Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 242 (Season 5)


__ADS_3

"Dia telah mengancamku, apakah kalian keberatan jika aku melenyapkannya" ucap Yan Xin


Semua yang ada disitu hanya terdiam dengan ketakutan.


Yan Xin mendekati Lien Hua yang terbaring di ranjang dan mengusap tiga kali wajah Lien Hua.


"Benar yang dikatakan Alkemist tua itu, Lien Hua istrimu terikat sumpah dengan iblis wanita bernama Dayuna" jelas Yan Xin


"Tapi kenapa Lien Hua melakukan hal tersesat seperti itu, aku masih tidak bisa mempercayainya" Jianheeng


"Sekarang kau harus membuat Pilihan, Pilihan ini memang sulit untukmu, Apakah kau ingin menyelamatkan hidup Lien Hua, atau bayi laki-laki yang ada dalam perutnya" ucap Yan Xin


Semua terkejut dan tidak bisa menyangka bahwa selama ini Lien Hua sedang hamil.


"A, apakah yang anda katakan ini benar!?, Lien Hua sedang mengandung anak laki-laki?!" kaget Jianheeng


"Benar, tapi kau harus ingat, kau harus memilih antara dua nyawa" ucap Yan Xin

__ADS_1


Para tetua pun berdiakusi.


"Pemimpin, tolong pikirkan masa depan perguruan Putih, jika kau tidak mempunyai anak, maka siapa yang akan meneruskan warisanmu dan meneruskan perguruan putih ini agar terus berjaya" tetua Qu


"Benar apa yang dikatakan tetua Qu, pemimpin, keturunan anda sangat penting bagi perguruan putih ini, sedangkan anda sudah kian menua, jadi aku rasa tak mungkin jika anda ingin memiliki bayi lagi" sambung tetua Min


Pemimpin Jianheeng hanya diam dan terus menatap Lien Hua.


"Bagaimana... apakah kau telah memilih?" tanya Yan Xin


"Kalau seperti itu biar istrimulah yang memilih" Yan Xin mengusap tiga kali wajah Lien Hua


Seketika kedua mata Lien Hua terbuka, dan membuat semua orang terkejut.


"Lien... kau... kau sudah sadar..." ringis Jianheeng memeluk Lien yang masih pucat


"Jadi nyonya Lien Hua, kau tidak punya cukup waktu untuk berbuat apa-apa sekarang, karena kesadaranmu akan hilang seteleh satu jam, jadi aku akan bertanya kepadamu sekarang... pilih bayi yang ada di perutmu atau hidupmu sendiri" senyum Yan Xin

__ADS_1


"Aku telah berusaha keras untuk hamil dan mendapatkan bayi laki-laki untuk penerus perguruan Putih ini" pelan Lien Hua


"Berusaha keras?, apa maksudmu tentang itu?!" Jianheeng


"Jujur aku memang bersekutu dengan kekuatan hitam untuk mendapatkan bayi ini, karena aku mendengar gumamanmu saat di ruang baca, aku tahu aku memang harus memiliki bayi laki-laki untuk penerus perguruan putih ini, tapi tabib berkata bahwa aku tidak punya kesempatan untuk hamil, pada saat itu aku memang sangat kecewa dan bersedih, tapi pada malam itu asap hitam masuk ke dalam melewati jendela kamar, dia bilang bahwa aku bisa hamil dengan menukarkan jiwaku" Lien Hua menangis


"Untuk apa kau melakukan itu!, aku tidak butuh anak itu!, aku hanya membutuhkan dirimu!, aku hanya ingin kau kembali sehat!" tangis Jianheeng


"Tolonglah tuan... ini permintaan terakhirku... walaupun aku mendapatkan bayi ini dengan bantuan ilmu hitam, tapi bayi ini suci, aku mendapatkannya dengan susah payah, tolong jangan biarkan pengorbananku ini sia-sia tuan..." rintih Lien Hua


Dengan tiba-tiba Jianheeng bersujud kepada Yan Xin.


"Pasti!... pasti Maharatu mempunyai cara untuk menyelamatkan keduanya!, tolonglah aku!, aku akan melakukan apapun untukmu dan berhutang budi padamu seumur hidupku!" sujud Jianheeng


"Wah wah, rencanamu sangat amat cerdik putri, kau mengatakan jika kau hanya bisa menyelamatkan salah satunya agar Jianheeng memohon padamu dan merasa berhutang budi" Rang Rang bertelepati


"Sekarang burung telah terjerat, setelahnya mari kita kurung di kurungan besi" seringai Yan Xin

__ADS_1


__ADS_2