Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 174 (Season 4)


__ADS_3

"Semuanya, pesta teh kali ini sampai disini dulu, kalian pulanglah dan tak usah mencemaskan Yan Xin, aku akan mengantarkannya ke istana tempat tinggalnya sendiri setelah dia terbangun, mungkin dia pingsan karena kelelahan melakukan sesuatu" senyum Su Wuxin


________


Malamnya di kediaman keluarga Su, di gudang belakang, Yan Xin disekap dan diikat dengan keadaan pingsan.


KRIIIEEEETT....


Pintu gudang itu terbuka dengan pelayan yang memegang pisau di tangannya.


"Cih sebagai pelayan pribadi, bagaimana Nona Su Wuxin menyerahkan tugas menjijikan ini kepadaku!" oceh si pelayan


Pelayan itu pun berjalan mendekat kepada Yan Xin.


"Apakah wanita ini yang ditugaskan untuk dibunuh?, kurasa Nonaku itu sungguh gila, bagaimana bisa istri seorang pangeran bisa dibunuh sesuka hati?, begitulah cinta, semua yang ilegal pun di legalkan olehnya" sambung pelayan itu


"Tapi.... ada benarnya apa yang dikatakan Nona Su Wuxin, kalau aku jadi dia aku juga akan melakukan hal yang sama, hahaha.." tawa pelayan itu


"Kita lihat, dimana dulu yang akan ku tusuk, baiklah di sini saja!"


Pelayan itu pun meluncurkan pisaunya ke arah pinggang Yan Xin, tapi dengan cepat Yan Xin bangun dan menangkis pisau itu sampai terlempar jauh dan tak lupa Yan Xin menotok leher pelayan itu sampai pingsan.


Yan Xin pun berdiri dan meregangkan semua otot-ototnya.

__ADS_1


"Uhh!, otot-ototku sangat kaku, sudah kuduga si Nona Su itu akan mengirim pelayannya kesini, dia ternyata menganggapku rendahan" ucap Yan Xin


Yan Xin pun berjongkok kembali dan mengambil serangkai kunci dari kantung pelayan tersebut yang pingsan.


"Baiklah mari kita beraksi, sejak aku datang kemari aku merasakan perasaan akan sesuatu, mari kita mencarinya"


"Pengawal disini sangat ketat tidak jauh berbeda dengan istana, aku rasa ini tidak akan mudah


Di kamar, Su Wuxin dia sedang bersantai sambil menikmati anggur.


"Haha sekarang aku yang menang, aku rasa dia sudah terbunuh oleh pelayanku, tadinya aku berfikir untuk membunuhnya sendiri, tapi buat apa aku mengotori tanganku hanya demi satu wanita ja***ang" ucap Su Wuxin


"Sekarang si ja***ng itu pasti sudah mati, dan pangeran Anming akan menjadi milikku seutuhnya, aku akan memberitahu ibu besok bahwa aku ingin dijodohkan dengan pangeran Anming!" sambungnya lagi


"Bagaimana bisa lilin tiba-tiba padam!, apakah pelayan bodohku itu membawa lilin yang tidak berkualitas!, kalau dia dihadapanku akan kubunuh dia sekarang juga!" marah Su Wuxin


Dengan cepat Su Wuxin pun lari ke arah pintu berniat untuk membuka pintunya dan keluar.


Tapi pintu itu tiba-tiba terkunci dari luar.


"Siapa yang mengunci pintunya dari luar!"


BRAK! BRAK! BRAK!

__ADS_1


Su Wuxin menggebrak-gebrak pintu itu.


"Tolong siapapun!, a, aku sangat takut sekali!" teriak Su Wuxin


Teriakan itu tidak ada gunanya sama sekali karena di luar paviliun Su Wuxin tidak di jaga oleh satupun pengawal akibat permintaannya dengan alasan akan mengganggu.


"Siapapun tolong aku.. hiks" Su Wuxin mulai menangis


Tiba-tiba dari dinding belakang terlihatlah bayangan menyeramkan dengan sinar hijau, sangat jelas bayangan hijau itu merintih.


"Su Wuxin aku harus mendapatkan keadilan!, aku adalah Lin Lin yang kau bunuh satu tahun yang lalu!" ucap bayangan itu


BRUK !


Su Wuxin terjatuh dan meringkuk ketakutan.


"Ka, kau sudah mati!, pergilah sana jangan mengganggu!" teriak Su Wuxin ketakutan


"Bicaramu mudah sekali, kau harus mendapatkan karma yang setimpal!, aku akan mencabut jantungmu sekarang juga!"


"AAAAAAA!!!!" teriak histeris Su Wuxin


Karena sangat ketakutan Su Wuxin pun seketika pingsan di lantai.

__ADS_1


__ADS_2