
Perguruan Bixi berada di kota Daun di sebelah selatan benua Jarfi, tak seperti namanya, kota daun kini telah menjadi kota yang sangat kering, air disana hanya sedikit, bahkan ada warga yang mati karena kekurangan air. kota yang hijau berubah menjadi hitam, itu akibat rajanya tak bertanggung jawab, raja kota daun bernama Tandras, setelah diangkatnya ia menjadi raja dia sangat tamak, semua harta warganya diambilnya, dan sungai pun diambil airnya. dan setelah melakukan perbuatan tercela itu dia menjualnya ke kota seberang, untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak karena air maupun barang di kota daun sangat unik dan bernilai besar.
Warga disana tidak tau mau berbuat apa lagi, hari-hari berikutnya barang mereka diambil dan hari seterusnya makanan mereka yang tersisa sedikit walau hanya sebiji kacang pun diambil para utusan raja Tandras.
Akibatnya mereka pun memutuskan untuk kabur dari kota daun dan membangun kota lagi di daerah yang sangat jauh dari kota daun.
dan mereka pun berjanji, jika kota daun sudah kembali seperti sedia kala dan Tandras telah dikalahkan maka mereka akan kembali lagi ke kota daun.
Mendengar hal itu raja Tandras hanya diam tak bergeming, tidak memberikan perintah kepada pengawalnya untuk memmbunuh ataupun mencegah warga daun untuk kabur karena...
"Hahaha, siapa yang peduli kepada orang-orang tak berguna itu!, selagi aku mempunyai barang ini aku akan tetap kaya dan makmur hahaha!"
Dan sekarang di kota Daun hanya tinggal perguruan Bixi yang ditinggali tiga tetua dan empat orang murid. Raja tandras tidak akan menyerang perguruan Bixi karena ketiga tetua itu cukup kuat, bukan raja Tandras tidak berani tapi raja Tandras berfikir...
"kenapa tidak membiarkan mereka tinggal dan menjaga kota yang sudah rusak ini dan sekalian aku akan memanfaatkan mereka"
____
__ADS_1
Di tempat duduk tua di perguruan Bixi...
"Ini sudah lewat dari tiga hari, tapi kenapa kakak yang kuat itu belum juga datang?" Tanya Hye Yu
"Bersabarlah Hye Yu, aku sangat yakin bahwa kakak itu akan datang bersama kedua adiknya" Jawab Tu Tu meyakinkan
"Tapi Tu Tu, apakah kau tidak berpikir jika kakak yang kuat itu akan melanggar kontrak perguruan kita... hiks, apa dia akan datang?... hiks" Tangis Sin Si
"Sudahlah jangan menangis!, aku sangat yakin kakak itu akan datang!, para tetua juga sangat senang akan kehadiran kakak kuat itu, kita harus yakin bahwa kakak kuat itu akan datang!" Tegas Mo Lin
____
TAP! TAP! TAP! TAP!
BRAK!
Seseorang mendobrak pintu. Yan Xin yang sedang bersantai sambil mempersiapkan sesuatu pun kaget.
__ADS_1
BRUK!
Pengawal itu bersujud.
"Maafkan atas ketidak sopanan hamba putri!, tapi saat ini pangeran sedang sekarat karena penyakit lamanya!, harap putri untuk menengoknya!"
"Hah, sekarat?, penyakit apa yang diderita oleh suamiku itu?" Tanya Yan Xin dengan santainya
"Pa, pangeran mengidap penyakit aneh saat masih kecil, sudah beberapa kali memanggil tabib yang berbeda namun perkataan semua tabib itu sama, kata para tabib yang pernah mengobati pangeran Leo, hanya anak dengan badan langka yang bisa menyembuhkannya!"
"Ohh... baiklah, kau pergilah dahulu, nanti aku akan menyusul, apakah kau pengawal pribadi yang selalu bersama suamiku?, siapa namamu?"
"Ya putri, nama saya Xing Yang!"
"Baiklah, dan katakan kepada suamiku untuk tidak memakan apapun dulu, sekarang kau boleh pergi"
"Baik putri, saya permisi"
__ADS_1
"Bagaimana bisa wajah putri seperti tidak ada kekhawatiran?" Heran Xing Yang dalam hati lalu pergi