
Kediaman Xin...
Pada hari saat patriac sadar bahwa tubuhnya telah dikendalikan, dia pun memanggil selir Li untuk menghukumnya.
Tapi siapa sangka setelah sampai di kediaman patriac dengan dua orang pengawal yang menyeretnya dengan tidak hormat, selir Li malah melawan patriac hingga pertarungan pun terjadi, tapi siap yang sangka selir Li akan menang dan merebut posisi patriac Xin.
"Haha lihatlah wajahmu itu, wajahmu itu membuatku kesal saja" sombong selir Li yang dududk di kursi patriac
"Dasar wanita sialan, aku akan membunuhmu!" marah patriac Xin yang berlutut paksa di kaki selir Li
"Haha jangan menggonggong anjing manisku, kediaman Xin ini akan menjadi milikku dan kediaman Li ku, jika aku memberitahu ayah, ayah pasti akan memujiku sepanjang masa" senyum selir Li
Semua pengawal dipaksa untuk berlutut di bawah kaki selir Li, mereka pun binging kenapa selir Li tiba-tiba bisa menjadi kuat hingga mengalahkan patriac Xin yang ranahnya di ranah semesta.
"Dan juga aku tidak menyangka ranting pengendaliku yang dicuri sudah dipatahkan setengahnya lagi, dan aku ingin bertanya kepadamu mantan patriac Xin, siapa lagi yang akan menolongmu dari bencana yang kubuat ini" ucap selir Li
PROK! PROK! PROK!
Yan Xin memasuki ruangan sambil bertepuk tangan dan senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bahwa selir rendahan ini akan bisa menaklukkan ayah" senyum Yan Xin
"Siapa yang kau bilang selir rendahan dasar anak sialan tidak tahu diri!" ucap selir Li
"Kau seharusnya tahu ranting pengendalimu sudah aku patahkan" sambung Yan Xin
"Ternyata benar itu adalah perbuatanmu dasar wanita jal*ng!" teriak selir Li
"Yan Xin kau jangan mendekat!, dia memiliki kekuatan yang aneh!, dia juga mengendalikan para pengawal!, sebaiknya kau pergi nak, ayah tidak mau membahayakanmu!" teriak patriac Xin
"Ayah ingatlah kau tidak pantas bersujud kepada wanita miskin seperti dia, kalau kau ingin bersujud aku akan mengizinkannya jika itu adalah orang tuamu"
FUHHHHH~
Semua pengawal yang berlutut pun bisa bergerak kembali dengan normal termasuk patriac Xin.
"Ba, bagimana bisa!, tekhnik pengendali itu adalah tekhnik yang terkuat, aku tidak percaya kau bisa mematahkan kendalinya!" panik selir Li
"Akan tetapi untuk apa juga aku khawatir, aku sekarang mempunyai tusuk rambut ajaib yang diberikan kakek gunung kepadaku" selir Li dalam hati
__ADS_1
PLAK !!!
Tamparan yang sangat keras oleh patriac Xin kepada selir Li yang tengah duduk di bangku patriac.
"Kau.... beraninya kau memukulku!!" marah selir Li
"Tentu aku berani, aku adalah patriac di kediaman ini, dan kau hanya selir, aku akan mengusir dirimu keluar dari kediaman Xin dan dilarang untuk kembali selamanya!" ucap patriac Xin
"Tapi kau tahu sekarang akulah yang menjadi patriac disini, kalau kau ingin posisi ini kembali krpadamu, kau harus mengalahkanku dahulu!!" Teriak selir Li
Teriakan selir Li itu mengakibatkan gelombang yang sangat besar sampai patriac Xin terpental ke dinding kediaman.
"Ayah apakah kau tidak apa-apa?" Yan Xin cemas
"A, ayah tidak apa-apa nak, sebaiknya kau pergi menjauh dari kediaman ini, ayah tidak mau kau kenapa-napa, selir bodoh itu sudah membunuh para selir yang terisa di istana harem" jawab patriac Xin
"Tidak ayah, dan juga kalau ayah kenapa-napa siapa yang akan menjagaku nanti, yang perlu ayah lakukan hanya duduk saja di lantai ini dan perhatikan dengan baik" senyum Yan Xin
"a, apa yang maksud nak, biar ayah yang melawannya, ayah takut jika...."
__ADS_1
"Ssttt... ayah kau harus percaya sekali saja kepada putrimu" ucap Yan Xin
"Baiklah ayah percaya kepadamu" senyum patriac Xin