Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 237 (Season 5)


__ADS_3

"Dan kau lupa dengan satu hal, takutnya akan ada pencuri yang masuk perguruan hehe" Nuwa


"Apa yang kau katakan Nuwa, pencuri tidak akan mungkin berani memasuki perguruan kita, perguruan ini dijaga oleh array yang dibuat oleh Pemimpin" Minghao


"Hehe kan mungkin saja, kita tak pernah tahu itu mungkin akan terjadi bukan" cengir Nuwa


"Benar apa yang kau katakan, tak salah jika kita memang harus tetap waspada walaupun sudah dilindungi oleh apapun yang sangat kuat, semua yang kuat pasti akan ada yang sangat kuat di atasnya" Yan Xin tersenyum


"Kata-kata yang kakak ucapkan sangat bijak, aku sangat kagum" Mingmei memuji


"Kakak Yan, disini sangat dingin... tubuhku merasa beku" Huanran menggigil


Yan Xin memegang pundak Huanran.


SRIIING~


muncullah syal biru berbulu yang tebal dan hangat.

__ADS_1


"Wahh! syal berbulu yang sangat cantik kakak Yan, dan warna biru adalah warna kesukaanku!" senang Huanran


Yan Xin tersenyum, tetapi ketiga murid dari perguruan itu sudah tahu jika mereka tidak boleh macam-macam dengan Yan Xin, karena yang bisa memunculkan sesuatu itu adalah orang yang hebat dan sakti.


Mingmei mendekat di gerbang dan menunjukkan tanda kayu berlambang pohon bersalju yang menandakan dia adalah murid dari perguruan putih.


_______


Ketiga murid perguruan putih itu bersujud mengarah ke sebuah paviliun tua yang diselimuti salju.


"Salam untuk tetua teratas, disini ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" Minghao


Tapi tak ada jawaban dari dalam paviliun itu.


"Salam untuk tetua teratas, Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda, mohon anda keluar untuk melihatnya" Mingmei kini mencoba


"........."

__ADS_1


Tapi tetap tak ada jawaban apapun.


"Mohon tetua teratas keluar, ada yang ingin bertemu dengan anda, mungkin ini adalah hal yang sangat penting" Nuwa kini mencoba


Tapi setelah menunggu beberapa lama tak ada jawaban apapun sama sekali dari dalam paviliun itu.


"Hei tua bangka, keluarlah kau!, jangan berlama-lama!, aku adalah orang yang tak suka dengan orang yang menyia-nyiakan waktu!" Yan Xin dengan suara angkuh


Ketiga murid itu bangkit dari sujudnya dan kaget setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Yan Xin, karena tak ada seorangpun yang berani berkata tidak sopan kepada Tetua teratas.


"Kakak kau tidak sepatutnya berbicara seperti itu kepada tetua teratas, dia memang mempunyai tempramen yang pemarah, oleh karena itu kita harus membujuknya terlebih dahulu" khawatir Mingmei


"Itu tidak perlu, aku orang yang sibuk, untuk apa aku membujuk kakek tua yang seperti bayi yang dimanja, itu sangat memalukan!" Yan Xin dengan suara keras


"Kakak, kami memang menghormatimu sebagai orang yang tertua diantara kami, tapi mohon jaga sikapmu kepada tetua teratas!" Minghao


"Aku tidak percaya ini, setelah sekian lama menunggu ternyata ada seseorang yang mencaci maki si tua bangka sialan yang sok kuat itu hahah, aku akan mendukungmu kakak cantik!! " senang Nuwa dalam hati

__ADS_1


"Tampaknya kau adalah seseorang yang hanya menyombongkan kekuatanmu yang tak seberapa itu!, apa untungnya kau mengurung diri di dalam paviliun jelek ini, bagaimana jika kau mati saja sekarang di tanganku, untuk apa mempunyai kekuatan jika tidak menggunakannya" sambung Yan Xin


Minghao, Mingmei dan Nuwa tak bisa berkata-kata lagi, mungkin jika ada murid yang mengatakan itu dia sudah dimasukkan ke dalam api neraka perguruan putih dan akan disana selama ribuan tahun.


__ADS_2