
Di Perguruan Putih, di tempat kerja Jianheeng, kini mereka berdiskusi bagaimana cara meminta maaf kepada kekasih lamanya.
"Kita tidak bisa diam saja Maharatu Pil, aku takut semakin ini berlangsung lama maka dendamnya akan semakin meningkat kepadaku" Jianheeng
"Sudah kubilang jangan terburu-buru, aku memiliki satu rencana yang bagus, biarkan mereka menyerang, dan kau hanya perlu bersandiwara, bagaimanapun kebencianya terhadapmu, pasti ada celah yang akan membuat hatinya luluh" senyum Yan Xin
"Ingat perintahku ini, pindahkan para murid ke tempat aman selama peperangan" ucap Yan Xin
BLASS!!!
Yan Xin pun melebur menjadi kelopak mawar dan hilang.
"Kadang aku tidak mengerti apa yang Maharatu Pil bicarakan" Jianheeng menghembuskam nafas
...*****...
Tiga hari kemudian di Perguruan Hitam tempat Kaili...
"Semuanya sudah siap pemimpin, apakah kita harus menyerang sekarang juga hehe" tetua Jierui
"Jangan terburu-buru, apakah kau sudah memastikan bahwa ini adalah hari yang pas untuk menyerang perguruan putih?" Kaili
"Hehe tentu saja pemimpin, aku telah melihat perbintangan untuk itu, jadi tidak mungkin kita salah dalam hal ini hehe" tetua Jierui
__ADS_1
"Penyerangan ini adalah penyerangan terbesar dan terakhir yang akan aku lakukan, setelah itu aku yakin si tua Jianheeng itu akan mati" seringai Kaili
...*****...
Kini di Perguruan Putih, Semua murid telah dipindahkan ke tempat teraman.
"Sekarang, para tetua dengarkan peintahku, lakukan aktifitas kalian seperti Biasa dan tetap waspada, jangan sampai kita dicurigai" perintah Jianheeng
Semua tetua pun berpencar ke tempatnya masing-masing.
Yan Xin pun muncul di hadapan Jianheeng.
"Salam kepada anda, apakah rencana ini akan berhasil seperti yang anda katakan, saya bukan mencurigai tentang rencana anda, saya hanya memastikan supaya saya sedikit lebih tenang" Jianheeng
"Aku mengerti, aku sudah menyiapkan semua itu dengan matang, asalkan Lien Hua selamat, maka aku sudah sangat bersyukur" Jianheeng
"Baiklah, ini sudah akan hampir dimulai, aku akan ketempat para murid untuk menjaga mereka semua, pertarungan ini tergantung padamu sendiri" Yan Xin melebur menjadi kelopak bunga mawar dan menghilang
"Ya, ini semua memang tergantung padaku, maka biarlah ini terjadi padaku" Jianheeng
TENG! TENG! TENG!
Lonceng bahaya terdengar dari perguruan Putih, semua tetua pun bersiap.
__ADS_1
Semua anak buah dari Kaili menerobos barier pelindung perguruan Putih sampai pecah dan menyerbu di setiap sudut.
"SEMUANYA!, SEKARANGLAH SAATNYA!, SERAANG!!" teriak Jianheeng
Semua Tetua pun langsung bertarung satu sama lain dengan anak buah Kaili.
"Haha dasar pak tua bodoh, kau sangat berani dengan mengerahkan para tetua dari perguruanmu itu, apakah kau tidak takut jika mereka semua mati, jika itu terjadi maka siapa yang akan mengajari para muridmu" ucap Kaili
"Tunggu!, dimana semua muridmu!, jangan-jangan kau sudah tahu bahwa kami akami akan meyerang!?, dasar manusia Rubah!" sambung Kaili
"Tekhnik Iblis Peringkat Pertama!"
BLARRR!!!
Kaili mengangkat tangannya, dari tangannya keluar api hitam yang menyembur ke arah Jianheeng.
"Kau memanggilku rubah?, kaulah rubah sebenarnya!" Jianheeng
"Tekhnik Api Salju!"
Jianheeng mengangkat kedua tangannya, dari tangannya keluar api salju biru yang beradu dengan api hitam Kaili, itu terus bertahan hingga keduanya merasa lelah.
"Hosh....hosh.. hosh..." Jianheeng tersengal
__ADS_1
"Haha, pak tua ternyata kau kian melemah karena kau terus mengobati instrimu itu" Kaili