
Esok pagi arena telah disiapkan dan kini Su Wuxin dan Yan Xin saling berhadapan.
Semua penonton sangat yakin yang akan menang adalah Du Wuxin, teriakan semangat untuk Su Wuxin menggema sedangkan tatapan meremehkan didapatkan oleh Yan Xin.
"Kenapa harus ada pertarungan, sudah jelas bahwa Su Wuxin akan menanh dalam pertatungan ini, istri pangeran Anming itu tidak akan dapat bertahan"
"Benar sekali, buat apa menyaksikan pertarungan tidak berguna ini, mungkin istri pangeran Anming itu akan kalah dalam sekali pukul" ucap para penonton
"Diam kalian manusia bodoh!, dalam pertarungan ini aku yakin Yan Xin akan menang melawan gadis ******, sialan, bodoh, naif, ja**ng, dan hina itu!" simbong Piao Piao
"Wah apakah ini adalah Nona dari keluarga Piao yang bangkrut itu, bahkan srkarang keluargaku lebih kaya daripada keluargamu" ejek Bao Lin dari keluarga Bao
"Wah wah apakah ini adalah si tukang makan yang rakus itu, aoakah kau yakin bisa menikah dengan perut gendut tidak tahu malumu itu" balas Piao Piao
"Apa kau bilang!!" geram Bao Lin
"Haha terus saja kesal dasat sialan, dan jangan mengganggu, aku ingin menonton pertarungan Yan Xin!" ucap Piao Piao
__ADS_1
"Ternyata kau mendukung wanita tidak tahu malu itu, haha, bagaimana kalau kita bertaruh, jika wanita tidak tahu malu itu menang maka aku akan memberikan 1 jt tael kepadamu, tapi jika Nona Su yang menang maka kau harus menjadi pesuruhku!"
"Baiklah, tapi ingat kau harus langsung membayat 1 jt tael itu dalam hitungan menit!" ucap Piao Piao
Di arena kini terdapat Yan Xin dan Su Wuxin yang daling berhafapan dan siap bertarung.
"Dasar wanita ja**ng tidak tahu malu!, lihatlah cambuk yang kubawa ini, cambuk api ini adalah pusaka ajaib yang diberikan ayahku sekaligus pusaka turun temurun dari keluarga Su, mimoi saja jika kau mau mengalahkanku, itu tidak akan terjadi sampai dunia berakhir sekalipun" Su Wuxin dalam hati
Di tempat berkumpul para mentri kini terdapat Kaisar dan pangeran Anming yang menantikan pertarungan ini.
"Haha, anakku pasti akan menang pada pertarungan ini" ucap perdana mentri Su
"Pangeran aku tidak berani melawanmu, tapi lohatlah pada diri istrimu itu, tidak ada aura atau apapun sama sekali, memang percuma kalau mereka bertarung seharusnya langsunh saja umumkan anakku Su Wuxin agar menjadi pemenang" ucap perdana mentri Su
"Jangan sampai memakan ludahmu sendiri" ucap Anming
Di arena kini keduanya sudah bersiap dan suara gong sudah terdengar pertanda keduanya boleh bertarung.
__ADS_1
"Haha aku tidak menyangka kau akan datang dan tidak sembunyi, keberanianmu memang patut dipuji" ucap Su Wuxin
"Dan aku ingatkan sekali lagi jangan berfikir untuk menang karena wanita tidka tahu malu sepertimu itu tidak pantas untuk menikahi pangeran pertama!" sambung Su Wuxin
"Dengan sekali sebatan cambuku kau akan mengalami kesakitan yang amat parah sehingga teriakanmu yang sedang kesakitan itu akan membangunkan para burung yang tidur"
DUAK !!!
Tiba-tiba Yan Xin mengayunkan tangannya dan memukul dengan kuat wajah Su Wuxin sampai terpental keluar arena dan pingsan.
Penonton pun tenganga melihat itu dan mematung tanpa bergerak.
Kaisar, Pangeran Anming, dan perdana mentri Su hanya diam tak percaya pertarungan itu akan memakan waktu yang sedikit.
Kaisar pun berdiri dari kursinya.
"PEMENANG DARI PERTARUNGAN INI ADALAH YAN XIN!" jelas Kaisar
__ADS_1
Semua orang pun bertepuk tangan sedemikian rupa.