
"Bukan hari ini, tapi dua hari lagi, dan tuan muda harus tahu, siapa yang memenangkan perlombaan master Pil ini akan di hadiahi gelar alkemis Surga dan namanya akan didengar oleh seluruh manusia yang ada di bumi ini, tapi sampai sekarang belum ada yang bisa menang dan mendapatkan gelar 'Sang Alkemis Surga' dikarenakan babak 99 konon begitu sulit, maka dari itu yang tidak bisa sampai ke babak ke 99 hanya dihitung dari babak 98" jawab Nenek tua itu
"Jadi tidak ada yang bisa menyelesaikan babak ke 99 yaitu babak terakhir?, dipikir-pikir perlombaan alkemis ini sangat menarik, dan mungkin bisa mengasah tekhnik menyuling Pilku, aku harus mengikutinya karena kesempatan ini belum tentu datang dua kali" Yan Xin dalam hati
Setelah itu prlayan datang dan membawa makananya, dan mereka pun memakannya dengan lahap.
"Pelan-pelanlah, jika kalian ingin menambah maka panggillah pelayan, kalian tidak perlu khawatir tentang uang" ucap Yan Xin
"Terima kasih kepada tuan muda, apakah tuan muda berencana mengikuti pelombaan Alkemis itu?" tanya Nenek tua itu
"Benar, setelah ini aku akan mencari penginapan terlebih dahulu" jawab Yan Xin
__ADS_1
"Seperti yang kubilang seluruh penginapan di kekaisan gama ini telah terisi penuh, jika tuan muda bersedia, menginaplah di gubuk kami demi membalas kebaikan tuan muda" ucap Nenek tua itu
"Gubuk kami berada di atas gunung, walaupun gubuk kami berada sangat jauh dari para warga di kekaisaran gama, tapi kami sengaja membangun gubuk itu di gunung karena hutan di sana sangat nyaman dan menghalangi sinar matahari yang menyengat karena di sana pepohonan yang menutupinya, hanya aku dan cucuku yang tinggal disana" sambung nenek tua itu
"Baiklah, aku akan menginap ditempatmu untuk sementara, aku juga suka sekali tempat yang sunyi dan tenang untuk berkultivasi"
"Pelayan!" panggil Yan Xin
"Bungkuskan beberapa makanan untuk dibawa pulang"
Pelayan itupun pergi.
__ADS_1
Sorenya nenek tua dan cucunya serta Yan Xin berjalan menaiki bukit, terasa bukit itu sangat sejuk, angin yang berhembus menerpa tambut hitam Yan Xin yang panjang terikat kain merah, burung-burung berterbangan kedalam hutan karena malam hampir tiba, Yan Xin berpikir mungkin bisa dikatakan bukit ini seperti hutan hujan tropis yang terdapat banyak hewan di dalamnya.
"Tak salah anda memilih tinggal ditempat yang indah dan sejuk seperti ini" ucap Yan Xin
"Benar, anakku yang sudah meninggal berkata ingin tinggal di tempat yang sangat tenang dan indah, dan dia memutuskan untuk tinggal di bukit yang tak jauh dari warga kekaisaran gama, tapi setelah melahirkan cucuku dia meninggal dan dikuburkan di belakang gubuk kami" sambung nenek tua itu
"Itu pasti sangat menyakitkan untukmu"
"Tidak, itu tidak menyakitkan, dia sudah bahagia di atas sana dan tidak merasakan sakit lagi yang dideritanya waktu masih hidup, maaf aku tidak bisa menceritakan semuanya" sedih nenek itu
"Itu tidak masalah, lagipula aku mengerti perasaanmu kehilangan anak yang kau sayangi, itu pasti tidak mudah, benar juga, aku belum tahu diapa nama kalian?" tanya Yan Xin mengalihkan topik
__ADS_1
"Maaf terlambat memperkenalkan, namaku Mao Mao, tuan muda bisa memanggilku Ne Mao, dan ini cucuku Ah Ze" jawab Ne Mao