Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 200 (Season 4) (BBES) (END)


__ADS_3

"Dasar bajingan!, jaga bicaramu jika kau mau bocah ini selamat!" ucap salah satu orang bertopeng hitam itu?


"Ck ck, kenapa kau marah, aku hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaramu itu setelah mendapat penghinaan, ngomong-ngomong dia seperti wanita, di sentuh sedikit langsung mengadu, katakan kepadanya, dia harusnya malu kepada ototnya yang besar itu haha" ucap Yan Xin


"Beraninya kau menghinanya!, Tekhnik Rahasia !" teriak orang bertopeng itu


FUUUHHH~


Pria bertopeng itu menyemburkan asap dari matanya yang terindentifikasi racun oleh Yan Xin.


Yan Xin tak mengjindar dan tak mengeluarkan tekhniknya, justru dia hanya tenang dan tersenyum Smirk.


Asap yang dikeluarkan oleh orang bertopeng dari matanya itu menyelimuti tubuh Yan Xin sehingga tak terlihat jelas.


"Haha aku adalah Go Go Ga, tidak ada yang bisa mengalahkan asap beracunku!" tawa pria bertopeng itu dibarengi dengan pengikutnya


Asap pun menghilang dengan Yan Xin yang juga menghilang.


"Hah?, dimana dia!?, apakah asap racunku itu memang sangat ganas sehingga dia meleleh dan lenyap?" bingung pria bertopeng itu


"Bos dia di atas atap!" ucap pria bertopeng lainnya


Dia pun mendongak ke atap.


"Dasar!, bagaimana bisa kau lolos!"


"Jangan kaget dulu manusia bajingan, beristirahatlah dengan tenang!" ucap Yan Xin


SYUTT !!


Yan Xin meluncurkan jarum pirnya ke leher pria bertopeng itu.


BRUK !


Pria bertopeng itu terjatuh dan mati.


"Gawat!, bos sudah kalah cepat kita beritahu bos besar tentang ini!" ucap pengikutnya


"Cih jangan kira kalian bisa lari!" ucap Yan Xin


SYUTT !!


SYUTT !!


Yan Xin meluncurkan jarum pirnya.


"Aahhhh!!!"


"Aaahhh!!!"


Tapi salah satu dari mereka lolos karena memiliki tekhnik rahasia kecepatan kilat.


TAP


Yan Xin turun dari atap.


"Mmmhh!"


"Bersabarlah, aku akan melepaskan ikatanmu" Yan Xin melepaskan


"Uhuk!, uhuk!, Kakak Yan kau sangat hebat!!, aku sampai tidak berkedip melihat aksimu itu!" kagum Ah Ze


"Tentu saja, kau harus tetap kuat agar bisa menjaga dirimu dan orang yang kau sayangi" jawab Yan Xin


"Cepatlah naik ke pundakku, ini sudah terlalu malam, nanti nenekmu mengkhawatirkanmu" ucap Yan Xin


...*****...


Pagi hari pun tiba, di meja makan sederhana


"Ah Ze kenapa kau hanya cemberut di meja makan?" tanya Yan Xin


"Hiss, aku sangat bosan makan bubur putih, tadi pagi-pagi sekali nenek pergi ke ladang dan hanya memberiku bubur putih saja, selalu seperti ini, aku sangat bosan, aku ingin makan daging!, hweee!" rengek Ah Ze


"Hei nenekmu sudah bersusah payah membuatkan bubur untukmu makan, bagaimana bisa kau mengeluh seperti itu?"


"Hiks kakak Yan kau tidak mengerti perasaanku!" ucap Ah Ze


"Baiklah-baiklah, habiskan dulu bubur itu, nanti aku akan mengajakmu ke hutan untuk mencari makanan, aku juga sekalian ingin berlatih disana"


"Benarkah kakak Yan!?, baiklah aku akan memakan bubur ini dulu!" semangat Ah Ze


Ah Ze langsung melahap bubur yang ada di meja kayu yang rapuh itu.


...*****...


Kini di hutan mereka sedang sibuk memotong kayu di hutan yang rindang itu.


"Kakak apakah kau akan membuat perangkap untuk menangkap hewan?" tanya Ah Ze


"Bukan perangkap untuk menangkap hewan, tapi kita yang menangkapnya sendiri!" jawab Yan Xin


"Apa!?, apakah tidak apa-apa?, hewan-hewan disini sangat buas dan ganas, dan tentu ada hewan ajaibnya yang berlevel tidak rendah!" kaget Ah Ze


"Hoho walaupun itu hewan ajaib berlevel sepuluh, kau akan membunuhnya ketika kau sangat lapar" senyum Yan Xin


Yan Xin pun membuat tombak runcing dari kayu pohon dan memberikan satu ke Ah Ze.


