
"Rencana Kakak pertama memang sangat bagus, pasti dia sudah merencanakan ini sejak lama, memang pantas dia menyusun rencana secara sempurna ini, secara dia takut posisi Kaisar berikutnya akan di ambil oleh Feng Yin, apakah dia tidak megkhawatirkan bahwa adik-adiknya juga sangat menginginkan tahta, setelah ini aku harus berhati-hati terhadap dia, jangan sampai menjadi ular yang memangsa kelinci dari belakang" Mo Heng dalam hati
"Ayah Kaisar, kenapa dengan anda, apakah anda sedang sakit?" cemas Feng Yin
"Orang asing, beraninya kau megatai Ayahanda tak sehat!" Mo Heng
"Ayahanda, ananda pikir sebaiknya orang asing ini kita jebloskan ke penjara bawah tanah tempat para narapidana kekaisaran berada, sehingga dia tidak bisa berbuat semena-mena di istana ini" dingin Mo Yan
"Pengawal!, cebloskan orang Asing ini ke penjara bawah tanah!, perketat penjagaan!" perintah Kaisar
Para pengawal pun bergerak tapi di hentikan oleh suara seseorang.
"SIAPA YANG BERANI!" Yan Xin datang dengan beberapa lebah kematian yang terbang megelilinginya
"Putri aku rasa Kaisar telah dikendalikan oleh ketiga pangeran itu menggunakan boneka Lilin terlalu lama, jika ini terus dibiarkan maka Kaisar akan mati" Rang Rang
Mendengar teriakan itu semua pejabat dan perdana mentri langsung berdiri.
"Ayahanda, kurasa kau juga harus menjebloskan istri orang asing ini kepenjara bawah tanah, melihat penampilannya kurasa dia selama ini berfoya-foya meggunkan uang kerajaan, bisa di bilang ini juga termasuk kejahatan menghamburkan uang kerajaan, kuharap anda memasukannya juga ke penjara bawah tanah" ucap Mo Yan
"Pengawal!!, cepat bawa mereka ke penjara bawah tanah sekarang!!" teriak marah kaisar
"Baik Kaisar!" para pengawal mendekat
BRUK!!
__ADS_1
Feng Yin bersujud kepada kaki Kaisar.
"Kumohon Kaisar memberikan sedikit keringnan, biar saya saja yang dibawa kepenjara, biarkan istri saya bebas" rintih Feng Yin
Para penjabat dan perdana mentri kini mulai memihak Kaisar yang tengah dikendalikan.
DUAK!
Mo Huang menendang kepala Feng Yin yang sedang bersujud, membuat Yan Xin begitu murka.
"Orang asing sepertimu beraninya menyentuh kaki suci Kaisar!" ucap Mo Huang
"Beraninya kau menendang Kepala suamiku, apakah kau tidak tahu apa akibatnya" dingin Yan Xin
"Hahaha!, memangnya apa yang bisa kau lakukan!, kau cuma wanita murah yang bersedia menikah dengan pria Sampah ini dan kurasa seleramu kini sangat rendah sehingga meinggalkan kakak Mo Yan dan memilih orang tak berguna!" hina Mo Huang
GRRRKK! GRRKK!
Setelah mantra itu terucap terjadi gempa di aula Kaisar dan muncullah tangkai berduri merambat dari tanah memekarkan satu kuncup bunga mawar.
Semua orang yang berada disitu merasa tegang terkecuali Mo Huang yang terus meremehkan Yan Xin.
"Hahahaha!, apakah ini sebuah tekhnik untuk menanam bunga?, kalian memang sangat cocok, orang seperti kalian mmang seperti sampah, mempunyai tekhnik tidak berguna pun sangat amat bangga, Hahaha!" tawa Mo Huang
"Kau diamlah!" ucap Mo Yan yang tegang
__ADS_1
"Hahaha! kakak kenapa kau tegang seperti semua orang yang berada disini?, wajah kalian tampak lucu, Hahaha!" tawa Mo Huang
Terlihat Yan Xin yang menunduk sambil menyeringai.
"Ini tidak benar!, ada yang salah!, kenapa perasaanku menjadi tidak enak" Mo Heng dalam hati
"Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbahaya akan terjadi, seakan-akan setangkai mawar yang mekar di samping wanita itu akan mengeluarkan sesuatu" Mo Yan dalam hati
Bunga mawar itu bergoyang-goyang seakan-akan akan mengeluarkan sesuatu.
"Ini tidak benar!, Mo Huang cepat lari dari sini!" teriak Mo Yan
Tiba-tiba dari tengah bunga mawar muncul puluhan lebah kematian, dengan cepat terbang menuju Mo Huang.
BZZT!
BZZT!
BZZT!
(Suara lebah kematian)
Lebah kematian itu mengerubungi tubuh Mo Huang membuat Mo Huang mejerit kesakitan sekencang-kencangnya.
"AAAAAAAAKHH!!!, KAKAK TOLONGG INI MENYAKITKAN!!!!" jerit Mo Huang
__ADS_1
Lebah kematian itu terus meggerogoti kulit dan daging Mo Huang, dalam hitungan detik Mo Huang telah tiada dan hanya tersisa kerangka.