
Pagi harinya di Pavilliun Tong Xuan...
"Hoaamm~ Hah? dimana Yan Xin?" Tanya Zhong Lei yang baru membuka mata sembari meraba tempat tidur disebelahnya
"Gawat Yan Xin hilang!!" Teriaknya
Akibat teriakan itu Xiao Li dan Wei Wei berlari menuju Zhong Lei
"Kenapa kau berteriak pagi-pagi buta seperti ini Zhong Lei!?" Tanya Xiao Li
"Gawat, ini Gawat!, Yan Xin hilang!!"
"Apaaa!!" teriak Xiao Li dan Wei Wei
Di Arena Perguruan Tian Yu...
"Babak pertama adalah pertarungan bebas, yang mengikuti pertandingan ini akan bertarung bebas di arena sampai ada Enam peserta yang bertahan!" Ucap tetua Zhi yang menjadi pembawa acara
Semua murid dari perguruan Tian Yu yang tidak mengikuti kompetisi hadir bergerombol menyaksikan pertarungan tersebut, tak terkecuali para tetua yang sudah duduk manis di bangku yang melayang di udara.
Kecuali pemilik perguruan Tian Yu, yaitu orang yang di ranah Galaksi, pemilik perguruan Tian Yu jarang datang bahkan tidak pernah datang sekalipun, akibatnya ada beberapa tetua yang semena-mena terhadap perguruan.
"Aduuhh dimana Kak Yan, babak pertama sudah mau dimulai!" cemas Xiao Li
"Aku merasa cemas, bagaimana kalau murid tetua Han itu melakukan sesuatu kepada Yan Xin!" ucap Zhong Lei
"Kalian jangan khawatir, Yan Xin pasti akan datang!" Ucap Wei Wei
__ADS_1
"Babak pertama Dimula..."
"Tunggu tetua!" Cegah Xin Tianggu
"Ada apa murid dari tetua Han?" Tanya tetua Zhi
"Musuhku belum datang, kau harus menunggunya karena hari ini adalah hari kematiannya"
"Wah wah ternyata murid dari tetua Han ini sedikit baik" Ucap suara dari langit
SRAKK SRAKK SRAKK
Potongan kertas itu terbang menuju arena dan bersatu padu menjadi tubuh
"Lihat itu kak Yan!" teriak Xiao Li
"Hahh~ untunglah dia tidak terlambat"
Di arena...
"Yan Xin ternyata kau tidak sepengecut yang kukira"
"Bagaimana bisa aku menjadi pengecut kalau kau berani menghentikan tetua Zhi untuk menunda pertandingannya untukku"
"Cih! jangan banyak basa-basi, cepatlah mulai pertandingannya!"
"Baiklah, pertandingan dimulai!"
__ADS_1
Semua orang yang di arena itu saling menyerang satu sama lain, Xin Tianggu tidak langsung menyerang Yan Xin, dia menyerang musuh lain karena dia menunggu babak ke dua yaitu satu lawan satu.
"Semoga kau tidak mati di babak pertama ini Xin Tianggu" ucap Yan Xin tersenyum seringai sambil menyerang lawan
"Aku kembalikan kata-kata itu padamu!"
"Bom Api ! "
BLEGERRRR !!!!
Serangan yang sangat fatal oleh Xin Tianggu, dia berhasil mengalahkan lima murid
"Woww tetua Han, muridmu sangat hebat"
"Aku sangat iri kepadamu tetua Han karena mempunyai murid jenius"
"Haha tentu saja, dia cepat mengerti apa yang aku ajarkan kepadanya"
"Angin Topan Kertas ! "
SRAKK SRAKK SRAKK SRAKK SRAKK
Potongan kertas itu bekumpul dan berputar sangat cepat membentuk angin topan dan mengalahkan tujuh murid
"Murid biasa itu juga mempunyai kekuatan spesial yang unik dan kuat, kenapa dia tidak menjadi murid khusus?"
"Aku dengar dia sendiri yang mau menjadi murid biasa" jawab tetua Gu
__ADS_1
Semua orang yang berada di arena itu terus bertarung mengalahkan lawan yang dipilih mereka termasuk Long Kexin dan yang lainnya,
Semua dari mereka menggunakan kekuatan spesialnya sendiri, kekuatan spesial yang lebih kuat akan menang tapi kekuatan spesial yang lemah akan kalah oleh lawan.