"Ini tombak untukmu, tangkaplah apapun hewan yang berada di depan atau sekitarmu walaupun itu besar atau kecil, ingat ini adalah salah satu latihan untuk menjadi kuat!" ucap Yan Xin


"Baik kakak Yan!" semangat Ah Ze


"Sebelum kau pergi aku akan memasangkat pelacak spritual di kepalamu"


Yan Xin menapakkan telapak tangannya kepada kening Ah Ze


ZIINGGG~


"Sudah kita akan berpencar dan setelah selesai kita akan berkumpul di sini lagi, ingat kau harus tetap berhati-hati!" ucap Yan Xin


"Baik kakak Yan!" semangat Ah Ze


"Baiklah, Berpencar!!" teriak Yan Xin


Merekapun berpencar ke arah yang berlawanan.


Saat ini Yan Xin sedang melompat-lompat di dahan-dahan pohon untuk melihat keadaan.


"Hutan disini memang sangat rindang, mungkin ini adalah hutan hujan tropis seperti di duniaku sebelum aku ke dunia ini" ucap Yan Xin melihat dari dahan pohon.


Keadaan di hutan itu sangat rindang dan sejuk, berbagai macam burung hidup berterbangan disitu.


"Aku akan berkultivasi sebentar di dahan pohon ini, aku bisa tenang terhadap Ah Ze karena aku sudah menanamkan penjagaan dan pelacakan kepadanya" ucap Yan Xin mulai bersila dan menutup matanya

__ADS_1


Sekarang di arah sebaliknya, sekarang Ah Ze sedang bersembunyi di balik pepohonan dan sedang mengintip kelinci buas yang sedang mencari makan.


"Hehe kata kakak Yan walaupun itu kecil ataupun besar jangan pernah melepaskannya!" pelan Ah Ze


"Rasakan ini!"


SYUUT !!


CLEB !


Tombak itu mengenai kelinci itu.


"Yeayy akhirnya kena!, hari ini aku bisa memakan daging!, kakak Yan juga pasti akan bangga terhadapku!" senang Ah Ze


Ah Ze pun mendekati kelinci yang sudah berbaring terkena tombaknya itu dan melepaskan tombaknya.


Tiba-tiba saat memegang kelinci yang diburunya, terdapat langkah kaki yang besar di belakangnya.


"Hah?, langkah kaki apa itu?" tanya Ah Ze memalingkan pandangannya ke brlakang


Ternyata langkah kaki yang besar itu adalah langkah kaki raksasa ibu kelinci.


"Ini akan jadi sangat gawat!"


"GRAAAAHHHH!!!" marah ibu kelinci raksasa itu


"Ini memang akan sulit, tapi aku tidak akan menyerah semudah itu!" ucap Ah Ze


Di tempat Yan Xin kini dia masih berkultivasi dan membuka matanya.


"Hoamm!, aku jadi ngantuk, tapi aku harus mencari setengah lagi bahan obat herbal untuk menyembuhkan nenek bocah itu karena aku sudah berjanji padanya" Yan Xin menguap.


TIT~


TIT~


TIT~


"Perhatian untuk pengguna sistem yang berada di semua dimensi, karena sistem utama akan memperbarui semua sistem, maka semua sistem di semua dimensi akan dimatikan untuk sementara, mematikan sistem dalam waktu 24 jam"


"Sialan!, akhirnya kejadian yang diberitahukan sistem terjadi juga!"


"Putri jangan kaget, aku hanya akan mati dan diperbaharui untuk sementara" ucap Sistem


"Aku tahu dan itu tidak masalah buatku, apakah setelah kembali kau akan punya wujud terbaru?" tanya Yan Xin


"Tentu, aku tidak akan hidup dalam pikiran anda lagi putri, aku akan memiliki wujud" jawab Sistem


"Baguslah kalau begitu"


"Oh aku ingin memberitahukan kepada anda, bahwa anda harus menghabiskan poin belanja yang tersisa di sistem, karena kalau tidak, saat pembaruan sistem, poin belanja akan hilang karena pembersihan" jelas sistem


"Apaa!!!, hiks tapi bagaimana bisa, baiklah jangan sebutkan berapa poin belanja yang kupunya, tukarkan saja dengan obat yang kusebutkan sampai poin habis" jelas Yan Xin


"Baiklah putri!"


Yan Xin pun memberi arahan untuk obat tanaman obat yang ia butuhkan.


SRINGGG~


Muncullah sekotak besar penyimpanan yang terdalamnya terdapat tanaman obat.


