Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 65 (Season 2)


__ADS_3

Setelah Tujuh puluh empat cobaan guntur dilewati Yan Xin, Awan hitam pun lenyap menyisakan awan malam yang sejuk.


Di udara, Di jarak Yang tidak jauh dari Yan Xin...


Para alkemis dan orang kuat termenung saat melihat cobaan Pil yang dijalani oleh Yan Xin, semua ternganga karena tidak pernah melihat cobaan Pil sedasyat tadi.


"Tadi... cobaan Pil yang dihadapi oleh anak itu sangat hebat dan kuat!, meskipun aku terkenal sebagai alkemis terhebat dikotaku, aku tidak yakin akan menang menghadapi cobaan seperti tadi!" Takjub alkemis Li


"Apa yang kau bilang benar, aku tidak menyangka jika seorang alkemis kuat itu ternyata masih anak kecil berusia sekitar tujuh belas tahun" Ucap alkemis Hwa Yu


"Haha, bagaimana bisa kau memanggil orang berusia tujuh belas tahun sebagai anak kecil?, di usia itu sudah menduduki orang dewasa" Timbrung alkemis tua Hyang


"Salam Alkemis tua Hyang!" Salam alkemis Li dan alkemis Hwa Yu


"Alkemis tua Hyang apakah kau akan merekrut anak itu?, kau sudah terkenal ke seluruh penjuru karena berhasil membuat Pil tumbuh badan, sepertinya anak itu pantas menjadi muridmu, aku tidak akan merebut anak itu darimu" Tanya alkemis Ying


Mendengar pertanyaan alkemis Ying, beratus-ratus alkemis yang menonton pun menengok ingin mendengar jawaban alkemis tua Hyang yang legendaris.


"Aku sangat tidak pantas menjadi gurunya, karena aku hanya pantas menjadi muridnya" Jawab Alkemis Hyang


Mendengar Jawaban dari alkemis Hyang yang legendaris, beratus-ratus alkemis pun kaget.

__ADS_1


"Huh!, dasar kakek tua!, aku sudah tahu dari awal bahwa kau itu adalah manusia yang lemah, dia hanya seorang anak kecil yang mungkin masih belajar tentang alkemis, untuk cobaan guntur yang sangat kuat itu mungkin karena Pilnya ada yang cacat!" Ucap alkemis tua Jingmi yang baru saja sampai bersama empat murid di ranah langit


"Tapi tidak apa-apa, walaupun Pil yang dibuat anak itu cacat, aku akan merekrutnya ke perguruanku!, Perguruan Hualin!, Ayo kita turun dan memberi anak itu kabar gembira hahaha!" Lanjutnya lagi


"Baik guru" Saut ke empat muridnya lalu terbang turun ke istana Tian Xing


Semua alkemis pun bimbang ingin turun merekrut Yan Xin atau tidak.


"Bagaimana ini, apakah kita harus ikut turun, aku juga ingin merekrut anak itu"


"Benar, aku juga ingin merekrut anak itu menjadi muridku, aku merasa dia punya masa depan yang cerah"


"Tetap saja sudah didahului oleh alkmeis tua Jingmi, aku tidak bisa melawannya walaupun menginginkan anak itu"


"Apakah yang dikatakan alkemis tua Hyang benar kalau kita tidak akan bisa menjadi gurunya?"


"Aku akan percaya kepada alkmis tua Hyang karena dia alkemis yang terkuat setara alkemis tua Jingmi"


Beratus-ratus alkemis pun terbang ke bawah istana Tian Xing untuk memberi selamat.


Di halaman depan istana Tian Xing...

__ADS_1


Yan Xin memutuskan turun di halaman depan Tian Xin karena lebih leluasa untuk mengontrol Pilnya yang sudah jadi sempurna.


TAP


Yan Xin turun ke tanah.


"Hosh... hosh, aku tidak menyangka guntur cobaan itu berjumlah sangat banyak, aku butuh energi tambahan, setelah kuisi sedikit-demi sedikit energi, kembang kantil lembayun pun berguna untuk sekarang" Lelah Yan Xin lalu merogoh lengan bajunya dan mengambil kembang kantil lembayun


Setelah menyerap energi dari kembang kantil lembayun, energi Yan Xin pun terisi penuh kembali seperti suci kembali.


Yan Xin pun menoleh.


"Salam kaisar dan kakek Shang" Bungkuk Yan Xin


"Jangan terlalu formal aanakku, kau telah mempertaruhkan nyawamu untuk membuat Pil itu kan, kau perlu beristirahat"


"Anda terlalu mengkhawatirkan saya kaisar, saya masih kuat"


"Haha, bagus muridku!, pertunjukanmu itu menarik seluruh alkemis dari belahan benua jarfi" Gelak kakek Shang


"Terima kasih kakek Shang, sebaiknya kaisar dan anda kembali beristirahat, aku akan mengahadapi yang akan datang"

__ADS_1


"Baiklah jika kau berkata seperti itu muridku, bukan, sekarang kau bukan muridku, melainkan cucuku" Ucap kakek Shang lalu pergi


Selir-selir raja, semua pangeran dan pelayan pun hanya ternganga karena tidak percaya yang melewati cobaan itu adalah istri pangeran ketiga yang penyakitan, mereka pun kembali ke kediama mereka masing-masing.


__ADS_2