
Tapi sayang karena panah itu terlalu banyak, ada beberapa panah yang menancab di tubuh Xiao Ge sehingga Xiao Ge lemas.
Setelah beberapa menit melawan panah air itu menggunakan pedang, Xiao Ge berhasil melewatinya dan berlari perlahan menuju Hui Da dengan beberapa panah tertancap di tubuhnya.
"Hosh... hosh... aku tidak..... akan menyerah..." gumam Xiao Ge
Para murid yang menonton pun mulai berbicara satu sama lain.
"Lihatlah si sampah itu, dia langsung tidak berdaya karena tekhnik luar biasa dari Hui Da"
"Tentu saja dia tidak berdaya, Hui Da selalu menggunakan tekhniknya yang terkuat"
Di arena Hui Da pun tiba-tiba merasa badannya mulai lelah dan lemas.
"Sial... aku kekurangan aura, kalau tahu begini aku tidak akan menggunakan tekhnik tombak air" gumam Hui Da
"Tapi aku tidak akan mengalah, toh si sampah itu sudah tak berdaya, mungkin mengeluarkan beberapa tekhnik untuk membunuhnya bukanlah hal yang sulit" sambungnya lagi
"Tekhnik Terjangan Ombak !"
BYARRR !
Dari Tanah muncullah ombak besar dan menerjang Xiao Ge yang sedang berlari hingga terjatuh.
BRUK !
__ADS_1
Xiao Ge ambruk dengan darah di tubuhnya karena panah air.
Di kursi peserta Yan Xin hanya diam dan mengamati dengan tatapan datar.
"Hei putri, apakah kau tidak akan membantu selirmu yang ke dua itu, dia terlihat sudah payah sekali" sistem bertelepati
"Jagan menggangguku, aku tidak akan merusak rencana tuhan" jawab Yan Xin
"Haissh terserah padamu saja, tapi bagaimana jika Xiao Ge mati?" tanya sistem
"Dia tidak akan mati, dia adalah selir kedua yang kupilih, tentu saja dia tidak boleh mati, aku hanya harus mengamatinya dari jauh dan menonton" datar Yan Xin
Di arena, Xiao Ge yang ambruk belum juga bersdiri, sedangkan Hui Da yang melihat itu pun menyadari dia mempunyai kesempatan untuk membunuh Xiao Ge.
"Tekhnik Pusaran Air !"
"Tekhnik ikan Wisdar !"
Dari pusaran air yang mengangkat Xiao Ge ke udara itu muncullah ikan Wisdar pemakan manusia.
Dengan sangat kelaparan ikan Wisdar itu pun mulai mengigiti tubuh Xiao Ge yang tak sadarkan diri.
"Hahaha, sekarang kita sudah tahu siapa pemenangnya" gelak Hui Da dengan tubuh berkeringat karena kehabisan aura
Seketika setelah pusaran air itu hilang, terjatuhlah Xiao Ge ke tanah dengan suara keras dengan keadaan badan berdarah-darah.
__ADS_1
BRUK !
"Hahaha!, akulah pemenangnya!" gelak Hui Da
Semua murid pun bertepuk tangan.
"Heh sudah sangat jelas sekali Hui Da bisa menang, dia hanya melawan sampah perguruan saja"
"Benar, ini adalah akibatnya jika kau tidak tahu kemampuan dalam dirimu, seperti si sampah itu yang tergelatak mati"
Semua murid pun terus bertepuk tangan merayakan kemangan Hui Da sedangkan Yan Xin hanya tersenyum dengan mata tajam.
SRIIIIINGGGGG~
Tiba-tiba tubuh Xiao Ge yang tak berdaya melayang dengan sinar biru bercampur putih mengelilingi badannya.
Setelah melayang lebih dari sepuluh meter, tiba-tiba keluarlah dua kelereng berwarna biru dan putih dari tubuh Xiao Ge.
Kelereng putih perlahan menghilang dan kelereng biru kembali masuk ke dalam tubuh Xiao Ge.
SRIIINGG~
Seketika sinar biru memenuhi arena dan menghalangi pandangan semua murid.
Setelah sinar biru menghilang di udara terlihatlah penampakan Xiao Ge yang segar bugar dan terlihat sehat dan tubuhnya yang terluka itu tiba-tiba menghilang.
__ADS_1
Hui Da yang melihat itu langsung heran dan panik begitupun para murid yang menonton.