
Di tempat makan Xuan Tong...
Yan Xin, Xia He dan selir Huan duduk di lantai beralaskan kain sutra dengan meja bambu di tengahnya.
"Memang tuan putri yang terhebat!, dia tidak takut melawan patriac dan langsung keluar dari kediaman seperti neraka itu, dia memang orang yang bijaksana!" Kagum Xia He dalam hati
"Oh sungguh aku sangat lelah sekali berpura-pura tegas seperti ini, tapi tidak apa, orang kuat sepertiku harus tegas dan bijaksana!" Ucap Yan Xin dalam hati
"Aku sudah memesan makanan untuk kita makan, jadi selir Huan, ceritakan kejadiannya kepadaku" Ucap Yan Xin
__ADS_1
"Baiklah putri, cerita ini berawal dari saat saya belum menjadi selir, nenek saya adalah pengagum bunga, jadi dia membuat kebun bunga di gunug Hailan yang sangat jauh dari keluarga Huan kami, nenek selalu menginap di gunung Hailan karena takut bunganya akan kenapa-napa, karena nenek saya jarang sekali pulang maka saya sangat rindu sekali dengan nenek saya, saya memutuskan untuk menjenguk nenek saya ke gunung Hailan.
Pada saat di tengah perjalanan menggunakan kereta kuda, saya melihat seorang pemuda tampan yang sedang memancing di sungai, dan saya pun sadar bahwa saya suka padanya saat pandangan pertama. karena saya sangat suka sekali pada pemuda itu sesudah saya menjenguk nenek saya di gunung Hailan dan pulang, saya pun menyuruh semua dayang dan prajurit untuk mencari tahu tentang pemuda itu dengan menyebutkan ciri-cirinya.
Beberapa hari berlalu dan saya pun tahu bahwa pemuda itu berasal dari desa terpencil, dia sangat miskin, dia memancing ikan dan menjualnya untuk ibu nya yang sedang sakit parah. kata pengawal yang kuutus dia sudah sangat putus asa karena tidak bisa menyembuhkan ibunya, dia pun mempertaruhkan diri untuk menjual hidupnya kepada siapapun yang bisa menyembuhkan ibunya.
Saat menyetujui saimbara itu nona dari keluarga Li itu sadar bahwa dia tidak mempunyai kekuatan spesial penyembuh sedangkan aku mempunyai kekuatan spesial penyembuh, Liangyi mencoba membatalkan saimbara itu tapi tidak bisa karena saya dan dia sudah berjanji siapapun yang melanggar maka dia akan mati oleh langit, alhasil saya yang memenangkan saimbara itu dan saya melihat ekspresi nona Li yang sangat marah, saya pun membawa pemuda itu ke kediaman Huan tapi esoknya dia meninggal dengan lehernya yang terpotong, dan aku pun menyadari itu perbuatan nona dari keluarga Li yang mengutus orang untuk membunuh pemuda itu"
"Woahh jadi ini bertemakan balas dendam?" Pikir Yan Xin
__ADS_1
"Keluarga Li lebih berkuasa dibanding keluarga Huan, jadi dia terus saja menindasku dan memfitnahku ketika ada acara-acara penting" Cemberut selir Huan
"Kau tidak perlu merasa cemas, apakah kau tahu dua anak kecil dan satu pelayan yang tinggal di salah satu paviliun?" Tanya Yan Xin
"Ah!, apakah kau mengatakan dua anak dan satu pelayan itu?, mereka di usir oleh patriac Xin karena di tuduh mencuri makanan di dapur oleh selir Li, haiih makanan ini sungguh enak, aku tidak bisa berhenti memakannya!" Timbrung Xia He sambil makan dengan lahap
"Benar kata Xia He, mungkin selir Li yang menghasut patriac untuk mengusir mereka" Ucap selir Huan pasrah
"Beraninya seorang selir murahan mengusir keluargaku, aku tidak akan tinggal diam!" Marah Yan Xin dalam hati
__ADS_1