
Di Paviliun Perak...
Paviliun Perak adalah tempat para murid untuk betistirahat dari latihannya, di Paviliun itu sudah disediakan bangku panjang kayu untuk duduk para murid, dan disitu juga sekarang Xiao Ge dan Xiu Er duduk.
"Xiu Er sudah lama aku tidak melihatmu selama satu tahun aku mencari calon istri yang ke dua" ucap Xiao Ge
"Aku juga sangat merindukanmu Kakak Ge, kau tahu saat kau tidak ada disini, aku merasa sangat kesepian, aku jadi sagat tidak terbiasa tidak bertemu denganmu saat itu" ucap Xiu Er
"Aku sudah menduganya jika perasaan kita sama, besok aku akan memberitahu paman kalau aku sudah menemukan calon yang ke dua dan akan menikahimu" senyum Xiao Ge
Tiba-tiba dua orang murid pun mendekati mereka.
"Wah-wah aku tidak menyangka akan menemukan si sampah lagi di hari yang cerah ini, aku kira kau sudah mati dilahap oleh binatang buas di luar sana, hahaha" Ling Bao meremehkan
"Kakak Bao kau ketinggalan berita, semua murid sudah tahu tentang si sampah ini yang kembali, lihatlah Paviliun Perak ini yang biasanya ramai dengan murid langsung sepi karena adanya si sampah ini" timbrung Bai Xia
"Kalian tidak boleh berbicara seperti itu dengan kakak Ge!" teriak Xiu Er
Mendengar teriakan dari Xiu Er, Ling Bao dan Bai Xia pun pergi.
"Sudah kakak Ge jangan dengarkan apa kata mereka, aku senang kau kembali" Xiu Er menghibur
"Aku memang tidak diharapkan oleh semua orang yang ada di perguruan ini, tapi masih untung kamu tidak seperti itu" senyum Xiao Ge
__ADS_1
Di tempat papan pengumuman misi...
"Bagimana putri, apakah kau akan mengambil misinya?" tanya sistem
"Aku tidak akan mengambilnya dulu" jawab Yan Xin
"Tapi kenapa putri?" tanya sistem
"Aku rasa misi itu cukup aneh, lagipula besok aku akan memberantas ******, dan kemungkinan misi itu akan selesai setelah seminggu, jadi lupakanlah dulu soal misi itu"
BZZT! BZZT!
Tiba-tiba seekor lebah iblis yang ditugaskan untuk mengawasi Xiao Ge kembali.
"Oh lebahku kau sudah kembali?, masuklah ke mawar yang terselip di telingaku dan katakan informasinya di sana"
BZZT! BZZT!
Yan Xin pun memejamkan mata berusaha mendengarkan informasi dari lebah tadi.
Tak lama kemudian Yan Xin membuka matanya.
"Haha, ternyata pahlawan wanita kesiangan itu mengucapkan kata-kata yang membuat Xiao Ge menjadi terharu" gelak Yan Xin
__ADS_1
"Putri apakah kau akan membiarkan dirimu diduakan?" tanya sistem
"Bagimana bisa?, penerus tuhan sepertiku tidak akan mungkin membiarkan diriku diduakan, hanya aku sajalah yang boleh menduakan" seringai Yan Xin
Paviliun Perak...
"Kakak Ge apakah kau benar-benar mencintaiku?" tanya Xiu Er
"Tentu saja, kenapa kau berbicara seperti itu?"
"Terus bagaimana dengan kakak Xin?"
"Itu... kenapa kau berbicara seperti itu?" tanya Xiao Ge balik
"Tidak, aku hanya merasa kasihan pada kakak Xin kalau dia tahu dia hanya dijadikan sebagai syarat" Xiu Er dengan muka bersalah
Mendengar perkataan Xiu, Er Xiao Ge pun merasa bersalah.
"Untuk apa kau memikirkan itu?" ucap Yan Xin yang baru saja datang
"Eh ka, kakak Xin..." kaget Xiu Er
"Aku sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi calon istri Xiao Ge, jadi kau tidak perlu khawatir Xiao Ge, kalau kau dalam masalah kau bisa memanggilku, walaupun itu dewa yang terkuat pun aku bisa mengalahkannya demi dirimu!" senyum Yan Xin dengan tegas
__ADS_1
Mendengar perkataan Yan Xin, muka Xiao Ge mendadak merah padam dan tertegun, melihat itu Xiu Er bangkit dari kursi.
"Kakak tidak perlu melakukan itu, aku yang akan menjaga kakak Ge, dari dulu sampai sekarang akulah yang akan menjaga kakak Ge!" Xiu Er sedikit berteriak