Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 40 (Season 1)


__ADS_3

Di suatu tempat di hutan belantara...


"Ini... apakah aku sudah sampai di kawasan obat?" Tanya Yan Xin membuka mata


"Majikan tadi aku melihat ada yang mendorongmu!, sekarang kau bukan di kawasan obat!"


"Apaa!!, bagaimana bisa!, aku sangat ingin memeluk tanaman obat yang sangat langka!!"


"Tapi... hiks, tapi sia-sia!, aku sangat kecewa!!"


KWAK! KWAK! KWAK!


Semua burung terbang berhamburan karena teriakan Yan Xin.


"Majikan jangan berteriak!, aku takut disini ada hewan ajaib dengan ranah yang tinggi!"


"Ups maaf, sekarang aku ada dimana?"


"Sekarang kita ada di sebuah hutan belantara!"


Hutan Belantara itu dipenuhi rumput panjang yang menjulang tinggi seperti pohon, pohon-pohonnya sangat tinggi seperti menjulang ke lamgit jika dilihat dari bawah, Yan Xin di situ terasa seperti semut yang sangat kecil.


"Majikan aku sangat takut!" Ucap kanggi berdiri di belakang Yan Xin


"Jangan takut, aku ada disini, ayo kita berjalan pelan sambil melihat situasi di hutan ini"

__ADS_1


mereka pun berjalan menyusuri hutan belantara itu, tak lama mereka tembus di sebuah sungai yang dipinggirnya terdapat Goa.


Walaupun di hutan belantara, sungai itu sangat jernih dan ada ikan dimana-mana, Goa yang dipinggirnya terlihat sangat tua tapi tidak dihuni oleh hewan buas.


"Akhirnya kita tembus ke sungai, kanggi aku ingin gelas bambu, aku sangat haus!"


Kanggi pun merogoh kantong kanggurunya dan diambil gelas bambu.


GLUK GLUK GLUK


"Majikan apakah kita bisa kembali?"


"Aku tidak tahu, tapi kita harus beradaptasi dulu disini"


Mereka pun memutuskan untuk tinggal di Goa yang tidak perpenghuni itu, Yan Xin membuat sebuah tempat tidur menggunakan batu yang sudah dipahatnya oleh kayu yang dilapisi dedaunan.


"Baik majikan, tapi kau harus berhati-hati, aku khawatir di hutan belantara ini ada hewan ajaib di ranah semesta"


BLASSHHH!!


Yan Xin memutuskan untuk berjalan ke arah kanan mengikuti instingnya.


"Aku penasaran, ini kan dunia kultivasi, aku sempat membaca komik tentang dunia kultivasi dan dikomik itu terdapat tumbuhan obat langka di hutan-hutan seperti ini, sambil berburu aku harus mencarinya!"


Setelah berjalan cukup lama, Yan Xin tidak menemukan satu pun hewan, dan betapa kagetnya dia melihat ada gubuk yang sudah reyot di tengah-tengah hutan dan terdapat suara tangisan di gubuk itu.

__ADS_1


"Hiihhh apakah novel ini bergendre horor?, kenapa ada kejadian seperti ini!?" Ucap Yan Xin merinding


"Majikan, ketuklah pintu gubuk itu, aku merasakan ada tanaman obat yang langka di dalamnya" Ucap Kanggi bertelepati dari dalam Cincin


"Bagimana bisa kau menyuruhku memasuki gubug seram itu, aku curiga kalau gubuk ini bekas pembunuhan!"


"Sudahlah jangan banyak bicara!, ikuti saja perintahku!"


"Kadang aku heran siapa yang majikan dan siapa yang pengikut, baiklah aku akan menurutimu!"


Yan Xin pun mendekati gubuk yang sudah hampir rubuh itu, tangisan di dalamnya semakin kencang dan badan Yan Xin pun menjadi menggigil dengan hebat saking takutnya.


Dengan tangan yang gemetar Yan Xin pun mengetuk pintunya.


TOK.... TOK.... TOK


"Pe, permisi... apakah ada orang di dalam?"


KRIEETTT


Setelah pintu itu terbuka terlihatlah penampakah nenek yang sudah tua yang sedang menangis


BRUK!


"Tolong Nak! hiks... Cucu nenek hiks... dia sedang sakit!, tapi tidak ada yang mau menolongnya! hiks... nenek sangat sedih!" Ucap nenek itu sambil memegangi kaki Yan Xin

__ADS_1


Dengan perasaan sedih Yan Xin pun membantu nenek itu berdiri.


"Sudah nenek jangan menangis, kebetulan aku seorang tabib, aku akan memeriksa cucu nenek"


__ADS_2