
Empat hari kemudian...
"Majikan, kenapa kau tidak pergi ke perguruan?, murid-murid itu bilang setelah tiga hari kau harus pergi ke sana"
"Tentu saja aku akan pergi ke sana, tapi sebelum berangkat kesana aku menuntaskan permainanku dulu dan menjemput adik-adikku"
Di gerbang istana...
"Nona kenapa kau baru kembali?, ada kejadian besar di istana, tepatnya di kediamanmu!" Ucap pengawal
"Tenanglah aku bisa mengurusnya, aku akan mengajari anjing itu cara membunuh dirinya sendiri" Ucap Yan Xin lalu masuk ke dalam.
Di Paviliun Zaku, Halaman Yan Xin...
Di situ terdapat banyak orang dan dayang dayang istana yang berkumpul, termasuk kasim Gui utusan kaisar untuk menentukan yang benar dan salah.
"Hiks... iya, aku sudah memberitahunya bahwa itu salah, tapi dia malah mengancamku... hiks" Tangis Xuan Xu
"Eh, lihat... bukannya itu Yan Xin?"
"Benar, dan lihatlah pakaiannya yang serba hitam dan memakai cadar itu, pasti dia baru saja bersenang-senang dengan lelaki lain di luar sana"
"Setelah aku mengetahui bahwa istri pangeran Leo itu adalah si sampah, aku langsung muntah"
__ADS_1
"Huh!, ternyata pangeran Leo salah memilih istri, malah mendapatkan istri yang perlakuannya buruk"
"Ada apa ini?, kenapa kalian semua berkumpul di halaman kediamanku?" Tanya Yan Xin dengan ekspresi biasa
GREP!
Xuan Xu berlutut dan memegang kaki Yan Xin.
"Maaf putri... hiks... aku tidak bisa lagi menjaga rahasiamu... hiks, hukumlah aku putri!" Teriak Xuan Xu dengan berekting sedih
"Rahasia?... ooh aku sudah tahu alur ceritanya" Gumam Yan Xin
DUAKK!
"Da, dasar jalang!, aku akan membalasmu!" Gumam Xuan Xu kesal menahan amarah
"Hiks... aku tahu kau sangat marah putri... hiks, kalau begitu bunuh saja aku!" Teriak Xuan Xu
"Lihatlah, betapa kejamnya dia, dia memang tidak pantas menjadi istri pangeran"
"Apakah dia tidak tahu bahwa nona Xu adalah anak dari keluarga terhormat"
Semua orang disitu membisikkan keburukan yang diperbuat Yan Xin.
__ADS_1
"Kau menuduhku tidur dengan pria lain selain pangeran?, kalau begitu dimana buktinya?" Tanya Yan Xin
"Cepatlah katakan nona Xu, jangan takut, kita ada bersamamu!"
"Benar nona, kalau terjadi sesuatu padamu kita akan melindungimu!"
"Ta, tadi malam anda... hiks, membawa seorang pria ke kediaman anda... hiks, aku pun memergokinya, aku sudah menasehati putri... hiks, tapi anda malah mengancamku, anda mengancam kalau aku tidak menjaga rahasia... hiks, kau akan membunuh ayahku dengan kau sebagai istri pangeran... hiks, dan aku masih ingat pakaian pria itu tertinggal di kamar anda tepatnya bawah tempat tidur... hiks... aku tidak mengambilnya karena takut... hiks" Ucap Xuan Xu tersedu-sedu
"Lumayan untuk lacur yang belum pernah kukenal, tapi kau belum tahu siapa aku, diam-diam aku telah mempelajari kekuatan spesial ini, sekarang aku akan mempraktekkannya" Ucap Yan Xin dalam hati tersenyum licik
"Ohh, jadi kau meminta Paviliunku untuk digeledah?" Tanya Yan Xin
"i, iya, untuk memperingatkan pangeran bahwa kau bukan wanita baik-baik!" Jawab Xuan Xu
"Hoho... baiklah, tapi aku ada satu syarat, kalau kau tidak menemukan apa-apa di Paviliunku, Paviliunmu juga akan kugeledah"
"Hehe dasar bodoh, aku telah menyusun rencana ini dengan matang, tidak akan ada kendala sedikitpun" Gumam Xuan Xu
"Ba, baiklah, aku akan menyetujui syarat anda"
"Ayo semua kita geldah!" Teriak salah satu orang
"Iya ayo kita geledah, kalau kita menemukan buktinya, ini akan memalukan bagi pangeran Leo!"
__ADS_1
"Ayo geledah!" Saut lainnya