Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 232 (Season 5)


__ADS_3

"Huanran kau memang adik yang nakal, cepat kesini!, kenapa kau membawa seorang pengemis bau bersamamu!, itu akan sangat memalukan bagi petapa suci!" Zhishu menarik Huanran


"Tidak kakak kau salah, dia adalah orang yang sangat ramah, aku bertemu dengannya di jalan pasar, saat kakak meninggalkanku tadi!" Huanran bersikukuh


"Diam, bagaimana bisa kau langsung percaya pada seseorang yang baru kau kenal itu, apakah kau tahu namanya siapa?!" Zhishu


Huanran hanya diam, dia memang lupa menanyalan nama pengemis itu.


"Kau tidak tahu namanya, jadi diamlah, jika dia tetap disini, dia akan menodai kesucian petapa suci!" Zhishu


Yan Xin tetap tak bergerak dari posisinya.


"Hei pengemis, jika kau tidak pergi juga maka aku akan melakukan suatu cara agar kau bisa pergi" petapa suci


"Apakah kau memang benar petapa suci?, aku ingin menantangmu disini, seorang petapa suci seharusnya sudah berkelana di berbagai tempat dan menebarkan ilmu budhanya, dan dia juga harus jenius dan bisa menjawab berbagai pertanyaan, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu, jika kau bisa menjawabnya, maka aku akan pergi dari sini" Yan Xin


"Heh!, baiklah, apa pertanyaanmu" petapa suci menyetujuinya


"Dalam dunia ini terdapat Kedamaian, Kesengsaraan, Kepuasan, serta Ketidakpuasan, tapi ada satu orang di dunia ini yang tidak merasakan keempat yang kusebutkan tersebut, aku ingin kau menebak siapa orangnya" Yan Xin

__ADS_1


"Petapa suci pasti bisa menjawab pertanyaan pengemis ini, dia meremehkan petapa suci!" para warga


"Benar, beraninya dia meremehkan petapa suci yang memberikan kita nasihat di jalan kebenaran, lihat saja, setelah petapa suci menjawab pertanyaanya, dia akan malu sendiri" para warga


"Dia menggali lubang untuk dirinya sendiri, dia akan tamat disini!" Zhishu


Petapa suci berdiam sejenak dan langsung menemukan pertanyaan tersebut.


"Jawabannya adalah Dewa Kehampaan, dia tinggal di sebuah kehampaan yang tak memiliki suara, sinar, dan pergerakan, dia tak punya hati dan rasa kasihan, dia juga tak mempunyai kemarahan, dia hanya kekosongan di dalam kehampaan" Petapa Suci


Semua warga bertepuk tangan dan takjub dengan jawaban yang diberikan Petapa Suci.


"Pertanyaanmu telah kujawab, aku harap kau bisa pergi dari sini" ucap Petapa Suci itu


"Salah" Yan Xin


"Jawabanmu sangat salah" Yan Xin tersenyum di balik topi jeraminya


Semua warga kaget, mereka tidak menyangka jawaban Petapa Suci akan meleset.

__ADS_1


"Mana mungkin jawaban petapa suci salah, kau hanya orang yang mengada-ada dan berusaha menjebak petapa suci!" para warga


Petapa Suci hanya mengernyit dan menyipitkan matanya.


"Tak mungkin jawabanku salah" Petapa Suci


"Jawabanmu memang salah, karena pertanyaan yang kuajukan padamu itu sebenarnya hanya bualan belakaku saja" Yan Xin tersenyum


Semua warga tertegun dan berangsur tak percaya lagi kepada sang petapa suci dan pergi dari tempat tanpa mengatakan sepatah katapun.


"BERANI-BERANINYA KAU MEMPERMAINKANKU!" Petapa Suci itu mengeluarkan auranya yang membara di rubuhnya


Dia mencabut tongkat kayunya yang dia tancapkan di tanah.


Tiba-tiba tongkat kayu itu membesar sebesar ukuran pohon raksasa, dan dia melemparkannya menuju Yan Xin.


TAP!


Yan Xin menangkapnya dengan salah satu tangannya dengan mudah, dan melemparkannya lagi ke petapa suci itu.

__ADS_1


Petap Suci itu tak bisa menahan tongkatnya sendiri yang dilemparkan oleh Yan Xin, jatuh ke bawah dan kalah dengan memalukan.


__ADS_2