
Minghao, Mingmei dan Nuwa tak bisa berkata-kata lagi, mungkin jika ada murid yang mengatakan itu dia sudah dimasukkan ke dalam api neraka perguruan putih dan akan disana selama ribuan tahun.
SWOSHH !!!
Tiba-tiba terbang pisau yang terbuat dari es dari pintu paviliun itu menuju Yan Xin.
Dengan cepat Yan Xin menangkap pisau itu dengan kedua jari tangan kanannya.
Tiba-tiba muncul dari atap paviliun seorang yang disebut Tetua teratas, dia memiliki jenggot panjang berwarna putih dan memakai jubah perguruan. dia sekarang terbang di atap paviliunnya.
"SIAPA YANG BERANI MENGHINAKU SANG TETUA TERATAS INI!!!" teriak Tetua teratas dengan sangat keras membuat perguruan putih bergetar dan semua murid perguruan Putih berbondong-bondong keluar dan ingin melihat apa yang terjadi
"Mohon tetua teratas mengampuninya, dia hanya orang yang tidak tahu apa-apa, dia hanya tidak sengaja" sujud Minghao
"Benar, dia hanya orang yang tak tahu apa-apa!, mohon tetua teratas mengampuninya!" sujud Mingmei
"Heh, tidak sengaja?, baiklah, aku akan menganggap itu sebagai ketidaksengajaan, tapi tidak semudah itu untuk lolos dariku dan mendapat mengampunanku, kau harus..."
"Itu tidak perlu, aku tidak butuh belas kasihmu, aku hanya ingin kau menurunkan jabatanmu kepadaku!" Yan Xin tersenyum
"SANGAT LANCANG!" teriak tetua teratas
Dia membuat bola api es dengan kekuatannya dan melemparkan bola api es itu kepada Yan Xin yang berada di bawah.
"Ini sudah tidak sempat!" Minghao
"Kita semua akan mati disini!?" Nuwa berteriak
Yan Xin mengangkat tangan kanannya ke udara.
DUARR!!!
Bola api es itu hancur berkeping-keping.
Melihat itu semua murid perguruan Putih sangat kaget ada yang bisa menahan serangan bola api es tetua teratas.
__ADS_1
Di tebalnya hujan salju itu kini keduanya akan saling bertarung.
"Kenapa terjadi keributan disini!" tanya tetua Shen
"Lapor tetua, tetua teratas sedang bertarung dengan seorang wanita!" murid
"Apa!" kaget tetua Shen
_______
"Jangan merasa bangga hanya kerena kau bisa menahan serangan kecil dariku itu!" angkuh tetua Teratas
"Tua bangka ini sangat berani" seringai Yan Xin
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya, seketika hujan salju yang turun begitu lebat kini berhenti seketika.
"Hu, hujan saljunya... ke, kenapa tiba-tiba berhenti!" kaget tetua teratas
TAK!
ZRASSHH~!!!!
Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras membuat semua orang terkejut.
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya kembali.
Tiba-tiba hujan berhenti dan terjadiah musim panas yang amat panas.
Semua murid merasakan panas di sekujur tubuh mereka.
Tetua teratas langsung turun dan bersujud di hadapan Yan Xin.
__ADS_1
"Mo, mohon... Maharatu... mengembalikan musim salju seperti semula, semua murid akan meleleh karena saking panasnya ini" gemetar tetua teratas
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya kembali.
Tiba-tiba musim hujan kembali lagi, tapi bukan air yang turun dari awan melainkan itu adalah hujan berlian..
"Mo, mohon maafkan saya maharatu, to, tolong ampuni saya kali ini saja" gemetar tetua teratas yang masih bersujud
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya kembali.
Tiba-tiba hujan berlian itu berhenti dan digantikan dengan musim kemarau.
Semua murid merasa lemas dan pingsan.
"Mo, mohon.... hiks... mohon maharatu menghentikkan ini, saya benar-benar memohon pengampunan!" Tetua teratas meringis memohon ampun
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya kembali.
Tiba-tiba musim kemarau itu digantikan dengan musim hujan kembali, tapi bukan air yang jatuh, melainkan batangan besi panas yang jatuh.
Tetua teratas yang masih bersujud terus gemetar dan menangis.
"Mohon... hiks.... aku benar-benar memohon kepada Maharatu Legendaris..." Tetua teratas
"............"
TAK!
Yan Xin menjentikkan jarinya kembali.
__ADS_1
Sebelum hujan batangan besi panas itu jatuh, Yan Xin mengambalikan musim salju seperti semua kepada perguruan Putih.