
Di paviliun awan biru, kediaman selir Li...
"Jia!!, kemana kau Jia!!" Teriak selir Li
TAP TAP TAP
"Ada apa non..."
PLAK!
Selir Li menampar Jia dengan amarah.
"a, ada apa nona?, a, apa salah saya?" Panik Jia
"Apakah kau yang mencuri ranting pengendaliku!" Teriak selir Li
"b, bagaiamana bisa saya mencurinya nona!, saya saja tidak pernah melihat dimana anda meletakkannya" Jawab Jia
Selir Li paink sambil menggigiti kuku tangannya.
"Sial!, Sial!, SIAL!, kalau sampai ranting pengendali itu jatuh ke tangan orang lain, aku akan dalam bahaya!" Gumam selir Li
Di suatu tempat yang tak jauh dari paviliun selir Li...
"Hmm... selir Li itu berani sekali menggunakan ranting pengendali ini, coba kita patahkan dulu ujung rantingnya, kita lihat apa yang akan terjadi, haha" Tawa Yan Xin
Kembali ke paviliun awan biru...
"Hei wanita jalang!, keluar kau dasar tidak tahu diri!"
"dasar wanita brengsek!, seenaknya saja kau menempati paviliun awan biru ini!"
"Keluar kau dasar wanita tidak tahu diri!"
Para selir berdemo di depan paviliun selir Li.
Di dalam paviliun...
"Ga, gawat nona!, para selir mengamuk!"
"Sialan!, pasti ada yang mematahkan unjung ranting itu, sehingga hasutan para selir menghilang"
SREEEGGG!
__ADS_1
Selir Li menggeser pintu paviliunnya.
"Huh!, ada apa kalian ribut-ribut di depan paviliunku dasar selir tidak berguna!" Ucap selir Li
"Haha, dengarlah apa yang selir licik ini katakan semua saudaraku!, kau yang tidak berguna dasar jalang!, beraninya kau merebut tuanku dari kami!" Ucap selir Wu
"Haha, apa yang kau katakan selir Wu?, tuanku lah yang nemilihku, karena aku paling cantik disini, dan lihatlah kalian, kecantikan kalian sudah memudar akibat penuaan, jelas sekali tuanku hanya memilihku" Sombong selir Li
"Tidak mungkin!, tuanku selalu adil dan bijaksana mengatur waktunya untuk kami!, tapi sejak kedatangan kau, tuanku jadi berubah, sudah pasti kau memakai cara licik!" Teriak selir Han
"Ha!, sudahlah semua saudaraku, lebih baik kita memberikan pelajaran kepadanya bagaimana cara berprilaku baik!"
Semua selir pun berbondong-bondong menariki badan selir Li.
"Tu, tunggu!, apa yang kalian lakukan!" Teriak selir Li
"Cepatlah saudaraku!, robek bajunya juga, haha"
SBREETT!
"Tidaakk!!" Teriak selir Li
Baju selir Li pun terkoyak-koyak oleh para selir, sehingga dia hanya mengenakan pakaian dalam.
"Haha, tentu saja, merobek pakaiannya bukan bagian inti dari ini, benarkan saudaraku, pegang tangan dan kakinya dan pukuli dia!" Teriak selir Wu
"Aahh!!, tolongg!, itu sangat sakit sekali!" Teriak selir Li meringis
"Lihatlah saudara-saudaraku, dia sudah menangis sebelum kita puas" Seringai selir Xiao
SREETTT
Selir Xiao pun menarik rambut selir Li dan membenturkan kepala selir Li pada tembok paviliun
DAK!
DAK!
DAK!
"Sakit!, hiks!, BERHENTI ITU SANGAT SAKIT SEKALI!!" Teriak selir Li dengan keras
Di suatu tempat yang tidak jauh dari paviliun selir Li...
__ADS_1
"Haha, pertunjukan ini sangat bagus sekali, selir Huan, sekarang saatnya kau beraksi" Seringai Yan Xin
Di kediaman patriac Xin...
TAP! TAP! TAP!
"Patriac ini sangat gawat!, para selir mengamuk dan memukuli selir Li!" Teriak pengawal
"APA!, berani sekali mereka memukulinya!, antarkan aku kesana sekarang juga!"
Di perjalanan menuju paviliun selir Li...
TAP! TAP! TAP!
BRAKK!
Selir Huan menabrak patriac Xin.
"Selir Huan kau harus berhati-hati!" Ucap pengawal
"Ma, maafkan aku tuanku, ta, tapi ini sangat gawat!" Gagap selir Huan
"Apa yang gawat sehingga kau terburu-buru dan menabrak seseorang?" Sinis patriac Xin
"Tadi saya berjalan ke danau teratai untuk melihat apakah ritual berterima kasih kepada langit sudah siap, dan mendapati kaisar sudah berada di gerbang kediaman!" Jawab selir Huan terburu-buru
Tiba-tiba salah seorang pengawal berlari mendekati patriac.
"Patriac!, kaisar datang kemari dan kata beliau ingin berterima kasih kepada langit bersama anda!, anda harus segera menyambutnya!" Hormat pengawal
"Huh!, apa boleh buat, aku harus segera menyambut kaisar, kalian berdua redamkan kejadian di paviliun selir Li" Tunjuk patriac Xin kepada dua pengawal
"Baik patriac!" Jawab kedua pengawal itu
Patriac Xin pun pergi bersama ketiga pengawal yang tersisa.
"Pengawal tunggu!" Cegah selir Huan
"Ada apa selir Huan?" Tanya salah satu pengawal
"Apakah kalian bisa membantuku?" Seringai selir Huan memberikan dua kantong emas kepada kedua pengawal itu
"Tentu saja kami akan membantumu selir" Senyum kedua pengawal itu dan tidak jadi ke paviliun selir Li
__ADS_1