"Sisa poin belanja pemain berjumlah 0"


"Haha anda jangan bersedih putri, setelah Sistem diperbarui, sistem akan memberikan banyak tugas dan poin belanja, jadi anda jangan khawatir" jelas sistem


"Baiklah, sekarang aku akan mencari buruan untuk makan dan membawanya kepada bocah itu, aku rasa dia sudah berhasil menangkap sesuatu" ucap Yan Xin


Yan Xin pun pergi dari dahan pohon itu dan tak sengaja mrnjatuhkan sarang burung hingga membuatnya hampir terjatuh, untung dengan sigap Yan Xin langsung mrnangkap tiga telur yang hampir terjatuh dan pecah dan mengembalikannya ke sarangnya.


"Fyuhh, dasar, bagaimana bisa ibu burung membuat sarang di dahan yang rendah" ucap Yan Xin


Yan Xin pun melanjutkan kembali pencaharian hewan buasnya.


"PYAAAKK !!!"


Tak sengaja Yan Xin mendengar suara pekikan burung dari kejauhan.


Karena penasan dia pun menuju asal suara tersebut, dan terlihatlah sekelompok kultivator menangkap burung Hilis dan mengikat paruhnya.


Dari atas pohon Yan Xin mengamati beberapa kultivatir di ranah akhir dan menengah.


"Ternyata mereka hebat juga bisa menangkap burung hilis" ucap Yan Xin


Burung hilis adalah hewan ajaib yang konon sudah sangat jarang ditemukan, sayapnya yang terbuat dari kristal merah bak api yang menyala menjadi sorotan bagi para kultivator untuk memburunya dan menjadikannya sebagai hewan tunggangan.


Kekuatan dari burung hilis adalah nafasnya yang dapat berubah menjadi kristal merah api.


Tentu saja kristal itu bisa dijual dengan harga yang fantastis.


"Sayang sekali bukan aku yang mendapatkan burung hilis itu, baiklah lupakanlah, bukan aku yang pertama melihatnya jadi mari kita pergi dan menemui si kecil Ah Ze"


SYUUT !!


TANG !!!


Tiba-tiba panah terbang ke arah Yan Xin dan hampir mengenai kulitnya.


Ternyata itu serangan dari para kultivator tersebut.


"Siapa kau!, beraninya kau mengintip kami seperti itu di dahan pohon!" ucap para kultivator otu dengan sombong


"Jangan bilang kau mau mencuri burung hilis kami ini?, jangan harap, kulihat tubuhmu itu sangat lemah, kau seharusnya pergi bekerja di tempat perbudakan, dasar pencuri sial!" ucap salah satu kultivator wanita diantara mereka


"Benar sekali, kami ini para kultivator di bawah kepemilikan raja, tentu saja jika terjadi apa-apa pada kami, raja akan membalas dendam, hahaha, oh ya lagipula apa yang bisa kau lakukan kepada kami?" ucap salah satu kultivator lainnya


"Hahahahahahaha" tawa mereka berbarengan


Sekarang dari ekspresi Yan Xin terlihat bahwa dia sangat jijik dengan para kultivator sombong itu.


Yan Xin pun menrgapkan tubuhnya.


"Wah-wah lihatlah si para pecundang yang hanya di ranah menengah dan akhir ini, apakah raja yang kalian miliki itu sangat bodoh hingga mempekerjakan kalian" Smirk Yan Xin


"Apa yang kau katakan!, beraninya kau berbicara seperti itu!, beraninya kau mengatai raja kami bodoh!, memangnya siapa dirimu!" marah salah satu kultivatir itu


"Aku adalah sang dewa semesta yang akan membunuh kalian"


PAK !


Yan Xin menyatukan tangannya dengan serempak.


"Tekhnik Mawar Menjalar"

__ADS_1


SRETT !!


SRETT !!


SRETT !!


Akar mawar berduri muncul dengan cepat menyergap salah satu kultivator yang menanyakan siapa Yan Xin itu.


"Ka, kakak, benda apa ini!, tolong aku!" teriak kultivator itu


"Akar apa ini sehingga menyergapmu dengan begitu kuat!, aku tidak bisa melepaskannya!" ucap ucap saudara-saudaranya


"Cobalah kau gunakan auramu untuk memutuskan akar berduri itu!" usul salah satunya


"Tidak bisa!, Akar berduri ini menyerap aura yang kumiliki!" panik kultivator yang terkena tekhnik Yan Xin


Tiba-tiba dari akar berduri yang menyergapnya tumbuhlah para bunga mawar yang mengeluarkan darah segar.


