlah Feng Yin yang membawa semangkuk Sup.
"A, aku kesini karena disuruh ibumu untuk memberikan sup" gugup Feng Yin
"Hihi lihatlah wajahnya yang merah dan imut itu, aku ingin sekali mengganggunya" tawa Yan Xin dalam hati
"Putri tolong kendalikan dirimu!" Rang Rang
"Ah, terima kasih karena kau telah mengantarkan sup ini" Yan Xin mengambil sup itu
"Ka, kalau begitu aku akan segera pergi" Feng Yin
__ADS_1
Dengan sontak Yan Xin memegang bahu Feng Yin membuat Feng Yin terkejut.
"Apakah kau akan pergi setelah mengantarkan sup ini?, aku sangat kecewa, aku kira kau akan mampir kedalam sebentar untuk mengobrol denganku" Yan Xin dengan nada manja
"Ta, tapi ini sudah malam... da, dan kita masih belum resmi menjadi suami istri, dan aku merasa tidak enak dengan ayah dan ibumu" Feng Yin dengan wajah merah
"Apakah kau lupa, ini adalah pernikahan kedua kita, sebelumnya kita sudah menikah dan telah resmi, aku meminta kepada ayah untuk menikah lagi karena aku ingin pernikahan kita mendapatkan berkat dari dewa, jadi.... apakah sekarang kau setuju untuk bermalam denganku......?" Yan Xin dengan nada imut
"Putri tolonglah!, aku merasa jijik mendengarnya!" teriak Rang Rang (hanya Yan Xin yang bisa mendengarnya)
Sekarang Feng Yin dengan wajah merahnya menahan malu dan gugup setengah mati, pasalnya dia belum pernah bermalam dengan wanita sebelumnya.
Feng Yin berbalik badan dan melangkah masuk, tapi belum satu langkah, kerah bajunya di tarik dari belakang oleh seseorang.
"Ayah kenapa kau ada disini?" tanya Yan Xin
"Aku kesini karena melihat tikus yang akan masuk ke kamar Putriku" kesal perdana mentri Changyu
__ADS_1
Mendengar itu Feng Yin mematung dan takut menghadapi perdana mentri Changyu.
"Bocah sekarang kau belum bisa tidur bersama Putriku, aku akan memaafkanmu kali ini, cepatlah pergi kediamanmu dan tidur!" perdana Mentri Changyu mendekatkan mulutnya ke telinga Feng Yin
"Ba, baiklah ayah mertua!" Feng Yin berbaik badan dan kabur
"Haihh aku tak menyangka membiarkan bocah ingusan yang tak terurus itu menjadi menantuku" Perdana Mentri Changyu
"Haha ayah jangan berkata seperti itu, sebentar lagi dia juga akan menjadi anakmu, dan biarkan aku yang mengurusnya di istana Kekaisaran nanti" Yan Xin
"Putriku Mayleen, entah kenapa sekarang auramu begitu berbeda, kau lebih kelihatan tegas dan tidak penakut, apakah terjadi sesuatu saat kau kabur?" tanya Perdana Mentri Changyu
"Bisa dibilang begitu, aku merasa Feng Yin tidak begitu buruk, salahku terus menyukai pangeran pertama Mo Yan, kurasa kalau aku mati demi dirinyapun aku tidak akan bisa membuatnya menyukaiku, untuk itu aku merasa Feng Yin tidak begitu buruk" Yan Xin
"Baguslah jika memang itu pilihanmu, ayahmu ini memang tak tahu sifat atau kelakuan si Bocah Feng Yin itu, tapi hidupnya cukup kasihan, walaupun dia pangeran, dia selalu kekuarangan dan ditindas, bahkan di istana kekaisaran, kediaman pelayan pun lebih baik dari kediamannya, ingat jika kau telah menjadi istri dari Feng Yin kau akan terus terkena masalah, jika itu terjadi maka beritahu ayahmu ini, aku akan menyelesaikan semuanya untukmu!" ucap Perdana Mentri Changyi
"Terima kasih ayah, tapi jika aku terus meminta bantuanmu maka aku bukanlah anakmu, aku hanya akan meminta bantuanmu pada saat krisis, seperti kehabisan uang" tawa Yan Xin
__ADS_1
"Kau ini memang Putri ayah Hohoho!" tawa Perdana Mentri Changyi