Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 198 (Season 4)


__ADS_3

"Tapi kakak Yan bagaimna bisa kau tahu bahwa herbal yang dijual di toko itu palsu?" tanya Ah Ze


"Mereka tidak palsu, mereka adalah herbal asli, aku membuat sandiwara itu supaya tokonya sepi haha" jawab Yan Xin


"Hahaha kak Yan memang orang yang sangat cerdik!"


"Baiklah ayo kita cari lagi toko herbal lain yang berada disini, tak mungkin hanya ada satu toko herbal" Yan Xin


Yan Xin pun berjalan-jalan memutari pasar dengan Ah Ze tapi hasilnya nihil, tak ada lagi toko herbal di pasar kekaisaran Gama itu.


"hosh... aku... merasa... lelah..." Yan Xin beringat deras


"Kakak Yan kurasa... hosh, kita harus beristirahat sebentar, akupun tak menyangka hanya sedikit toko herbal yang dimiliki kekaisaran gama di pasarnya" sambung Ah Ze


Sambil berjalan dan mengeluh Yan Xin melihat salah satu toko tua yang terdapat keributan di depannya.


"Tolong jangan ambil perhiasan ini!!, perhiasan ini adalah mas kawin yang sudah kupersiapkan untuk menikahkan putriku!" pak tua itu tersungkur dan memohon


"Peduli apa!, sudah kewajibanmu untuk membayar pajak karena ini adalah daerah kami!, jadi menyingkirlah pak tua sial!" teriak berandalan itu


Teriakan pak tua itu sangat kencang dikeramaian, tapi tak ada seorang pun yang berbaik hati meolong.


"Hei si jelek sial!" ucap Yan Xin pada berandalan yang berjumlah tiga orang itu

__ADS_1


"Beraninya kau menhataiku jelek!, aku akan memukulmu!" berandalan itu mengunuskan tinjunya kepada Yan Xin


Yapi Yan Xin langsung sigap memangkap kepalan tangannya dan menahannya.


"Haihh dasar bedebah sial tidak berguna, ototmu itu banyak seharusnya kau mencari pekerjaan" ucap Yan Xin


Tiba-tiba Yan Xin mengeratkan cengkeraman kepada kepalan tangan si berandalan itu.


KRAK !


Jari-jari tulang tangan berandalan itupun patah oleh Yan Xin.


"AAAAH!!!!" teriak berandalan itu


Keduanya pun maju dengan tinju yang mereka miliki.


Yan Xin pun mengambil ancang ancang dengan mulutnya.


"Lihatlah ini Ah Ze, ini akan menjadi momen spesial yang harus diingat" senyum Yan Xin


FUUUHHHHH~


Yan Xin meniupkan angin dari mulutnya dan terciptalah angin yang dasyat yang menerbangkan ketiga berandalan itu.

__ADS_1


"AAAAAAHHH!!!!" teriak ketiga berandalan itu


Ketiga berandalan itupun hilang.


PROK !!


PROK !!


PROK !!


Terdengar suara tepukan tangan dari Ah Ze yang terkagum-kagum.


"Sangat hebat kakak Yan!, bagaimana kau bisa melakukan itu!, aku juga ingin bisa melakukannya!"


"Haha itu karena aku sangat hebat, jika kau ingin melakukannya belajarlah dari seorang guru kultivasi" cengir Yan Xin


"Untung aku ingat kalau disini banyak orang, aku memasang tameng untuk yang terkena hanya ketiga berandalan itu saja" Yan Xin dalam hati


"Terima kasih atas pertolonganmu tuan muda, aku tak percaya ketiga berandalan itu datang lagi dan mengacak-acak toko herbalku untuk mencari uang!, sekali lagi aku sangat amat berterima kasih!" ucap pak tua itu


"Itu tidak masalah, tadi kau mengatakan toko obat?, apakah toko obat ini punyamu?" tanya Yan Xin


"Benar, walaupun toko ini sudah tua dan tidak ada pengunjung, aku selalu terus membuka toko ini karena toko ini warisan yang ditinggakkan ayahku, oleh karena itu aku masih merawat dan membukanya walapun sudah tua"

__ADS_1


__ADS_2