"Sebenarnya tekhnik apa ini!!" teriak salah satu kultivator itu


"Haha, kenapa kalian begitu panik, saudara kalian itu hanya akan kukirim ke alam baka, jika kalian ingin, aku juga akan mengirim kalian sekalian dan menemaninya" ucap Yan Xin


"a, apa yang ingin kau lakukan, jika kau melakukan sesuatu kepada saudaraku, aku akan melapotkan hal ini kepada raja Baharuma!" ucapnya


"Hoho laporlah sesuka kalian jika kalian bisa keluar dari pandangan mataku" ucap Yan Xin


"Huh, lihatlah betapa arogannya dirimu itu, memangnya apa yang bisa kau lakukan kepada saudaraku, ini hanyalah tekhnik murahan dan tidak berefek kepada kami" ucapnya lagi simbong


"Benarkah?" senyum Yan Xin


"Boom!"


BOOM !!!


BOOM !!!


BOOM !!!


BOOM !!!


BOOM !!!


Para bunga mawar yang menyergap salah satu kultivator itu terus meledak di tubuh sang kultivator itu sampai tubuhnya hancur dan hujan darah terjadi membasahi baju para saudaranya.


Kini para kultivatir itu mematung melihat saudaranya tiba-tiba mati.


"a, apa yang terjadi" salah satu kultivator dengan mata melotot


"Be, beraninya kau melenyapkan saudaraku!, akan kubunuh kau, HIAA!!" salah satu kultivator wanita itu berlari menuju Yan Xin dengan pedangnya


"Hoho jangan khawatir, kau juga akan menyusul saudara tercintamu itu ke neraka" senyum Yan Xin


SYUUT !!!


Yan Xin melemparkan jarum pir sampai menembus kening wanita kultivator itu sampai mati terjatuh.


"Adik seperguruan!!" teriak para kultivator yang hanya tersisa empat orang itu


"Kakak seperguruan, kurasa kita tidak bisa melawan orang itu, dia memiliki tekhnik yang mematikan" bisik salah satu kultivator lainnya


"Benar yang kau bilang, kita harus melarikan diri" jawab kakak seperguruan kultivator itu


Salah satu kultivator itupun maju kedepan.


"Maaf mengganggumu tuan, tapi kami tidak berniat mengganggumu, tolong biarkan kami pergi" ucapnya


"Hoho ternyata masih berani berdiskusi denganku, kalian memang tidak menggangguku" ucap Yan Xin


"Bagus kalau tuan berfikir begitu, maka kami akan per..."


"Tapi kalian menyinggungku!" ucap Yan Xin


SRET !!


SRET !!


SRET !!


Tiba-tiba akan berduri keluar dari tanah yang dipijak kultivatir yang berbicara kepada Yan Xin itu da menarik kultivator itu ke dalam tanah.


BOOM !!!


Kultivatir itu pun mati dan meledak di bawah tanah, sekarang tinggal tiga kultivator yang berhadapan dengan Yan Xin.


"Hiks... kakak seperguruan aku sangat takut" ringis salah satu kultivator wanita


"Tenanglah, kau jangan takut, dia itu hanya menggertak saja, aku akan berbicara padanya untuk membiarkan kita pergi" ucap salah satu kultivator pria yang tersisa


Kultivator pria yang tersisa itupun maju.


"Tolong tuan mohon bertenang dan tidak mrngeluarkan tekhnik anda, kami hanya ingin pergi, jika tuan ada syarat maka ajukanlah" ucap kultivator pria yang tersisa


"Hmm... penawaran yang menarik, aku ingin burung Hillis yang kalian tangkap itu" jawab Yan Xin


"Apa!?, itu... itu tidak bisa, burung ajaib ini adalah tunggangan untuk anak raja, kami tidak bisa memberikannya" ucap kultivator itu gemetar


"Kalau begitu kalian mati saja, toh setelah kalian mati, burung itu akan menjadi milikku" seringai Yan Xin


Tiba-tiba para bunga mawar tumbur di tubuh para kultivator yang tersisa.


Dan seketika...


BOOM !!!


BOOM !!!


BOOM !!!


BOOM !!!


BOOM !!!


Bunga mawar yang menutupi tubuh para kultibator yang tersisa itu meledak dan mereta mati seperti lenyap dari dunia ini.


"Memang, jika kita kuat, kita bisa memiliki apapun yang didunia ini, tapi tentu saja kita tidak boleh serakah" seringai Yan Xin.


________________________________________


Hallo Pembaca tercinta semua🌹


Bagaimana dengan Episode Bombastisnya?🌹


Ketik pendapat kalian di komentar🌹

__ADS_1


Sampai jumpa di Season 5~🌼


__ADS_2